Tampilkan postingan dengan label suzuki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label suzuki. Tampilkan semua postingan

Suzuki Luncurkan SX-4 RC1 dengan Penampilan "Sporty"

Untuk menarik konsumen muda yang ingin tampil lebih sporty, Suzuki meluncurkan SX4 RC1 hari ini di arena Indonesia International Motor Show 2011 di JIExpo, Jakarta. Varian terbaru dari crossover Suzuki ini penampilannya diubah dengan mengganti desain komponen eksterior antara lain strip bodi samping, spoiler belakang atas, lampu kombinasi belakang, sensor mundur, ujung knalpot baru, pelek alloy 17 inci dan ban 215/55-R17.

Dengan modifikas yang cukup banyak itu, Suzuki hanya menaikkan harga Rp 15 juta dibandingkan versi standar. Dengan demikian, harga SX4 RC1 ditawarkan dengan dua pilihan transmisi, manual Rp 217.500.000 dan Rp 228.500.000 untuk otomatik.

Tersedia warna pilihan silky silver, graphite grey, dan pearl white. Menurut Direktur Pemasoran Suzuki Indomobil Sales Endro Nugroho, SX4 RC1 merupakan versi terbatas (limited edition) dengan produksi 100 unit per bulan. Selama ini, Suzuki mampu menjual SX4 sekitar 400 unit per bulan di Indonesia.

Read more >>

Mari Kita Liat Fitur Suzuki Axelo

 

Ya, setelah sekian tahun lamanya, akhirnya shogun kembali merubah tampilannya, menjadi lebih sporty.. katanya si terinspirasi dari moge GSX… !!! tak hanya tampang yang berubah pada “jendral” ini, tapi ada tambahan fitur dan teknologi baru.. !!! mari dirunut satu-satu.. :-)




CDI Mitsubishi, Axelo memiliki otak pengapian yang beda dengan produk sebelumnya. Pada Axelo menggunakan CDI buatan Mitsubishi berkode MGT208. Alasan penggunaan CDI ini karena bisa berkitir sampai 9800 rpm, lebih tinggi dari sebelumnya yang hanya mampu berkitir 9000 rpm.

Automatic Headlight On (AHO), Lampu depan Axelo akan langsung menyala saat mesin dihidupkan, jadi jangan coba-coba nyari saklar lampu, karena tak akan menemukannya. :-D


Fuel Tank Inlet (FTI), Pada tutup tangki bahan bakar dilengkapi dengan wadah penampung tumpahan bahan bakar yang kerap terjadi saat pengisian bahan bakar terlalu penuh. Dengan begitu FTI bisa membuang tumpahan ke tanah atau aspal.

Ornamen Karbon di Bodi, Pada bagian cover centerbone, cover penutup aki, dan bodi lubang kunci kontak diberi lapisan mirip karbon. Sekilas seperti stiker, tapi tidak bisa dilepas karena bodi asli.

Konsumsi BBM 1:46, Suzuki mengaku konsumsi BBM Axelo ini dapat menempuh jarak 46 km dengan 1 liter bahan bakar.

Filter Bensin, Suzuki menambahkan filter bensin tambahan di samping kanan bagasi bawah. Selain itu ada juga filter bensin tambahan di tangki bahan bakar ini. Tujuannya untuk mendapatkan bahan bakar yang bersih dari kotoran saat masuk ke karburator.

Standar Lebih Ramping, Standar tengah Axelo yang ramping ini bertujuan untuk mempermudah parkir di tempat yang sempit.

Kunci Kontak Berpelindung, bahasa kerennya Secure Key Shutter…Kunci Axelo memberikan rasa man lebih kepada pemiliknya. Lubang kunci kontak Axelo dilengkapi dengan pelindung. Untuk membukanya dibutugkan anak kunci bermaghnet.

Rangka Desain Baru, Rangka Axelo ini esainnya baru. Paling tampak pada baut pemegang mesin. Agar handling motor lebih mudah.

Pulsed Secondary Air Injection (PAIR), Teknologi ramah lingkungan yang sudah wajib ada di setiap motor anyar, seperti Axelo ini. PAIR adalah perangkat yang meminimkan emisi gas buang, memberikann udara bersih ke knalpot  untuk mengurangi hidrokarbon dan karbon monoksida yang ada dalam gas sisa pembakaran.

Bagasi 7 Liter, Axelo dilengkapi juga dengan bagasi luas di bawah jok, kapasitasnya 7 liter.

Inspirasi GSX, Tampang depan Axelo beda dengan motor Suzuki sebelumnya. Terutama bagian depan, dengan adanya lubang pada samping dalam lampu sein.
Read more >>

Trend Aksesoris Undertail Motor Yang Di Gandrungi

Coba deh perhatiin, motor sekarang rata2 di buntutnya ada bagian yang tidak diperlukan (kata modifikator). Jadi ada bagian yang harus dipapas atau dibuang. Sehingga buntutnya terlihat lancip (eks moto gp). Kemudian diberi undertail biar lebih keren. Padahal itu khan kalo lagi ujan merugikan diri sendiri apalagi orang lain. Airnya nyipratnya kemana2.,ksian riders lainya kan
Sepertinya produsen motor juga sengaja banget deh ngasih celah di bagian buntutnya untuk dipotong biar jadi lancip. Kalo emang begitu, kenapa ngga ditiadakan aja dari produsennya?Motor yang paling banyak ane liat yang make aksesoris motor itu kebanyakan sekarang ini ninin 250,malah gk pake plat nopol .Pada awalnya, waktu undertail belum dijual bebas, ane liat sih “boleh juga nih modif”. Tapi lama kelamaan, semakin banyak yang make jadinya ngeliatnya biasa aja. Malah kalo menurut ane (maaf bagi yang make) jadinya gmn gituh..



Apa iya ini modif pas – pas an…?Lebih gk match lagi kalo ada motor yang udah jelas buntutnya ngga memungkinkan buat dipapas, eh dipapas juga.. Kesannya maksa banget pengen lancip,ksian jg juga kan klo sisi safety motorny harus di korbankan
Motor yang buntutnya calon dipapas:
- Suzuki : Satria FU 150, Skydrive
- Yamaha : Jupiter MX, V-ixion
- Honda : Revo, CS-1
- Kawasaki : Ninja 250 R
Tapi ngga papa sih, motor motor sampeyan pada.. namanya juga kita berkreasi..Tapi jangan sampe kreasi sampeyan jadi mengganggu keberadaan dan keselamatan orang lain
OK…??? Keep Safety Riding
Read more >>

Suzuki Luncurkan Skydrive Limited Edition

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), diam-diam meluncurkan Suzuki Skydrive dengan desain striping baru ke pasaran. Skydrive baru ini tampil lebih sporty dengan nuansa biru-putih.Warna biru-putih ini mirip dengan Suzuki GSX600R, moge kebanggan Suzuki. Grafis model bendera start pada beberapa bagian juga makin menegaskan tema racing style yang diusungnya.


Skutik limited edition yang pernah dipamerkan di Jakarta Motorcycle Show


(JMs) 2010 lalu ini, kini sudah bisa dipesan. “Iya, ini special edition. Mulai dipasarkan bulan ini,” ungkap Joko Utomo, 2W Marketing & Sales – 2W Head PT SIS.Secara keseluruhan memang tidak ada yang fitur yang berbeda atau ditambahkan dari versi regulernya. Meski begitu harganya dipastikan naik Rp 100 ribuan.
Di beberapa dealer Suzuki di Jakarta, Skydrive sporty edition ini ditawarkan dengan harga Rp 13,3 jutaan. Tertarik? buruan sambangi dealer Suzuki terdekat!
Suzuki juga akan memberikan sentuhan racing pada beberapa modelnya. Untuk Suzuki Shogun Axelo akan ada versi Yoshimura dan khusus untuk Suzuki Spin ada Carbon Look versi Daytona. Tunggu bulan depan ya
Read more >>

First Ride Suzuki Shogun Axelo, Lincah dan Responsif

Yuk, langsung geber aja deh! Pertama kali duduk di atas joknya, feeling langsung teringat Shogun generasi sebelumnya. Secara ergonomi posisi duduk pengendara hampir tak ada yang berbeda.



Paling terasa hanya posisi stang yang lebih tinggi, artinya akan lebih santai pakai harian. Selain itu posisi badan otomatis jadi lebih sigap. Bicara stang, mata langsung tertuju pada panel speedometer barunya yang lebih simpel tapi tetap mudah dibaca.



Menjajal di tikungan patang-patah khas sirkuit Kenjeran, Suzuki Axelo tetap mudah dikendalikan. Lincah tapi tetap stabil di kecepatan tidak terlalu tinggi. Tiap tikungan dilibas hanya dengan gigi 2 dan 3.Tenaga saat keluar tikungan pun terasa resposif. Hasilnya saat bermanuver untuk masuk ke tikungan berikutnya, tenaga terasa ada terus. Eksplorasi tenaga makin menjadi saat mengajak Axelo ngebut di trek lurus sepanjang 5 kilometer.
Tarikan di putaran rendah terasa mengentak. Gigi 1 bisa mencapai 60 km/jam, masuk gigi 2 dan digeber full jarum spidmoter hampir mencapai angka 80 km/jam. Gigi 3-nya bisa mencapai 100 km/jam. Sedang top speed gigi 4 tembus sekitar 105 sampai 110 km/jam.
“Basis mesinnya masih sama seperti Shogun 125 terdahulu. Namun ada beberapa material yang diperbarui. Termasuk sistem transmisi diubah untuk pendapatkan efek perpindahan gigi yang lebih halus dan tidak mudah miss,” terang Hariadi, 2W Sales – Service & Outboard Assistant to Section head PT Suzuki Indomobil Sales.

Selain itu, pada sistem pengapian, CDI dirancang baru. Untuk komponen ini, PT SIS mengandalkan vendor dari Mitsubishi elektronik. Limiter pada Axelo terbaru dipatok pada putaran mesin yang lebih tinggi.
Ditambah ada anti­knocking-nya di putaran 9.800 rpm. Dilengkapi pula dengan throttle position switch di karbutor guna mendapatkan timing yang pas sesuai kondisi kerja mesin.
Meski belum melakukan tes konsumsi bahan bakar, namun pihak PT SIS mengklaim konsumsi bahan bakar bebek yang dijual mulai Rp 13,8 jutaan ini bisa 1 liter : 46 km dalam kondisi pemakaian normal. Lumayan lah untuk ukuran bebek 125cc, responsif di putaran bawah tapi tetap lincah, desainnya pun cukup sporty. Rasanya cocok untuk diajak melibas kemacetan Ibukota!
Read more >>

Keihin PE 28 Masih Kurang? Pilih Yang Sudah Custom Aja!

mumnya pada motor yang dapur pacunya dibore-up ‘gila-gilaan’ butuh pasokan campuran gas yang lebih banyak. Apalagi bila saluran masuk serta diameter klep ikut diperbesar.
Nah, mencukupi kebutuhan itu, biasanya mekanik menganjurkan agar ganti karburator yang diameter venturinya besar guna mendapatkan hasil lebih maksimal. Mulai ukuran 28 mm ke atas.
Kalau untuk ukuran 28 mm aja sih masih ada pilihan murah meriah dan merakyat, yaitu Keihin PE28. Banderolnya sekitar Rp 500 – 550 ribuan.
Tapi di atas diameter segitu, mesti lirik tipe atau merek lain kayak Mikuni TM 32 atau 34, PWK dan sebagainya yang harganya tidak murah. Untuk TM Sudco saja barunya sekitar Rp 2 jutaan, wekwekwek..!
“Bisa saja sih pakai PE28, trus di-reamer lagi jadi lebih gede. Tapi biasanya yang direamer sendiri untuk nyetting-nya kadang suka agak susah. Sehingga hasilnya jadi kurang maksimal,” aku Said, bos MJ Motor di kawasan Jl. Sultan Iskandarmuda, Arteri Pondok Indah, Jaksel. Makanya Said dulu coba beralih menggunakan merek Koso yang harganya cukup bersahabat.
Tapi belakangan ia nemu karbutor spesial dengan harga tidak menguras isi dompet tapi hasil boleh bejaban dengan karburator mahal. Yakni Keihin PE28 hasil custom dari negeri Gajah Putih, Thailand. “PE28-nya sudah di-reamer venturinya jadi lebih besar. Tapi bukan reamer-an sini (dalam negeri), melainkan dari Thailand pakai mesin bubut CNC,” beber Said.
Menurut pria yang bengkelnya jadi basis pembesut motor India merek Bajaj ini, hasil reamer-an karbu PE28 custom tersebut lebih presisi. Sehingga untuk nyetting-nya sangat mudah. “Harganya juga tidak terlampau mahal. Untuk yang venturi 32 mm saja gue jual sekitar Rp 950 ribu,” bilangnya.
Dari beberapa kali menerapkan PE28 custom tersebut di motor konsumennya, pemilik motor kata Said mengaku puas dengan hasil yang dicapai. Selain baderolnya tidak begitu mahal, jeroan karburator ini paling mudah ditemui di pasaran.

Masih kata Said, selain diameter venturi yang diperbesar, ukuran spuyernya juga sudah gede. “Dalam paket venturi 32 mm, ukuran main jet-nya 152 dengan pilot jet 42. Sementara diameter skep sama, namun ada bagian skep yang disesuaikan dengan pembesaran venturinya itu,” terang Said yang sudah menerapkannya di beberapa Pulsar bore-up.
Oh iya, tapi jangan heran ya kalau mendapati pada beberapa bagian badan karburator terdapat semacam tambalan berwarna krem. “Itu memang begitu untuk memperkuat badan karburator yang di-reamer jadi lebih tipis,” jelas Nancy dari Mulia Motor Sport (MMS) di Jl. Hos Cokroaminoto, Kreo Batas, Ciledug, Tangrang yang juga menjual PE28 Custom dari Thailand ini.
Selain venturi 32 mm, Nancy bilang ada juga tersedia yang 30 mm dan 34 mm. “Untuk yang 30 mm kami lego Rp 800 ribu. Sementara yang 32 mm dan 34 mm Rp 1 juta,” tukasnya.
Tertarik sahabat motor bore-up gede?
Read more >>

Mengenal Silsilah Suzuki Spin

Suzuki punya varian matik pertama dengan meluncurkan Spin 125 pada Agustus 2006. Motor transmisi CVT itu dilauncing di pabrik perakitan Suzuki di Tambun, Bekasi. Persis satu minggu setelah Honda Vario nongol.

“Diluncurkan lantaran melihat pasar skubek yang punya banyak peminat dan terus berkembang,” sebut Hariadi, 2W Marketing Service, PT.Suzuki Ondomobil Motor.
Suzuki Spin 125 memang masih satu kerabat Step yang produksi Thailand. Perbedaannya ada pada lampu utama Step otomatis langsung aktif begitu mesin hidup. Sementara Spin 125 tidak.
Meski meluncur belakangan, tapi unggul di kapasitas mesin. Saat itu dijual Rp 10,7 juta. Sementara rivalnya 110 cc dan 115 cc.
Berikut gambaran jika mau beli Spin 125 bekas.
GENERASI AWAL
Ada dua versi ditawarkan saat pertama diluncurkan. Spin 125 dan Spin 125R yang menggunakan pelek jari-jari. Perbedaan keduannya hanya di beberapa part, warna dan peruntukkan.

Tampil dengan warna kasual atau satu kelir ngejar segmen wanita. Sedang Spin 125R berkelir bodI dan jok two tone alias dua warna cermin tampilan sporty dan berbau racing. Pas dipakai buat cowok atau kaum batangan.
Bentuk sein dan lampu belakang memang sama. Tapi begitu diamati, keduanya tampil beda. Mika lampu belakang Spin 125 tampak lebih bening, sedang Spin 125R bernuansa smoke.
Warna bodi di bawah jok juga membedakan keduanya. Hitam untuk Spin 125 dan abu-abu buat Spin 125R. Kaliper rem dibedakan gold dan hitam (Spin 125), sampai anak kunci pun untuk Spin 125R terlihat lebih eksklusif. Harga pasaran seken untuk tipe ini ada di kisaran Rp 4,5 – Rp 5 jutaan.
SPIN 125SR
Beberapa bulan setelah resmi diluncurkan, Spin 125 sudah dilengkapi pelek casting atau palang. “Label generasi Spin 125 dengan pelek palang ini adalah Spin 125SR, tampilan warna masih bertahan two tone,” ujar Debby Tri Astetika, ketua Suzuki Matic Indonesia. Harga second sekarang berkisar Rp 5,5 jutaan.
SPIN 125 NIGHT RIDER
Varian Spin 125 Night Rider (Spin 125NR) diluncurkan sekitar Agustus 2007. Ini merupakan strategi pabrikan Suzuki menampilkan beberapa line up andalannya dengan label Suzuki Night Rider.
Lebih mewah lantaran bermain paduan warna hitam polos dan gold. “Detail untuk model NR tidak ada perbedaan. Lebih kepada warna yang terlihat lebih eksklusif,” terang Debby lagi.

Harga bekas Rp 5 – Rp 6 jutaan. Ini harga untuk Jakarta dan langsung beli dari pemilik bukan lewat pedagang.
NEW SPIN 125
Meskipun hanya ubahan minor, awal 2008 tampilan Spin 125 mulai berubah. Yakni pada desain cover lampu yang berlekuk. “Model mika lampu juga beda. Sekarang lebih aerodinamis,” jelas Hariadi 2W Marketing Service, PT Suzuki Indomobil Motor (SIM).
Grafis tribal jadi andalan Spin 125 SR baru yang memang menyasar cita rasa cowok sejati. Sementara untuk cewek, warna dipilih serta motif bunga yang mencirikan aroma feminin tapi tetap energik dan dinamis.

Pada tipe ini leher knalpot sudah diganti pakai material lebih kuat. Model teromol juga sudah lain. Spin 125 lama jumlah gigi as 18, sedang Spin 125 baru 20 gigi.
“Jadi, teromol Spin 125 lama dan Spin 125 baru tidak bisa saling tukar karena model as-nya beda,” jelas Debby sambil menambahkan kalau teromol Spin 125 baru bisa diipakai untuk Skywave dan Skydrive.
Harga bekas Spin 125SR 2009 sekitar Rp 7 – Rp 8 jutaan. Lumayan menarik, tapi tergantung lokasi juga
Read more >>

Suzuki Skywave Facelift Kuartal Pertama 2011

Pasar sepeda motor di Indonesia semakin semarak dan menggairahkan. Tahun lalu saja pasar sepeda motor di Indonesia melebihi tujuh juta unit. Pada 2011 diprediksi akan tembus delapan juta unit.
Potensi besar ini membuat para pelaku industri sepeda motor akan menghadirkan produk-produk terbaru. Salah satu varian sepeda motor yang sedang digandrungi adalah versi sepeda motor otomatis. Penjualannya terius meningkat dan mengalahkan motor bebek konvensional.

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) telah mengkonfirmasi bakal ada empat motor baru pada 2011 dua di antaranya adalah sepeda motor otomatis dan sportbike. Sementara satu produk anyarnya telah diperkenalkan di Surabaya awal Januari lalu yakni Suzuki Shogun Axelo.
Informasi yang didapat Dapurpacu.com, New Suzuki Skywave akan muncul akhir kuartal pertama 2011.
Skuter otomatis (skutik) bermesin 125 cc ini dikabarkan akan mendapat sentuhan penampilan yang lebih segar dan berbeda dari sebelumnya. Namun pada dapur pacunya tidak mengalami perubahan.
Read more >>

Tips Sebelum Membeli Motor Baru

Beli motor/mobil kadang suka bingung memutuskan yang tepat untuk diri sendiri atau kadang orang suka terjebak diantara merk dan kebutuhan. Kalau udah tau apa yang dibutuhkan bisa lebih gampang untuk memutuskan. Kadang sudah bisa memutuskan tapi uang kurang, balik lagi jadi bingung. Siapa tau dengan question list ini bisa membantu mencari motor/mobil apa yang sesuai dengan kebutuhan karena tiap orang unik dan beda kebutuhannya.Aniwei question list ini berdasarkan pengalaman pribadi kalau ada yang mau menambahkan silakan

a
1. Kebiasaan riding style
Santai/Speeding/Touring. Untuk harian apa hobby alias dipake weekend aja.
2. Solo atau Tandem atau dipakai orang lain
Akan dipake sendiri apa ada boncengan? Seberapa nyaman untuk boncengan. Atau malah dipake juga untuk orang lain, siapa tau belinya patungan
3. Volume mesin dan ukuran motor
Semakin besar CC biasanya semakin besar bodynya dan semakin kenceng larinya.
4. Berapa budget yang tersedia?
bukan hanya harga belinya saja tapi renungkan juga nanti Biaya perawatan, Pajak, spare parts
5. Resources
Internet, club, Bengkel, kenalan, teman yang bisa dimintai bantuan kalo terjadi masalah. Percuma kalo udah bagus motor/mobil kita tapi ngga ada yang bisa bantuin kalo ada masalah. Karena ngga ada yang tau dan ngerti.
6. Features yang dibutuhkan
Pilihlah sesuai kebutuhan Anda jangan pilih modelnya saja.
7. Akan berapa lama digunakan
Buat anak jika nanti besar, atau keluarga, Depresiasi harga motor bekas, Buat investasi? tiap merk pasti beda.
8. Motivasi dalam membeli
Kebutuhan diri sendiri, Tren pasar, kenyamanan, buat usaha, good review atau dipaksa sama salesnya?
9.Kapan dibutuhkan
Beli baru detik ini juga, beli motor bekas harus rajin mencari. atau tunggu model baru berikutnya?
Read more >>

17 Tips Membuat Motor Jauh Lebih Irit



1. Cek Tekanan Ban
Sepele, tapi besar manfaatnya dalam menghemat konsumsi BBM. Karena kalau tekanan angin kurang, dapat menimbulkan keborosan BBM 10-15%. Jadi pastikan tekanan ban di motor kesayangan selalu tepat sebelum mengendarainya.
2. Cek Kondisi Roda
Contoh dari kelurusan putaran, kelancaran putaran roda dan lainnya. Sebab apabila putaran roda berat atau tak presisi, jelas akan memperlambat laju motor. Pemicunya pelek tidak center(speleng), bearing roda aus atau kurang pelumasan dan sebagainya.
3. Atur Jarak Main Rem.
Apabila rem sampai menempel, tentu akan bikin lari motor jadi berat. sehingga pemakaian bensin tidak sesuai sama jarak tempuh motor. Makanya, atur jarak main tuas rem motor baik depan maupun belakangminimal 1/3 dr jarak main tuas secara keseluruhan. Jangan telalu rapat, karen dikhawatirkan kampas rem jadi menempel.
4. Pelumas
Daya lumas oli yg baik mampu membuat kitiran mesin lebih enteng serta dapat menjaga kompresi di ruang bakar sempurna. Ini akan menciptakan power mesin lebih optimal, sehingga lari motor lebih cepat (jarak tempuh jauh), namun bensin hemat. Ingat pengantian oli secara rutin dan tak melebihi batas servis yang di anjurkan (tiap 2.000-2.500KM) akan membuat performa mesin selalu segar dan putaran yang lancar.
5. Setel Klep
Celah klep terlalu longgar atau rapat bisa bikin tenaga mesin turun. Pengendara pun cenderung membetot gas lebih dalam demi meraih akselerasi cepat, efeknya, BBM banyak terpakai, untuk itu, kerenggangan komponen ini kudu disetel tepat sesuai spesifikasi motor masing”.
6. Stel Kopling
Stelanya jangan sampai terlalu sensitif. Maksudnya, saat tuas kopling ditekan, gigitan kampas kopling jadi cepat ngelos. Hal ini membuat kopling mudah selip saat gas di pelintir. Lari motor pun jadi tertahan, tapi putaran mesin meninggi. Selain itu, pastikan pula kondisi kampas kopling masih berperforma baik. bisa sudah tipis/aus segeralah ganti baru.
7. Busi
Umur kerja busi, efektifnya sampai jarak tempuh 6.000-7.000KM. Lebih dari itu, performa busi mulai menurun. Hasil pembakaran di ruang bakar juga ngedrop, alhasil pemakaian BBM menjadi boros, sebab campuran gas jadi tak terbakar dengan sempurna, tenaga mesin pun loyo. Oh ya, bila umur busi masih efektif, rajinlah dibersihkan saat servis rutin, sebab bila elektroda busi sampai diselimuti kerak, bisa menurunkan kualitas percikan busi. Selain itu, atur pula kerenggangan elektroda busi sesuai spesifikasi yg di anjurkan.
8. Filter Udara
Filter jenis viscous element tak boleh di bersihkan atau disemprot angin bertekanan. sebab akan merusak filter dan melunturkan pelumas penangkap debu di dalamnya. Bila tampak kotor kudu diganti baru.tapi yg berbahan busa,masih bisa dicuci. Selain menghemat konsumsi BBM, tarikan motor pun jauh lebih enteng.
9. Servis/Setel Karburator (tidak berlaku untuk injeksi).
Di anjurkan tiap kali servis rutin guna menghindari spuyer atau saluran bensin tersumbat kotoran. Sehingga selalu didapat efek pengabutan bahan bakar yg sempurna. Selain itu, setelan ketinggian pelampung, sekrup udara atau pilot air screw juga sangat mempengaruhi hasil pembakaran mesin. Bila dilakukan tepat, dapat memperbaiki power mesin hingga 0,5dk dan tentu berdampak bikin irit konsumsi BBM.
10. Menaikan Kompresi.
Ini langkah meningkatkan torsi mesin di putaran bawah, jadi saat berakselerasi awal, tidak perlu buka gas terlalu dalam, bensin pun irit. Tentu proses peninggian kompresi mesin tak ekstrem harus papas head, melainkan cukup mengurangi ketebalan paking atau mengganti pistone berdome tinggi.
11. Upgrade Sistem Pendinginan
Stabilitas suhu mesin sangat mempengaruhi performa dapur pacu. makanya, akali dengan memasang oil cooler.
Untuk motor penganut sistem pendingin cair, bila ingin suhu radiator dan mesin tetap terjaga ideal saat motor terjebak macet, bisa menambahkan kipas pendingin.
Upgrade mesin ditujukan buat motor berjam terbang tinggi, sebab komponen bergerak di dalam mesin pasti banyak yang aus. Misal ring piston lemah, clearence piston sudah terlalu longgar dan lainnya, cukup mengembalikan kepresisian komponen itu jadi normal lagi, maka selain tenaga mesin meningkat, pemakaian BBM juga lebih irit.
12. Pakai Fuel Saver
Tidak haram jika mau aplikasi “part” pengirit bensin kayak: power FX -femax-ring bensin dan sebagainya. Sebab berdasarkan hasil riset, “part” itu memang terbukti mampu menekan pemakaian bensin hingga 10%.
13. Upgrade Pengapian
Busi berperan penting bagi tenaga mesin. Ada beberapa cara untuk meningkatkan kualitas percikannya. Contoh adopsi peranti pengapian berspesifikasi high performance macam booster koil atau koil racing. Langkan ini sudah di buktikan mampu membuat irit konsumsi BBM di motor.
14. CDI Racing (tidak berlaku untuk ECU)
Mengingkatkan power mesin sekaligus ngirit bensin, lewat mengatur ulang timing pengapian. Umumnya dibikin lebih maju dari timing standartnya. Paling gampang, ganti otak pengapian dengan CDI tipe racing. Penerapan langkah ini dapat mengefisiensikan pemakaian BBM hingga 15% lo.
15. Ringankan Beban Motor.
Motor yg berat bikin lari ikut berat. Pengendara jadi sering memilintir gas dalam saat mau berakselerasi cepat. Jadi, sebaiknya hindari pemakaian aksesoris berlebihan yang dapat membuat bobot motor bertambah. Gunakan variasi yang berbobot enteng/ringan. Misal pelek alumunium, swing arm dan sebagainya.
16. Gunakan BBM Sesuai Karakter Motor.
Bila misalnya motor Anda hanya perlu menggunakan BBM dari jenis premium, tak perlu Anda ganti dengan pertamax atau pertamax plus hanya dengan keyakinan motor bakal berlari lebih kencang. Pabrikan sebetulnya telah membuat komposisi paling ideal antara tipe mesin dengan jenis BBM.
Untuk contoh di atas, memang motor ber-BBM premium akan lebih kencang bila diberi pertamax. Tapi, itu akan membuat motor bersangkutan mengonsumsi BBM lebih banyak (yang pasti harganya lebih mahal). Demikian pula sebaliknya. Jika motor memang direkomendasikan harus menggunakan pertamax, jangan menurunkan kualitas dengan memakai BBM premium. Selain akan membuat mesin ngelitik, penurunan spesifikasi BBM yang digunakan justru akan membuat motor boros konsumsi BBM-nya.
17. Cara Berkendara
Kesemua cara ngiritin BBM ini akan percuma bila tak dibarengi cara berkendara yang benar!!. Kalo anda masih suka kebut-kebutan, sering memblayer gas saat motor berhenti, sering main selip kopling dan lainnya. Sebaiknya, jalankan motor dengan kalem, mengurut gas perlahan-lahan waktu berakselerasi, memposisikan perseneling pada kondisi kecepatan dan putaran mesin yg pas, dijamin konsumsi BBM anda akan jauh lebih irit.
Read more >>

Kabel Gas & Kopling Satria FU Yang Beresiko

Bila kita perhatikan pada kabel gas dan kabel kopling yang ada dibawah setang motor Satria FU, ada sebuah pengait / bracket kecil untuk mengaitkan kedua kabel tersebut agar selalu dalam posisi menempel pada body / rangka motor.
4
Mungkin bagi sebagian orang, bracket tersebut hanya sebatas pelengkap pada motor, tetapi sebetulnya pengaruhnya cukup besar juga.

Kabel yang tidak menempel pada bracket tersebut otomatis akan mengurangi kerapian dalam motor kita. Selain itu, kabel yang bergerak bebas tersebut ada kemungkinan akan mengalami lecet karena bergesekan / terjepit antara body dan bagian shock breaker.
3
Perlu diketahui bahwa lapisan luar dari kabel yang berbahan karet menyelubungi lapisan kedua yang berbentuk ulir dengan bahan besi. Kedua bahan inilah yang melindungi kabel serat kopling dan gas pada motor.
Bila lapisan terluar terkelupas akibat gesekan tadi, secara otomatis lapisan kedua akan menjadi terbuka. Resiko pertama, lapisan kedua akan lebih mudah untuk mengalami bengkok sehingga kabel serat didalamnya akan menjadi susah untuk melakukan gerakan naik turun karena terjepit pada bentuk pelindung kabel yang berubah.
1
Dampak yang paling parah, ulir pada lapisan kedua akan menjadi semakin tertarik akibat pergerakan rutin dari kabel serat pada saat kita mengoperasikan motor. Dalam kondisi ini, ada kemungkinan saat kita menarik kabel gas, kabel serat tidak akan kembali ketika kita mengendorkan kabel gas kembali. Ini akan sangat berbahaya bagi pengendara dan sangat besar kemungkinan akan mengalami kecelakaan.
Beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menghindari hal ini adalah :
  • Senantiasa periksa kabel sebelum mengendarai motor, pastikan agar kedua kabel selalu tersangkut di dalam bracket.
  • Segera ganti kabel gas / kopling yang terkelupas untuk menghindari resiko yang lebih besar.
  • Senantiasa membawa kabel cadangan bila Satria FU kita mengalami kerusakan di tengah jalan.
Read more >>

Suzuki R3, MPV Kompak dengan Platform SX4

Salah satu mobil konsep yang cukup menarik pada New Delhi Auto Expo 10 adalah MPV kompak dari Maruti Suzuki adalah R3. Menurut Suzuki Motor Corporation atau SMC, MPV ini merupakan hasil rancangan Maruti Suzuki India.

Sementara itu, media otomotif India melaporkan bahwa Maruti Suzuki meluncurkan MPV karena ingin mengikuti jejak Toyota yang sukses dengan MPV Toyota Innova di negara tersebut. Kendati demikian, dimensi Suzuki R3 lebih kecil. Kelasnya di bawah Innova atau berarti sekelas dengan Avanza atau Xenia.

Mobil ini dirancang dan direkayasa dengan tiga deret jok. Cukup menarik, mobil ini dibuat pada platform SX4 yang diperpanjang. Versi produksi nantinya dibuat dengan sasis monocoque. Dengan demikian, posisi mengemudi lebih sama dengan posisi mengemudi di sedan ketimbang posisi di mobil yang menggunakan bodi di atas rangka.

Ciri khas yang cukup menarik pada R3 adalah, kedua pintu samping membuka secara berlawanan arah. Pintu depan ke depan dan belakang ke belakang. Hasilnya, ketika kedua pintu dibuka secara bersamaan sehingga penumpang bisa masuk dengan mudah ke interior. Ini juga akan memudahkan barang bawaan berukuran besar masuk ke dalam MPV ini.

SMC belum menjelaskan mesin yang akan digunakan pada MPV kompak tersebut. Kendati demikian, media otomotif India memperkirakan bahwa Maruti Suzuki akan menggunakan mesin K-Series dengan pilihan 1,2 atau 1,4 liter.

Juga ada kemungkinan bahwa mereka akan menggunakan mesin diesel. Maklum, di India, mesin diesel cukup populer. Mesin diesel yang digunakan bisa jadi dari Fiat, Multijet 1,3 liter. Di samping itu, Maruti Suzuki juga akan melengkapi kendaraan ini dengan teknologi BBG (CNG) terkini.

Yang menarik pula, karena VW kini punya 20 persen saham di Suzuki, produsen Jerman tersebut bisa jadi pula akan menaruh produk mereka di ruang mesin MPV ini. Jika Maruti Suzuki jadi memproduksinya, maka dibutuhkan waktu 18-24 bulan. Penampilannya pun akan berbeda dari konsep yang dipamerkan!

Read more >>

Suzuki Pasarkan Splash di Indonesia Awal 2010

Belum usai peluncuran resmi New Karimun Estilo, Suzuki sudah berani mengumumkan kepada wartawan, Selasa (13/10), bahwa mereka akan memasarkan produk terbaru awal tahun depan. Kendati tidak dijelaskan secara spesifik, mereka sempat menceritakan bahwa produk baru yang akan dipasarkan tersebut adalah Suzuki Splash, mobil kecil hatchback 5 penumpang.

Splash, selain diproduksi di India, juga dibuat di Hongaria untuk pasar Eropa. Di India, Splash telah berganti nama menjadi Suzuki Ritz. Mobil ini sebelumnya juga dijual oleh produsen lain, yaitu Opel dan Vauxhall, dengan nama Agila.

Belum ada informasi tentang mesin yang akan digunakan. Splash di berbagai negara ditawarkan dengan tiga pilihan mesin, yaitu bensin 1,0 liter dan 1,2 liter. Adapun satu lagi adalah mesin diesel 1,3 liter. Mesin bensin merupakan K-Series yang digunakan pada Estilo sekarang.

Di India, Ritz ditawarkan dengan dua pilihan mesin, yaitu bensin dan diesel. Kedua mesin berkapasitas sama, 1,2 liter. Kemungkinan besar, Suzuki akan mempersenjatai Splash untuk pasar Indonesia dengan mesin 1,2 liter bensin.

Kemampuan mesin ini cukup hebat, menghasilkan tenaga maksimum 85PS @6.600 dan torsi 11Nm @4.500 rpm.

Kemungkinan, Splash mengisi kekosongan segmen antara Swift dan Estilo (Rp 127 juta). Pasalnya, harga Swift mesin 1,5 liter di segmen paling rendah adalah Rp 169,5 juta. Kendati demikian, keduanya menggunakan platform sasis yang sama. Karena itu pula, dimensinya tidak jauh berbeda.

Dimensi Suzuki Splash vs Swift (mm)
Item
Splash
Swift
Panjang
3.715
3.755
Lebar
1.680
1.690
Tinggi
1.590
1.590
Jarak sumbu roda
2.360
2.360
Read more >>

New Karimun Estilo Makin Gaya dan Bertenaga

Suzuki Indomobil Sales (SIS) hari ini memperkenalkan New Karimun Estilo kepada wartawan dengan langsung mengujicobakannya melalui rute Jakarta-Bandung selama dua hari, 12-13 Oktober.

Di negara asalnya, India, mobil ini dinamakan Suzuki Zein Estilo. Versi baru yang disebut juga “All-New Estilo” diluncurkan pada 25 Agustus lalu. Adapun di Indonesia mobil ini disebut “New Karimun Estilo”, versi kedua dari Karimun Estilo. Versi pertama mobil yang diimpor secara completely built-up (CBU) ini diluncurkan pada 20 Mei 2007.

Estilo (kata estilo berasal dari Spanyol yang berarti “gaya” atau “style”) juga disebut sebagai “van keluarga mini” di India. Pasalnya, mobil ini menggunakan desain dan monoform yang tinggi.

Eksterior. New Karimun Estilo tak hanya merupakan facelift agar wajahnya terlihat fresh. Akan tetapi, mesin ternyata juga diganti. Sosok baru Estilo terlihat pada gril depan, bumper depan, lampu kabut yang sekarang terintegrasi dengan bumper depan, serta sepatbor depan dan belakang.

Bila versi lama memiliki sepatbor yang rata, kini bagian itu dilengkapi dengan lengkungan sehingga tampil lebih gaya. Perubahan lain adalah pada tutup roda. Bumper depan juga tampil lebih dinamis, mengikuti gaya mobil-mobil zaman sekarang. Bumper depan dilengkapi kisi-kisi berbentuk trapesium.

Di belakang, desain bumper juga berubah. Namun, desain lampu kombinasi masih sama dengan versi sebelumnya, yaitu segitiga siku-siku dengan tiga segmen warna, merah, putih, dan merah.

Interior. Interior Estilo terbaru ini juga didandani dengan penampilan kombinasi warna beige/coklat. Cover jok dibuat timbul dengan desain geometrik. Area ini tampak lebih atraktif dengan tambahan aksentuasi silver pada konsol tengah, meter kombinasi, setir, grill AC, dan kepala tuas pemindah gigi. Panel instrumen menggunakan spidometer desain baru. Indikator bensin ditayangkan secara digital.

Mesin. Mesin diganti total. Kini Estilo menggunakan mesin K-Series (sebelumnya F10D). Kapasitas mesin baru ini lebih kecil, yaitu 998 cc, 3 silinder. Adapun sebelumnya 1.061 cc, 4 silinder.

Kendati demikian, kinerja mesin baru ini lebih hebat karena menggunakan teknologi DOHC. Klaim Maruti-Suzuki, tenaga yang dihasilkan 68 PS @6.200. Torsi juga naik (lihat tabel perbandingan). Lantas, dengan kombinasi transmisi baru, Maruti-Suzuki mengklaim konsumsi bahan bakar mobil ini 18,2 km/liter. Irit banget! Suara yang ditimbulkan mesin halus dan getarannya rendah.

Mesin baru ini menggunakan crank shaft bermodel off-set. Tujuannya untuk memperoleh efisiensi volumetrik, meningkatkan tenaga dan efisiensi bahan bakar, serta supaya perbandingan kompresi tinggi. Saluran isap dibuat dari plastik dengan tujuan mengurangi berat dan kerugian isap.

Teknologi lain adalah pengapian tanpa distributor yang disebut Suzuki dengan Smart Distributor-less Ignition (SDLi). Dengan ini pula, koil langsung pada busi. Diinformasikan pula, injektor yang digunakan sekarang mampu menghasilkan pengabutan dengan lebih baik. Tak kalah menarik, di India, mesin K10B ini membutuhkan pergantian oli setiap 10.000 km. Hebat euy!

Transmisi. Transmisi yang digunakan adalah manual 5-percepatan, yang dioperasikan melalui kabel. Pengoperasiannya lebih halus dan cepat karena hambatan mekanisnya lebih rendah. Hal itu bisa diperoleh karena menggunakan detent pin pada pemindah gigi dan mekanisme pemilih gigi.

Pada mekanisme pemilih ini, proses kerjanya berubah dari geser menjadi gelinding. Inilah yang membuat hambatan berkurang. Di India, mobil ini dijual seharga 340.000 rupee atau jika dikonversi menjadi Rp 70 juta. Nah, sekarang ini di Indonesia, versi lama dijual seharga Rp 127,75 juta. Namun, menurut Direktur Pemasaran PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) Endro Nugroho, harga New Karimun Estilo ini masih sama dengan yang lama.

Perbedaan Mesin Karimum Estilo Baru dan Lama
Item
Baru
Lama
Tipe
K10B
F10D
Jumlah silinder
3
4
Teknologi
DOHC, injeksi
SOHC, injeksi
Kapasitas cc
998
1.068
Tenaga maks. PS @ rpm
68 @6.200
65@6.200
Torsi maks. Nm@ rpm
90@3.500
84@3.500
Read more >>

Suzuki Mulai Jual Hybrid 2011

Teknologi hibrida terus berkumandang. Setelah Toyota dan Honda mulai memasarkan produk hibridanya, kini giliran Suzuki merambah pasar Amerika 2011. Demikian kabar yang dikutip dari kantor berita Jepang, Nikkei.

Bekerja sama dengan General Motors Corp, merek berlambang "S" ini tengah mengembangkan sistem hibrida terbaru, yakni menggunakan baterai ion litium berukuran kecil, tetapi dengan daya listrik cukup besar. Sistem kendaraan ini nantinya mampu menempuh jarak 20 persen lebih jauh dari mobil berbahan bakar bensin.

Hadirnya Suzuki menambah kekuatan Jepang di segmen hibrida setelah sebelumnya Toyota (Prius) lebih dahulu, kemudian disusul Honda (Insight). Kehadiran ini sekaligus juga memberi opsi bagi konsumen untuk memilih kendaraan hibrida. Kerja sama dengan GM masih terus berlanjut meski produsen mobil dari Amerika Serikat itu sempat pailit Juni lalu.

Sedan midsize Suzuki, Kizashi, yang diluncurkan baru-baru ini akan menjadi varian yang diandalkan untuk mengadopsi sistem dua mesin ini.

Di sisi lain, Toyota Motor Corp (TMC) tak berencana untuk segera memproduksi Yaris hibrida di Perancis. Hal tersebut diutarakan Philippe Boursereau selaku General Manager Product and Corporate Communications Toyota di Perancis.

“Belum ada rencana sekarang ini untuk memproduksi mobil hibrida yang lebih kecil," ungkapnya seperti dikutip kantor berita AP, akhir pekan lalu. Ketegasan ini menjawab adanya spekulasi untuk menambah lini produk hibrida yang selama ini didengungkan, yaitu Yaris, untuk pasokan area Eropa dengan basis produksi di Perancis.

Boursereau melanjutkan, Toyota baru akan menawarkan sistem hibrida untuk seluruh produknya setidaknya dalam satu dekade mendatang. "Jadi yakinlah, tak akan ada versi hibrida untuk Yaris setidaknya 10 tahun ke depan," lanjutnya.

Read more >>

Suzuki Grand Vitara 2.4L Lebih Rigit dan Irit

Sekalipun baru dipasarkan April mendatang, pihak PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), selaku ATPM Suzuki mobil merasa yakin kalau Grand Vitara 2.4 mampu bersaing dengan kompetitornya, baik dari brand Amerika maupun Jepang yang sudah lebih dulu melenggang di pasar tanah air. Keyakinan SIM karena didukung keunggulan SUV baru mereka yang tidak dipunyai pesaingnya.

Kendati dari sisi eksterior, Grand Vitara 2.4L ini merupakan minor change dari model sebelumnya yang 2.0L. Sehingga tak ada perbedaan mencolok, meski tampilan gril dan bumper depan sudah lebih sporty. Perubahan lain, melipat kaca spion yang sudah dilengkapi sein, dilakukan secara elektronik.

Lampu utama menggunakan HID (high intensity discharge) projector yang dilengkapi fitur auto leveling dan auto headlamps. Jadi, posisi lampu akan mengatur secara otomatis ketika terjadi perubahan pada bodi (karena membawa penumpang atau beban). Trus, lampu akan menyala dengan sendirinya saat pencahayaan di luar mulai berkurang (sedikit gelap). Ini keunggulan dari Grand Vitara 2.4L yang tak dipunyai kompetitornya.

LEBIH IRIT DAN RIGIT
Untuk mesin, adanya peningkatan kapasitas dari 2.000 cc, secara logika, seharusnya dengan 2.400 cc pasti lebih boros. Ketika Kompas.com melakukan test drive dengan rute Yogyakarta-Salatiga-Semarang melewati kawasan wisata nasional Gunung Merapi, Jawa Tengah yang sarat tanjakan dan belokan, konsumsinya 11,8 km/liter.

Sementara ATPM mengklaim 12,6 km untuk transmisi manual, lebih jauh 3,6 km dibanding dapur pacu 2.000 cc untuk 1 liter (transmisi manual). Lebih iritnya mesin 2.400 cc 16V 4-inline ini, menurut Bebin Djuana didukung manajemen engine. ”Jadi, mesin ini memang dibikin untuk Grand Vitara 2.4. Di Jepangnya sendiri baru dilaunching sekitar 10 bulan yang lalu,” tegas Deputy GM Marketing 4W Brand II PT SIM itu.

Manajemen mesin yang dimaksud, menurut Bebin di antaranya program ECU (engine control unit) dan VVT (variable valve timing). Teknologi terakhir ini yang mengatur buka-tutup katup sesuai dengan kondisi kerja mesin. Dengan begitu, kerja mesin menjadi lebih efisien.

Yang menjadi tanda tanya, kenapa Vitara baru ini memakai mesin inline? Kok, bukannya V6 yang vibrasinya lebih halus dari mesin inline. Namun dari bobot, inline lebih ringan. Dan pertimbangan Grand Vitara pakai mesin inline, menurut Bebin untuk menekan biaya produksi. Untuk mengurangi getaran pada inline sudah dikasih balancer shaft.

Selain mesin, pada bagian kaki-kaki juga mendapat penyempurnaan. Paling nyata, pemakaian velg yang lebih besar dari R17 menjadi R18. Untuk sistem suspensi, ”Secara teknis, sistemnya tidak berubah. Hanya pada desain ulir (coil spring) dan sokbrekernya. Lalu, pada dudukan gardan belakang pakai braket hidraulis dan yang depan lebih diperkuat (reinforced). ”Sehingga mobil menjadi lebih rigit di tikungan,” bilang Bebin.

Masih dari kaki-kaki, untuk sistem penghenti laju, keempat roda sudah dilengkapi disc brake 4 ventilasi ditambah ABS, EDB dan BA.

Untuk interior hampir tak ada beda sama pendahulunya. Kecuali Multi Information Display (MID) menyatu dengan isntrumen indikator. Sementara jam yang sebelumnya berada di tengah dipindahkan ke head unit.

Read more >>

APV Luxury Bergaya Alphard

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), ATPM Suzuki di Indonesia, hari ini meluncurkan APV versi mewah dengan perubahan utama pada eksterior. Varian baru ini diberi nama “Luxury”, merupakan peningkatan dari versi paling top dari APV Arena, yaitu SGX.

Menurut Endro Nugroho, Direktur Pemasaran PT SIS, keputusan untuk memasarkan APV Luxury karena cukup banyak permintaan konsumen terhadap APV modifikasi khusus yang dipamerkan pada Indonesia International Motor Show (IIMS) tahun lalu. APV mewah hasil modifikasi itu merupakan hasil karya AutoSpot di bawah pimpinan Edwin Adjisatryo.

Berdasarkan pengamatan Kompas.com—juga sudah menulis APV modifikasi tersebut—hanya sebagian kecil dari konsep modifikasi AutoSpot yang diaplikasikan pada Luxury. Hal itu bisa dimaklumi karena ada beberapa aspek yang tidak bisa diaplikasi pada produk massal. Kemudian, juga ada pertimbangan lainnya, yaitu harga.

“Kalau pakai konsep yang dipamerkan pasti kan mahal. Biaya modifikasi saja Rp 100 juta. Karena itu, setelah dipelajari, versi sekarang yang kami pasarkan,” jelas Endro Nugroho.

Fitur khusus APV Luxury adalah gril radiator, bumper depan, dan lampu kabut. Wajah minivan ini pun mirip dengan van mewah Toyota Alphard.

Luxury menggunakan gril dengan garis-garis lebih banyak dan rapat. Permukaan gril tetap dilapisi krom. Tambahan lain adalah side body moulding yang berukuran lebih besar dibandingkan dengan Arena. Di samping itu, ada juga kelengkapan side skirt. Perbedaan lainnya adalah motif dan ukuran velg serta ban yang digunakan.

Untuk velg digunakan alloy dengan dua pilihan, 15 dan 17 inci. Juga ada perbedaan pada ban yang digunakan. Untuk Luxury, dengan velg 15 inci, ukuran ban yang digunakan adalah 195/65R15. Adapun untuk velg 17 inci, ban yang digunakan 215/50R17.

Belakang & Interior
Di belakang, spoiler atasnya menggunakan desain baru dengan ukuran lebih besar. Tambahan lainnya muffler extension serta sensor parkir dan mundur. Alasan Suzuki menambahkan perlengkapan yang disebutkan terakhir adalah untuk memudahkan pemilik memarkirkan kendaraannya.

Untuk interior tidak ada perubahan. Hanya ada penambahan fitur, yaitu alarm dan keyless entry atau tidak perlu menggunakan kunci manual untuk membuka pintu.

Untuk jok, bagian tengah menggunakan model captain seat atau model split. Setiap jok, baik di depan, tengah, maupun belakang, dilengkapi dengan penahan kepala (headrest) dan tatakan tangan (armrest). Jok tengah bisa digeser, sedangkan sandarannya dapat diatur kemiringannya.

Untuk transmisi, ditawarkan manual dan otomatik dengan perbedaan harga Rp 11 juta. Mesin tak ada perubahan, yaitu 1,5 liter, DOHC, distributorless, sistem injeksi multipoint yang menghasilkan tenaga 105 PS @6.000 rpm dan torsi 125 Nm @3.000 rpm. *
Read more >>

Grand Vitara 2.4 Senjata Pamungkas Suzuki

Di tengah krisis global beberapa bulan belakangan ini, sejumlah produsen otomotif mengakui turunnya gairah pasar. Sejumlah strategi dipersiapkan untuk mengejar target yang dipasang pada awal tahun. Tak terkecuali, PT Indomobil Niaga Internasional (IMNI) selaku agen tunggal pemegang merek (ATPM) Suzukidi Indonesia.

Direktur Pemasaran PT IMNI, Endro Nugroho, mengatakan meski target hingga bulan Oktober terpenuhi, sejumlah strategi tetap disiapkan Suzuki untuk memenuhi target hingga akhir tahun. "Kita bertaruh di bulan November dan Desember," tutur Endro ketika ditemui Kompas.com di kantornya di kawasan Cawang Jakarta, Rabu (26/11).

Endro mengatakan hingga akhir tahun ini, Suzuki mentargetkan penjualan dalam rentang 73.000-75.000 unit. Hingga Oktober 2008, penjualan telah mencapai angka 64.691 unit. Selisih yang harus dikejar tidaklah sedikit.

Namun, Endro menyiapkan strategi yang lebih terfokus kepda masyarakat kalangan menengah ke atas melalui showroom dan pameran. "Di tengah situasi krisis begini, kita akan lebih fokus ke kalangan yang masih mampu bertahan dalam situasi ini," tutur Endro.

Suzuki, katanya juga akan mengandalkan sejumlah sponsorship, salah satunya melalui ajang ASEAN Footbal Federation Club. Meski krisis, Endro berharap hingga tahun depan pasar otomotif di Indonesia tidak rusak. Saat ini, Suzuki masih mampu mengekspor sekitar 2.500 unit mobil ke lebih 70 negara.

Untuk mengejar sisa angka target, tampaknya sulit bisa dicapai mengingat suasana pasar lagi kurang bergairah. Namun untuk mendekati sangatlah mungkin. Pasalnya PT IMNI masih punya satu senjata andalan, yakni Grand Vitara baru bermesin 2.400 cc yang akan diperkenalkan pada pertengahan Desember ini.

Read more >>

Suzuki Grand Vitara 2.4L Bakal Hadir

Krisis ekonomi global tidak membuat sejumlah produsen mobil di Indonesia untuk menunda program peluncuran produk baru yang sudah direncanakan sejak awal tahun. Seperti PT Astra Daihatsu Motor (ADM) meluncurkan New Sirion, PT Toyota Astra Motor dengan New Avanza, PT GM Auto World Indonesia dengan Captiva putih serta limited edition bulan depan serta PT Indomobil Niaga International (IMNI).

IMNI sebagai agen tunggal pemegang merek (ATPM) Suzuki juga sudah menyiapkan dua acara peluncuran terhadap produk mereka. Yang duluan, tiga model yang akan diperkenalkan November ini berwarna putih. "Ketiganya itu, Suzuki Swift, SX-4 dan Grand Vitara," ungkap Bebin Djuana, Brand II R4 PT IMNI kepada kompas.com beberapa hari silam

Selain itu, ketika didesak bahwa Suzuki mau mengadakan tes jalan sekitar pertengahan Desember 2008, ia membocorkan produk yang akan dijajal itu adalah Grand Vitara. Bedanya dengan model sebelumnya, dari sisi eksteriornya hampir tak ada, kecuali interior seperti pada dasbor.

Perbedaan lainnya, pada mesin. Jika model sebelumnya mengusung dapur pacu berkapasitas 2.000 cc, untuk yang baru ini lebih besar, yakni 2.400 cc. Ada versi transmisi otomatis dan manual. Renacananya, diedarkan ke pasaran Januari 2009.

Read more >>

Suzuki Alto Pengganti Karimun Estilo

Isyarat dari PT Indomobil Niaga International, selaku agen tunggal Suzuki roda empat di Indonesia memang belum ada. Tapi dari pusatnya di Jepang sudah memberi sinyal kemarin (7/8) kalau Suzuki Alto mulai diproduksi secara global mulai Oktober ini. Dan sedan mungil ini akan dipajang pada Paris Motor Show, Oktober 2008.

Suzuki Alto yang akan diproduksi nanti merupakan hasil pengembangan ketujuh kalinya dari yang pertamanya konsep A-Star yang tampil di India Auto Show, Januari tahun ini.

Dari segi bentuk, desain Alto lebih manis ketimbang Estilo yang mirip kendaraan kebanggaan negeri Bollywood, Tata Nano. Sosok sedan mungil lebih kental dari Alto yang megusung mesin 1.000 cc berbahan bakar bensin dengan emisi CO2 terendah di bawah 109g/km dan sesuai estándar Euro5.

Semua produksi Alto untuk kebutuhan pasar dunia akan diproduksi di Suzuki India’s Manaser Plant di Maruti. Sesuai jadwalnya, untuk pasar Eropa dimulai Oktober, sedang India sendiri beserta negara lainnya, start produksi Desember. Boleh jadi, alto bakal meramaikan pasar mobil Indonesia tahun depan, malah bisa jadi akhir tahun ini.

Pada Paris Motor Show nanti, Suzuki juga menampilkan dua unit SX4-FCV yang sudah dilengkapi dengan teknologi hydrogen bikinan GM serta menggunakan air-cooled fuel cell system dari Inggris.

Read more >>

4otomotif modifikasi