Tampilkan postingan dengan label BMW. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BMW. Tampilkan semua postingan

BMW Perkenalkan Seri-6 Convertible

Saat Concept 6-Series Coupe dipamerkan di Los Angeles Auto Show 2010, BMW justru menyebarkan gambar dan data generasi terbaru BMW Seri 6 atap terbuka. Dua varian BMW Seri 6 Convertible, 650i dan 640i resminya diluncurkan di Detroit Motor Show Januari tahun depan.

Seri-6 baru ini lebih panjang 74 mm, tambah lebar 39 mm dan makin rendah 9 mm dibandingkan generasi sebelumnya. Dimensi baru: panjang 4.894 mm, lebar 1.894 mm dan tinggi 1.365 mm.
Jarak sumbu rodanya juga bertambah 74 mm menjadi 2.855 mm.

Di interior, dasbor dan konsol tengah kini lebih fokus terhadap pengemudi dibandingkan model sebelumnya, dengan penambahan ruang kaki, ruang kepala dan ruang bahu di kabin depan. Kapasitas bagasi tidak berubah, masih 350 liter saat atap terpasang dan 300 liter saat atap dilipat.

Atap kanvas dan ruang penyimpanan Seri-6 ini juga mengalami perubaha. Atap lipatnya dapat dioperasikan saat mobil sedang melaju hingga kecepatan 40 km/jam dan membutuhkan waktu 19 detik untuk membuka dan 24 detik untuk melipat.

Kedua Seri-6 ini menggunakan mesin yang sama, dengan teknologi injeksi langsung. Untuk meneneruskan tenaga, BMW mengandalkan tranmisi otomatis 8-speed.

Model standar 640i bermesin 6-silinder segaris 3.0 liter turbo menghasilkan tenaga 320 PS dan torsi 450 Nm. Klaim BMW, akselerasi 0 - 100 km/jam dapat dicapai dalam 5,7 detik dan kecepatan top dibatasi 250 km/jam. Konsumsi bahan bakar 14,8 km/liter dan emisi CO2 185 g/km.

Untuk 650i bermesin V8 4,4 liter turbo tenaganya 407 PS dan torsi 600 Nm. Akselerasi 0 - 100 km/jam dicapai dalam 5,0 detik dan konsumsi bahan bakarnya 11 km/liter. Emisi CO2nya 249 g/km.

Diperkirakan, masih akan ada pilihan mesin lain, yaitu turbodiesel. Varian M6 diperkirakan akan menggunakan mesin V8 4,8 liter turbo ganda yang dapat mengerah tenaga sampai 550 PS.

Read more >>

Vision EfficientDynamics: Konsep Hibrida Sport Diesel BMW

Popularitas mobil hibrida tampaknya kian menarik. Hal tersebut tampak dari mobil sport konsep yang akan ditampilkan BMW pada Internationale Automobile Austellung (IAA) yang ke-63 atau Frankfurt Motor Show 2009, yang akan diselenggarakan pada 17-27 September ini.

Mobil konsep yang akan diperkenalkan BMW adalah sport 2 + 2 yang mengandalkan sistem penggerak hibrida. Dalam hal ini, sistem itu adalah mesin diesel dan motor listrik. Dijelaskan, mobil konsep terbaru produsen asal Muenchen ini merupakan visualisasi teknologi BMW ActiveHybrid plus, simbol mobil sport masa depan yang irit bahan bakar dan ramah lingkungan.

Kuat & Irit. Untuk memperoleh kinerja konsumsi bahan bakar yang irit dan emisi yang rendah, para ahli BMW mengadopsi teknologi atau konsep mobil kecil ke kelas premium. BMW menyebutnya VissionEfficientDynamics.

Konsepnya adalah mobil hibrida menggunakan mesin turbo diesel tiga silinder dan dua motor listrik. Dalam hal ini, BMW menggunakan hibrida seri. Hanya motor listrik yang dipasang pada setiap as roda depan belakang, yang menggerakkan mobil.

Dengan kedua as roda diengkol oleh mesin, BMW pun menyebut mobil ini berpenggerak semua roda atau all-wheel drive (AWD). Tenaga yang bisa dihasilkan oleh motor listriknya, 262 kW (356 PS) dan torsi maksimum 800 Nm.

Mobil ini mampu sprint dari 0 ke 100 km/jam hanya dalam 4,8 detik. Adapun kecepatan top yang bisa dicapai adalah 250 km/jam. Ini pun dibatasi secara elektronik. Sementara itu, konsumsi bahan bakar dari mobil berdimensi panjang 4.600 mm, lebar 1.900 mm, dan tinggi 1.240 mm ini (dengan mode EU) adalah 3,76 liter/100 km atau 26,6 km/liter. Sementara itu, emisi CO2, 99 gram/km.

Plug-In. Untuk meningkatkan efisiensi atau biaya operasional yang murah, BMW merekayasa mobil ini sebagai hibrida plug-in. Sel baterai lithium polimer yang digunakannya bisa dicolokkan langsung ke stop kontak rumah di Eropa yang menggunakan listrik dengan standar tegangan 220 volt. Dengan tegangan tersebut dan arus pengisian 16 ampere, waktu yang diperlukan untuk mengisi ulang baterai hanya 2,5 jam. Selanjutnya, bila menggunakan tegangan 380 volt, 32 ampere, pengisian aki hanya butuh waktu 44 menit. Cukup menarik!

Tak kalah menarik, kemampuan mobil menempuh jarak dengan tangki solar penuh (25 liter) plus baterai adalah 690 km. Untuk baterai saja, jarak yang dapat ditempuh 50 km. Mobil juga dilengkapi dengan brake energy regeneration (BER) atau yang banyak dikenal secara umum dengan KERS.

Lampu. Bagian ini menggunakan material teknologi ringan yang inovatif pada interior. Itu antara lain head-up display (HUD) tiga dimensi. Atap dan kaca pintu dibuat dari polikarbonat yang secara otomatis jadi lebih gelap bila kena sorot cahaya.

Untuk membuat penampilannya gaya, pintu mobil dibuka dengan gaya sayap burung camar (gullwing) yang membuka ke atas samping. Desain bodinya diadopsi dari Formula1 sehingga nilai aerodinamika, render-nya 0,22.

Teknologi inovatif lain yang dibanggakan BMW pada mobil ini adalah lampu dengan pencahayaan yang sangat terang. Di samping itu, lampu ini juga memberikan simbiosis penerangan yang unik di sekitarnya.

Tak kalah menarik, kombinasi desain lampu LED di depan dan belakang mobil, menurut BMW, akan menciptakan tren desain masa depan. Pasalnya, lampu tersebut terintegrasi atau menjadi kesatuan desain seluruh bodi mobil. Bahkan, lampu belakang juga berfungsi sebagai deflektor. Karena itulah, BMW berani mengatakan bahwa VissionEfficientDynamic hibridanya unik!

Read more >>

BMW 520i Berbaju Buatan Amerika

Anda pasti mengira BMW 520i ini produksi 2008 atau 2009. Justru pada "akta kelahiran" (STNK), tercatat tahun produksi 2004. Tampilan bisa elegan lantaran Ab-Ab, si pemilik, menjejalkan body kit buatan luar di bagian tertentu di eksterior.

Karena asal mobil tersebut dari Jerman, body kit pun tentu dari sana juga. Sebut saja Hamman atau AC Schnitzer. Tentu modifikator di Tanah Air sudah begitu akrab dengan nama-nama itu.

Namun, Ab-Ab justru menyematkan produk dari brand yang masih asing di telinga kita, seperti Lumma Design, Radenergie, dan Kelleners. Brand-brand tersebut dari Amerika, dan sangat populer di negerinya. Produk dari negeri Paman Sam ini dipilih karena mampu membius pola pikir Ab-Ab, selain karena dia juga pernah bermukim 3,5 tahun di sana.

"Selain belum ada yang pakai, body kit Lumma modelnya kelihatan gahar, tapi soft. Medium kalau dibanding sama Hamman atau AC Schnitzer," ujar Ab-Ab. Meski begitu, dia bisa dibilang sebagai pionir dan pembuka pola pikir terhadap brand-brand yang kurang populer.

Body kit Lumma Design yang jadi pilihan Ab-Ab mengikuti bentuk varian modifikasi M5 bernama CLR500RS. Dibangun untuk mengimbuhkan kemampuan mesin, tampilan, dan kekuatan sasis, pemasangan dilakukan via perangkat modifikasi keluaran Lumma.

Ciri kental CLR500RS adalah bodi yang lebar pada fender, sekaligus sanggup menopang velg 21 x (10 + 11,5) inci. Otomatis, hal ini berimbuh pada penampilan bumper depan dan belakang yang juga lebar. Karena Ab-Ab tak suka wide body, maka hanya perlu sidikit proses pengepasan pada body kit. "Gue mau yang simpel aja. Terlalu racing kelihatannya nanti, kalau di-wide body," tegasnya.

Untuk mendapatkan itu, cetakan body kit asli dari Lumma Design dirombak dengan memotong sisi-sisi yang menekuk ke fender. Lantas, bentuknya tinggal disesuaikan dengan versi non-wide body, seperti terpasang pada BMW 520i ini.

Selain Lumma, coba lirik velgnya. Perangkat itu juga asal Amrik, berlabel Radernegie. Tampilannya menawan, dengan bibir krom di sekelilingnya, sesuai aura seri 5 yang terkesan klasik dan modern. Namun, Ab-Ab harus me-roll sepatbor karena menggunakan velg 20 inci dengan lebar 9 + 10 inci.

Lalu, produk Kelleners tersemat di mana? Silakan lirik ke ujung knalpot yang sudah menjadi dua pasang.
Read more >>

BMW Coupe Tercepat di Dunia

Inilah BMW Coupe tercepat di dunia. Kemampuan yang dibanggakan, kecepatan yang bisa diraihnya di atas 370 km/jam. Demikian klaim dari rumah tuner G-Power Hurricane CS, Jerman. Karya mereka ini disebut BMW M6 G-Power Hurricane CS.

Sayangnya, klaim tersebut tidak disertai data akurat. Antara lain, apakah ini merupakan rekor resmi dunia? Kapan dan di mana tes kecepatan tersebut dilakukan? Bahkan, kecepatan sesungguhnya tidak dinyatakan oleh G-POWER yang mengilik mobil ini, baik mesin maupun bodinya.

Twin-Supercharger
Hanya dijelaskan, mobil ini menggunakan mesin V10 SK III RS yang dilengkapi dengan twin-supercharger. Mesin ini sebelumnya sudah ditanamkan pada M5 Hurricane CS. Namun untuk M6 ini, sistem turborcharger kembarnya dirancang ulang. Tujuannya agar mesin bisa mencapai putaran yang lebih tinggi lagi.

Kedua supercharger baru model ASA1316 (sebelumnya ASA1 313) dengan ukuran lebih besar. Masing-masing charger bertugas menghembuskan udara ke setiap barisan silinder (terdiri dari 5 silinder). Dijelaskan oleh G-Power, dengan supercharger baru, jumlah udara yang dihembuskan pun bertambah sampai 25 persen.

Meski begitu, tidak semua udara itu bisa digunakan. Pasalnya, bila digunakan secara maksimal, menurut G-Power, tenaga mesin bisa mencapai 900 PS lebih! Wah...wah! Lantas bagaimana cara mereka melakukan modifikasi dahsyat tersebut?

Komponen khusus
Udara dari kedua supercharger lebih dulu didinginkan pada intercooler sebelum dimasukkan ke dalam mesin. Tipe intercooler adalah air-udara yang dicat dengan warna oranye. Kotak filter udara dibuat dari aluminium. Tujuannya agar bisa dipasang sedekat mungkin ke mesin.

Menurut G-Power, dengan cara ini, respons mesin terhadap injakan pedal gas oleh pengemudi sama dengan mesin produksi, kendati torsinya lebih besar.

Bagian dalam dari mesin 10 silinder punya 4 katup setiap silindernya. Untuk mengoptimalkan kerja mesin, digunakan piston mesin balap buatan Mahle untuk menurunkan kompresi.

Semua piston disamakan bobotnya dan lebih kuat dari versi produksi. Setang piston produksi dan pin juga harus ditinggalkan, diganti dengan komponen khusus dengan target harus mampu menghasilkan dan bekerja dengan tenaga mesin yang lebih besar.

Pengapian juga dioptimalkan dengan mengubah mapping-nya. Hasilnya, klaim G-Power lagi, tenaga yang dihasilkan mencapai 750PS atau 552 kW yang tersedia antara 7.500 dan 8.000 rpm. Untuk torsi, 800 Nm pada 5.000 rpm.

Sebelumnya, kreasi G-Power adalah M5 Hurricane CS dengan tenaga yang sama, 750PS, tetapi hanya mampu mencapai kecepatan tertinggi 367,6 km/jam. Itu pada jenis sedan. Prestasi ini diklaim diperoleh tahun lalu. Untuk M6, bodinya lebih aerodinamis daripada sedan.

Untuk mencapai kemampuan tersebut, beberapa bagian dari mobil, bobotnya dikurangi. Itu antara lain knalpot, jok, dan suspensi. Body kit dibuat dari serat karbon baru. Begitu juga dengan apron depan yang baru, bonnet yang diberi ventilasi, fender, diffuser, apron belakang, dan sayap belakang.

Komponen bodi yang disebutkan terakhir tujuannya untuk menjaga mobil mantap mencengkeram di permukaan jalan. Adapun untuk memperlambat dan menghentikan laju, digunakan rem dari karbon keramik dengan kaliper 6 piston.

Untuk menguji kecepatan, ban dan velg mesti ditukar. Pasalnya, batas kecepatan ban standar 340 km/jam. Begitu juga dengan spidometer yang mampu bekerja sampai 400 km/jam. Untuk pemakaian sehari-hari digunakan velg 21 inci Silverstone Diamond.

Sprint
Selain kecepatan tertinggi, mobil dengan bobot hampir 2 ton ini mampu melakukan sprint dari 0–100 km/jam hanya dalam waktu 4,4 detik. Untuk 0–200 km/jam, 9,6 detik, dan 0–300 km/jam 26 detik.

Untuk kecepatan 370 km/jam, mobil ini membutuhkan ban khusus yang dipasang pada velg alloy ringan G-POWER. Mitra teknologi G-Power adalah Michelin yang menyumbangkan ban Pilot Sport PS 255/35ZR19 untuk depan dan 305/30ZR 19 di belakang.

Harga yang ditawarkan G-Power setelah mobil ini dimodifikasi adalah sekitar 360.000 euro. Sama dengan Rp 5 miliar. Nah, bisa dibayangkan, jika di Indonesia ada yang menginginkannya dan memasukannya secara resmi, harga mobil ini akan dikenakan berbagai pajak dengan nilai dua kali lipat harga tadi. Dipastikan, harganya akan menjadi Rp 10 miliar. Ada yang berminat!

Read more >>

Kesempatan Mencoba BMW M3 dan X5 di Sirkuit Lippo

Ingin mencoba dan merasakan kehebatan BMW M3, X5, Seri 5, dan Seri 3 di sirkuit tanpa harus memilikinya? Ikutilah program yang ditawarkan oleh BMW Indonesia ini, BMW Track Day. Acara ini akan diselenggarakan oleh BMW pada Sabtu, 21 Maret 2009 di sirkuit Lippo Karawaci (Lippo Village), Tangerang, Banten.

Menurut Helena Abidin, Corporate Communicaions Director BMW Indonesia, yang dihubungi malam ini, acara terbuka untuk umum. “Kami lebih senang memberi kesempatan kepada mereka yang belum punya BMW. Mereka bisa merasakan dan mengemudikan BMW sendiri di sirkuit,” jelas Helena.

Meski begitu, BMW juga memberi kesempatan kepada pemilik BMW untuk mengikuti event ini. Tentunya, BMW tidak memungut biaya. Bahkan, sekitar 40 pemilik BMW M3, M5, dan M6 diajak untuk mencoba kemampuan mereka tancap gas di sirkuit Lippo.

Persyaratan untuk mengikuti acara ini, selain punya SIM dan keterampilan mengemudi, mereka juga harus mendaftar melalui dealer BMW terdekat. Peserta juga harus datang sendiri ke sirkuit Lippo Karawaci.

Untuk acara ini, BMW menyediakan 20 mobil, terdiri dari M3, X5, Seri 5, dan Seri 3. Saat mengemudi di sirkuit, peserta didampingi seorang pebalap nasional.

Khusus untuk M3, digunakan versi terbaru, yaitu coupe dengan transmisi double-clutch. Mobil ini menggunakan mesin V8, 4.000 cc dan menghasilkan tenaga 420PS @8.300 rpm.

Read more >>

BMW Seri-5 GT: Perkawinan GT Klasik, Sedan, dan SUV

Inilah konsep mobil dengan segmen juga terbaru dari Bayerische Motoren Werke (BMW): Seri-5 Gran Turismo (GT). Sebelumnya media hanya diberi 'teaser'. Minggu lalu, BMW merilis secara resmi foto-foto terbaru Seri-5 GT dan sedikit penjelasan konsep mobil yang akan membuat debut di Geneva Motor Show awal Maret mendatang.


Tanpa Rangka
Menurut BMW dalam rilisnya, konsep Seri-5 GT ini merupakan adaptasi dari PAS (progressive acitvity sedan). Sedan yang digunakan untuk keperluan sehari-hari. Targetnya, konsumen di segmen menengah atas. Karena itulah, mobil ini diambil dari keluarga Seri-5.

Kendati Seri-5 generasi terbaru belum jelas kapan diluncurkan dan BMW masih menyimpan identitasnya, para jurnalis dan pengamat sudah memperkirakan wajah depan sama dengan Seri-5 GT. Bagi produsen mobil asal Muenchen ini, Seri-5 GT lebih diprioritaskan lantaran dipastikan akan lebih banyak menarik perhatian dengan konsepnya yang benar-benar baru.

Dijelaskan mobil konsep terbaru ini adalah gabungan antara GT klasik, sedan, SUV, dan wagon. “Desainnya unik,” begitu ungkap BMW dalam rilisnya. Garis-garis atap mobil ini mengadopsi desain sedan coupe lantas diperkaya dengan empat pintu samping tanpa rangka.

Bila dilihat dari samping, Seri-5 GT ini posturnya sama dengan liftback. Bagian belakang landai dan bisa dibuka ke atas. Bedanya, BMW menciptakan gaya sendiri. Bagian belakang ini bisa dibuka dalam dua mode.

Pintu belakang dibuka vertikal ke arah atas. Hasilnya, ruang bagasi membuka seperti lubang dari belakang.

Mode kedua, pintu dan kaca belakang dibuka secara bersama, seperti mobil liftback. Hasilnya, pemilik mobil lebih gampang memasukkan barang berukuran besar ke dalam bagasi.

Belum cukup, agar bisa seperti crossover, jok belakang mobil ini bisa dilipat mendatar. Jumlah barang yang bisa dimasukkan ke dalam jadi bertambah besar.

Uniknya, dengan kemampuan seperti tersebut, BMW tak mau menyebut mobil baru ini sebagai crossover. Dengan kemampuan seperti itu, ada pula yang bilang, mobil ini sama dengan MPV. Untung saja tidak kotak. Namun yang pasti, gaya sedan liftback atau GT klasik lebih kental.

Dimensi Besar
Setelah melihat foto resmi Seri-5 GT ini, berbagai sumber mengatakan, untuk versi produksi, penampilannya sama dengan masih dalam tahap konsep. Kalau pun ada perubahan, hanya pada interior. Bahkan interiornya nanti, utamanya jok belakang, disediakan untuk 3 penumpang. Dengan demikian, bisa dimuati 5 penumpang. Diperkirakan, versi produksi akan dipamerkan pada Frankfurt Motor Show September mendatang.

Dimensi mobil ini termasuk besar. Ini dapat dilihat dari panjangnya 4.998 mm, lebar 1.901 mm, atau bila diukur dengan adanya kedua kaca spion luar menjadi 2.207 mm. Tinggi 1.559 mm dan jarak sumbu roda yang mencapai 3.070 mm. Spesifikasi terakhir, sama dengan Seri-5 CS yang dipasarkan di China. Lebih detailnya, GT ini 150 mm lebih panjang dan 74 mm lebih tinggi dari seri 5 yang dipasarkan sekarang ini.

Salah satu alasan utama BMW melahirkan Seri-5 GT—berdasarkan studi internal —ternyata masih banyak konsumen Seri 5 belum mendapatkan posisi duduk yang pas. Mereka menilai, Seri -5 sedan terlalu sporty. Karena itulah, ditawarkan posisi duduk mirip X6.

“Inilah mobil yang paling banyak mendapatkan perhatian dari kami,” jelas Chris Bangle sebelum mengundurkan diri dari BMW awal bulan ini. “Kami menemukan sekelompok pembeli BMW yang keinginannya belum terpenuhi. Kami ingin membuat mobil yang digunakan sebagai kendaraan harian,” tegasnya.

Saat peluncurannya, Seri-5 GT ditawarkan dengan gerak roda belakang. BMW juga merencanakan menawarkan xDrive 4x4 sebagai opsi. Elemen lain yang dicangkokkan pada mobil ini adalah konsep BMW Seri-5 CS yang dipasarkan di China, yaitu lampu depan.

Inovasi eksterior terbesar pada mobil ini adalah pintu belakang yang dapat dibuka dengan dua mode. Pertama, engsel pintu belakang membuka vertikal ke arah atas dan membentuk lubang di bagian belakang bagasi. Mode kedua, kaca dan pintu belakang diangkat bersamaan. Hasilnya, bukaan bagasi lebih lebih besar. Kondisi ini tentu cocok bila penggunanya ingin memuat barang berukuran lebih besar.

Fasilitas interior mobil termasuk mewah karena dipenuhi arsitektur seperti pada Seri-7 terbaru. Ruang kaki penumpang belakang termasuk lega dan memungkinkan mobil digunakan seperti limosin: pemilik duduk manis di belakang atau disopiri. Untuk meningkatkan kenyamanan kabin, BMW memasang partisi antara jok belakang dan bagasi.

Pilihan Mesin
Seri-5 GT menggunakan mesin dengan berbagai pilihan. Antara lain 3,0 liter, 6 silinder segaris tanpa turbo dan mengasilkan tenaga 272 PS, Lainnya, mesin twin turbo yang mampu menghasilkan tenaga 326 P.

Alternatif lain, mesin 4,4 liter V8 turbocharger yang menghasilkan tenaga 407 PS. Juga direncanakan single turbo 245 PS dan versi twin turbo diesel common rail 286 PS dengan kapasitas 3,0 liter segaris.

Transmisi manual 6 keccepatan untuk vesi mesin bensin dan diesel. Versi terbaru yang lagi dikembangkan adalah transmisi otomatik 8 tingkat kecepatan.
Fitur lainnya adalah Efficient Dynamic, yaitu fitur start/stop plus 'regenerative braking' sebagai standar. Ditambahkan, inilah produk pertama BMW menggunakan teknologi generator termal-elektrik.

Untuk versi paling satandar, digunakan suspensi pegas, sedangkan versi paling mewah, suspensinya sudah menggunakan tabung udara (air suspension). Tambahan lain adalah setir aktif adaptif. Untuk ini, tidak hanya roda depan yang bisa berbelok, juga roda belakang, seperti yang juga digunakan Seri-7 terbaru.

Dengan demikian, pengemudi jadi lebih senang. Pasalnya parkir jadi lebih mudah. Di samping itu juga lebih aman ketika diajak membelok pada kecepatan tinggi.
Read more >>

BMW Seri 7 Baru, Rp 2,8 Miliar Saja!

Tidak ada resesi bagi orang berduit. Buktinya, BMW tetap saja meluncurkan Seri 7 paling gres seharga Rp 2,8 miliar (on the road) untuk varian 750Li dan Rp 2,35 miliar untuk 740Li di Indonesia. Juga sudah dipastikan, mobil ini sudah tersedia di dealer resmi BMW di seluruh Indonesia mulai 11 Februari.

Seri 7 adalah “mercusuar”-nya Bayerische Motoren Werke (BMW). Karena itu, seluruh teknologi terbaru dan tercanggih yang dimiliki BMW diaplikasikan pada mobil ini. Begitu juga dengan desain, mutu material, dan penyelesaian akhir; dipilih yang terbaik.

Salah satu contoh teknologi baru adalah brake energy regenerative (BER). Saat ini, teknologi tersebut baru digunakan pada mobil hibrida dan listrik. Adapun versi mekanisnya digunakan pada F1 mulai tahun ini dengan nama KERS (kinertic energy recovery system).

BER adalah teknologi yang mencegah energi terbuang saat mobil direm. Ketika mobil direm, energi kinetik dari mobil diubah menjadi listrik dan disimpan dalam baterai atau aki. Dengan ini pula, meski menggunakan mesin berkapasitas besar, konsumsi bahan bakar relatif jadi lebih irit. Di samping itu, juga makin ramah terhadap lingkungan.

Eksterior
Hanya dengan melihat sosok mobil ini dari luar, teknologi terbaru yang digunakannya langsung terlihat. Teknologi baru tersebut adalah lampu depan dan belakang. Di depan, digunakan sepasang lampu xenon (bi-xenon) dengan fungsi sebagai lampu jauh dan dekat. Keduanya dilengkapi dengan lampu berbentuk korona yang berfungsi sebagai lampu siang. Di sisi luar lampu utama, digunakan delapan lampu LED yang berfungsi sebagai sein.

Di belakang, desain lampu kombinasi berbentuk “L” yang terdiri dari LED. Ketika dihidupkan, lampu membentuk 3-segmen 3-D. Meski sebagian besar tutup lampu belakang merah, untuk sein, ketika hidup warnanya menjadi kuning.

Interior
Saat berada di interior dan semua perlengkapan di aktifkan, muncul kekaguman: mewah, modern, dan eksklusif. Jok dibungkus oleh kulit berkualitas tinggi. Posisi duduk sangat nyaman, mantap, dan empuk.

Posisi duduk sebagai penumpang dan pengemudi juga nyaman. Makin mengasyikkan lagi, bila ingin mengatur jok, baik depan maupun belakang, cukup dengan menggeser tombol-tombol yang ada di samping bawah setiap jok.

Semua jok, bisa digeser maju mundur. Begitu pula kemiringan sandarannya. Hebatnya lagi, posisi setelan bisa disimpan. Dengan demikian, bila sempat diubah, untuk kembali ke posisi semula, cukup menekan satu tombol saja.

Khusus untuk 750Li, bagian interiornya dilengkapi dengan entertainment system profesional dengan tampilan monitor LCD resolusi tinggi berukuran 9,2 inci. Keduanya dipasang di belakang sandaran belakang jok depan. Menu yang ditayangkan bisa diatur melalui tombol “iDrive” belakang yang berada di antara kedua jok belakang.

Sistem infotainment belakang bisa digunakan untuk mengakses seluruh fitur entertainment di dalam mobil, mulai dari televisi, daftar musik, CD/DVD, radio, iPod, kamera digital, hingga Play Station.

Kokpit
Desain kokpit mobil ini canggih, mewah, dan modern. Di bagian tengah dashboard, dipasang layar LCD 10,2 inci untuk menayangkan berbagai informasi dan entertainment. Adapun di bagian tengah, terdapat konsol dengan tombol-tombol tekan dan putar plus tongkat pemindah gigi dengan desain bergaya kontemporer. Bagian ini juga dilapisi dengan panel dari kayu dengan finishing mengilap.

Seri 7 ini menggunakan transmisi otomatis dengan pengoperasian pemindahan gigi yang dilakukan secara elektrik dan kontrol elektronik. Dengan cara ini, pengemudi cukup menggeser tongkat pemindah gigi ke depan atau belakang.

Tombol kontrol lain di samping tongkat pemindah gigi adalah suspensi. Dengan hanya menekan salah satu tombol, "COMFORT", "NORMAL", "SPORT", dan "SPORT+", pengemudi bisa memilih karakteristik suspensi sesuai dengan kondisi saat mengemudikannya. Misalnya, nyaman saat jalan santai di kota (COMFORT) atau agak keras dan keras (SPORT dan SPORT+) untuk memperoleh stabilitas sewaktu membelok pada kecepatan tinggi.

Pada mobil ini tidak lagi ditemukan tuas rem tangan (parkir). Sebagai gantinya, digunakan rem parkir hidro-elektrik yang diaktifkan dengan menekan tombol. Dengan menekan tombol “Auto-Hold”, pengemudi tak perlu lagi menginjak pedal rem saat berhenti di tanjakan.

Panel Hitam
Instrumen menggunakan panel hitam dengan resolusi tinggi. Saat kunci kontak dimatikan, semua instrumen menghitam. Begitu kontak dihidupkan, tampilan instrumen jadi impresif. Pada malam hari, tampilan angka dan indikator berubah dari putih menjadi oranye.

Perubahan perlengkapan yang cukup mencolok dibandingkan Seri 7 versi sebelumnya adalah desain dan cara pengoperasian iDrive. Tombol atau pengontrol iDrive kini ada di depan dan belakang dan bisa dioperasikan secara independen.

Kontrol iDrive dioperasikan dengan menekan tombol ke samping, ke depan dan belakang, dan menekan tombol. Dilengkapi dengan tombol untuk memilih menu yang paling sering digunakan, yaitu CD, radio, telepon, dan navigasi (untuk Indonesia, yang terakhir tidak disertakan).

Juga ada tambahan tombol "MENU", "BACK", dan "OPTION". Tombol "BACK" fungsinya mirip dengan browser internet, memungkinkan penggunaan kembali ke menu semula.

Multimedia
Reproduksi suara audio yang dihasilkan mobil sangat mantap dan berkualitas tinggi, termasuk dari format MP3 dari iPod. Menurut BMW, kualitas suara yang hebat itu diperoleh berkat teknologi DIRAC dengan amplifier 600 Watt plus 16 speaker.

Tambahan komponen entertainment lainnya adalah DVD changer yang bisa menampung 6 keping CD/DVD, dua interface USB untuk audio, televisi, dan peranti pendukung telepon dengan koneksi Bluetooth.

Sistem multimedia pada Seri 7 ini peranti keras dan lunaknya sama dengan komputer masa kini. Untuk menyimpan data, digunakan hard disk berkapasitas 80 GB yang dapat mengakses berbagai data digital dengan efisien dan cepat.

Hard disk ini juga dapat dimanfaatkan untuk menyimpan lagu yang diunduh atau dikopi dari CD/DVD, MP3 player, dan USB stick. Kapasitas memori khusus untuk entertainment 12 GB atau sekitar 200 lagu dengan format CD. Seperti multimedia lainnya, sistem dapat memilih lagu berdasarkan judul, album, dan nama penyanyi.

Masih banyak lagi fitur mewah yang memberikan kenyamanan dan keamanan pengemudi dan penumpang pada Seri 7. Misalnya, integral active steering, park distance control, rear dan side view camera, head-up display, dan mesin twin turbo dengan teknologi piezo injector. Untuk bagian-bagian yang disebut terakhir ini akan dibahas lebih detail dalam rubrik teknologi.
Read more >>

BMW Tarik 150.000 Unit Seri 5, Seri 6 dan X3

BMW akan menarik 150.000 mobilnya yang beredar di Amerika Utara karena terdapat ‘kelainan’ pada airbag penumpang depan. Demikian pengumuman ini disampaikan oleh pabrikan mobil premium paling besar di dunia, di Munich, Kamis (14/8).

Menurut juru bicara BMW di Munich, kendaraan yang ditarik produksi 2004 – 2006 lantaran ada kerusakan pada sistem sensor yang diletakkan di bawah bangku. Jadi, ketika menerima beban (penumpang) sensor baru bekerja bila terjadi tabrakan. Seandainya tidak ada penumpang dan terjadi kecelakaan, airbag tidak bekerja.

Problem terhadap BMW yang bakal ditarik ini, justru saat mobil mengalami kecelakaan, airbag yang di bangku penumpang mengembang. Padahal, tidak ada penumpang. Setelah diselidiki, gangguan sistem airbag pada BMW itu yang beredar di Amerika dan Kanada.

Mobil-mobil yang di recall dari model seri 3 (2006), seri 5 produksi 2004 sampai 2006 dan X3 produksi 2004-2006. Sekalipun usia produksi kendaraan sudah menginjak 4 tahun, BMW memperlihatkan sikap tanggung jawab terhadap nyawa manusia.

BMW akan mengirim surat kepada pemilik kendaraan yang dimulai September mendatang. Dan berharap, mobil tetap dipakai bila tidak ada tanda peringatan berupa lampu yang “berkedip-kedip”. “Dalam situasi seperti ini, kami menghimbau untuk sementara jangan ada penumpang di depan dan cepat diservice.,” himbau BMW.

Read more >>

BMW Hydrogen 7, Sedan Mewah Pakai Gas

BMW Amerika menciptakan mobil berbahan bakar hidrogen yang mereka namai BMW Hydrogen 7. Ini bukan terobosan pertama karena pengembangan teknologi yang menghasilkan emisi rendah sudah dimulai dua tahun lalu. Tapi sebagai mobil mewah pertama pakai hidrogen, barangkali memang benar.

Dalam proyek ini, BMW memakai sedan mewahnya seri 760 Li bermesin 6.000 cc berkonvigurasi V12. Dapur pacu itu lantas dimodifikasi menjadi dual fuel. Berarti, sedan asal Jerman ini bisa menggunakan dua jenis bahan bakar, hidrogen dan bahan bakar normalnya. Dibikin dua jenis bahan bakar lantaran infra struktur hidrogen sendiri di Amerika belum banyak.

Dibandingkan Ford, General Motors, Honda dan merek lainnya yang juga menciptakan mobil hydrogen, emisi yang dihasilkan BMW ini jauh lebih kecil. Bahkan pihak BMW sendiri menyebutnya Clean Energy. Karena, emisi dari karbon dioksida dan nitrogen oksida diolah secara sempurna, sehingga tidak meninggalkan sisa.

Karena bahan bakar yang dipakai berupa gas, maka dimensi tangki dirancang lebih kecil namun bisa menerima tekanan sampai 423 derajat dari temperatur nol. Bila tekanan di dalam tangki terlalu tinggi, ada lubang yang secara otomatis bisa membuang gas.

Bagaimana jika mobil mengalami jungkir balik? Atau lubang pembuangan tersumbat? BMW sudah mengantisipasinya dengan menyalurkannya lewat bawah bodi. Kemudian bila terjadi kebocoran, lampu indikator akan menyala. Hebatnya lagi, bila gas masuk ke dalam kabin, keempat pintu secara otomatis akan membuka.

Selain BMW, seperti Ford dan Mazda juga punya pengalaman dengan teknologi hydrogen. Cuma Ford menggunakan mesin konvensional sebanyak 30 unit untuk kepentingan komersil di Amerika dan Kanada. Di antaranya untuk pelabuhan udara di Las Vegas dan Sea World Orlando.

Sedang Mazda yang dilakukan di pusatnya, Jepang, lebih unik. Mereka memakai mesin rotari yang dikombinasi dengan motor elektrik dan baterai litium.

BMW sendiri, sebetulnya sudah mengembangkan teknologi hidrogen sejak 2006 dan sudah memproduksi sekitar 100 unit. Beberapa di antaranya sudah diuji beberapa selebritis kenamaan seperti Leonardo DiCaprio, Brad Pitt, Will Ferrel dan Edward Norton.

Read more >>

BMW Serie 7 Terbaru, Maju dalam Teknologi

Baru-baru ini BMW Serie 7 terbaru tampil di depan umum. Agak mengejutkan bahwa sosok Serie 7 terbaru itu tampak lebih konservatif ketimbang pendahulunya. Akan tetapi, yang membuat Serie 7 terbaru itu menarik untuk dibicarakan bukan sosoknya, melainkan teknologi yang disandangnya.

Serie 7 terbaru diklaim sebagai mobil pertama di dunia yang memungkinkan keadaan di sisi kiri dan kanan mobil juga dilihat pengendara melalui sistem kamera (side-view camera system) untuk melengkapi kaca spion samping. Dan, dua kamera diletakkan di bemper depan untuk membantu pengendara saat memasuki perempatan atau jalan yang sempit.

Itu belum semua. Konsumen juga dimungkinkan untuk menggunakan sistem untuk melihat di kegelapan malam (night vision system) termutakhir, yang dilengkapi dengan pengenalan pejalan kaki yang menganalisis data video tentang tingkah laku manusia. Data itu akan memberi tahu pengendara jika ada orang yang berjalan menuju lajur yang dilintasi.

Serie 7 terbaru juga merupakan mobil pertama di dunia yang dilengkapi fitur yang memadukan lane-change warning dan lane-departure warning, yang akan menggetarkan setir secara halus apabila mobil mulai bergerak keluar dari lajur yang seharusnya dilalui. Lane change camera akan mengamati keadaan di titik mati (blind spot) pengendara sampai sejauh 60 meter dan memunculkan tanda segitiga pengaman di kaca spion samping seandainya ada mobil yang diperkirakan luput dari pandangan pengendara.

Lane departure warning camera juga dapat digunakan, pada mobil-mobil yang memiliki head-up display, untuk memindai rambu-rambu lalu lintas yang mengatur kecepatan maksimum yang diizinkan. Ini adalah untuk pertama kali sebuah mobil yang diproduksi secara massal menawarkan speed warning system yang dapat membaca rambu lalu lintas.

Secara opsional, konsumen juga dapat menambahkan fitur integral active steering, sejenis four wheel steering, yang memungkinkan roda belakang membelok sampai 3 derajat. Fitur ini meningkatkan kemampuan manuver mobil pada kecepatan rendah dan meningkatkan composure pada kecepatan yang lebih tinggi.

Serie 7 terbaru juga muncul dengan berbagai teknologi yang menjadikan mobil tersebut hemat dalam mengonsumsi bahan bakar dan ramah dalam emisi. Pada tahap awal, Serie 7 terbaru tersedia dengan tiga pilihan mesin, satu mesin diesel dan dua mesin bensin (yang juga muncul dengan model long wheelbase).

Semua varian Serie 7 terbaru muncul dengan persneling otomatik dengan 6 tingkat kecepatan, teknologi efficiency dynamics, sebagai perlengkapan standar, termasuk Brake Energy Regeneration.

Read more >>

BMW 320i Lifestyle Hadir dengan "Tiga Rasa"

BMW 320i Lifestyle, sedan premium teranyar BMW yang diluncurkan hari ini, memang dibanderol seharga Rp 479,9 juta (off the road). Sebuah harga yang relatif "lumrah" untuk mobil kelas premium tentunya. Nah, sebutan premium tadi ternyata terasa lebih "afdol" karena konsumen dapat memilih varian 320i sesuai dengan selera mereka, dengan harga ekstra.

Pilihan tersebut terbagai dalam tiga jenis, yakni Executive, Sports dan Ultimate. Untuk model executive, pembeli harus menambah uang sebesar Rp 22 juta dari harga standar, Rp 40,5 juta untuk model sports, dan Rp 44 juta untuk ultimate. "Model Ultimate paling mahal, sebab fiturnya lebih komplit dari model Executive dan Sport," kata Helena Abidin, Corporate Communications Director PT. BMW Indonesia.

Lantas apa saja yang didapat konsumen dengan pilihan-pilihan itu? Untuk tipe executive, selain fitur standar juga terdapat tambahan berupa, iPod interface, i-Box iPod, Xenon headlights, Illuminated door entry strips/door siils dan universal coat hanger.

Sedang untuk model Sports mendapatkan M Aerodynamic Package, Black Line tail lights, Aluminium pedals, PDC rear serta fitur yang sama dengan model executive. Gabungan kedua fitur tersebut akan Anda dapatkan, bila membeli model ultimated. Yang mana pilihan Anda?

Read more >>

Saingi IIMS 2008, BMW Gelar Fascination Days

PT BMW Indonesia memang tidak mengambil bagian dalam ajang pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2008 yang hingga saat ini masih berlangsung. Tapi bukan berarti BMW berhenti memperkenalkan produk-produk andalannya kepada pecinta otomotif Tanah Air.

Lihat saja. Seolah menyaingi gaung IIMS sebagai pameran otomotif terbesar di Indonesia itu, BMW pun menggelar Fascination Days, yang menjadi ajang bagi BMW untuk memamerkan produk-produk teranyarnya.

Acara yang akan digelar mulai 17 Juli hingga 27 Juli 2008 itu pun memilih tempat di Senayan. Jika IIMS memakai areal di Jakarta Convention Center, maka Fascination Days digelar di fX, Jalan Jenderal Sudirman, dekat Pintu I Gelora Bung Karno.

Total, ada enam model yang akan dipamerkan dalam ajang tersebut. Tentunya, BMW X6 yang hari ini (Selasa, 15/7) diluncurkan menjadi salah satu yang akan dikedepankan. Juga akan dipamerkan seri 5, seri 3 coupe, seri 6 convertible dan BMW X5.

Di areal pamer yang disebut BMW pavilion akan berdiri bangunan dua tingkat berdinding gelas di depan fX. Di lantai dasar BMW pavilion akan dipajang BMW X6. Di lantai II pengunjung dapat bersantai sambil mendengarkan alunan musik. Acara ini digelar oleh jaringan BMW di Indonesia dan dibuka mulai pukul 10.00 hingga 22.00.
Read more >>

Ban Kempes? BMW X6 Tetap Melaju!

Kondisi jalan di kota besar seperti Jakarta, kian hari kian tak bersahabat dengan kendaraan kita. Salah satunya "ranjau paku". Ulah "teroris" tersebut seolah sudah menjadi rahasia umum bagi para pengguna jalan di Jakarta. Tak hanya ruas jalan protokol, jalan-jalan kecil pun kerap dihantui dengan ancaman tersebut.

Beruntunglah mereka yang mampu membeli dan memakai tipe ban runflat tyres, karena mobil bisa tetap melaju dalam keadaan ban kempes sekalipun. Sayangnya, harga ban jenis ini masih sangat mahal. Nah, mobil premium BMW X6 xDrive35i yang hari ini diluncurkan menjadikan varian ban runflat tersebut sebagai ban standar.

Fitur ini disebut dengan istilah runflat safety tyres. Dengan velg aloy 19 inci mobil yang memadukan gaya sporty khas SUV dengan kemewahan coupe, mobil ini dapat tetap melaju dengan kecepatan maksimal 80 kilometer per jam, sejauh 150 kilometer dalam kondisi ban kempes.

Tidak itu saja. Kelengkapan tadi hanya sebagian kecil dari sisi keamanan yang ditawarkan dalam mobil seharga Rp 1,6 miliar tersebut. Mobil berkapasitas 3.000 cc ini juga dilengkapi airbag pada berbagai posisi.

Bantalan udara tersebut tak hanya mengamankan bagian depan dan pinggang, tapi juga kepala. Airbag akan menggelembung dari panel pada pilar A dan di bagian sisi garis atap. Sementara, untuk mencegah cedera tulang belakang, saat terjadi benturan dari belakang, tempat duduk depan dilengkapi dengan active head-rest. Headrest yang akan menjemput kepala saat terjadi benturan.

Lalu, airbag depan pun disempurnakan dengan generator gas yang bekerja dalam dua tahap, sehingga akan bekerja sesuai dengan intensitas benturan. Mobil ini pun mempunyai roll over sensor yang akan segera mengaktifkan airbag kepala, dan mempererat sabuk pengaman saat mobil terguling. Aman bukan?

Read more >>

BMW X6 Resmi Diluncurkan di Indonesia

Menggenapi rencana yang telah diungkapkan Bayerische Motoren Werke (BMW) AG—perusahaan manufaktur mobil BMW—pada awal tahun 2008 lalu, hari Selasa ini (15/7) diluncurkan BMW X6 di pasar Indonesia.

Berbeda dari seri-seri lain, kendaraan premium ini merupakan kombinasi antara Sport Utility Vehicle (SUV) yang khas dengan citra tangguh dan coupe yang mewah. Bahkan, pihak BMW mengklaim model ini merupakan yang pertama di dunia dengan sebutan Sport Activity Coupe.

Mengambil tempat di kawasan Jalan Daksa, Jakarta, Presiden Direktur PT BMW Indonesia Joerg Kelling menandai peluncuran tersebut dengan menyingkap kain selubung yang menutup sebuah BMW X6 berwarna putih.

Varian yang masuk ke Indonesia adalah BMW X6 xDrive35i dengan mesin enam silinder segaris berkapasitas 3.000 cc. Di dunia, X6 tersedia pula dengan kapasitas mesin 4.400 cc delapan silinder segaris. Varian ini disebut BMW X6 xDrive50i.

Lengkap dengan fitur twin turbo, Kelling mengatakan, mesin X6 versi 3.000 cc mampu menghasilkan tenaga yang besar, tapi dengan penggunaan bahan bakar yang efisien. Disebutkan, perbandingan konsumsi bahan bakar sekitar 1:12.

Bukan itu saja, bahan dasar mesin X6 terbuat dari aluminium sehingga menjadi ringan dan berpengaruh pada performa mobil secara keseluruhan. Disebutkan, mobil ini mampu berakselerasi hingga 100 kilometer per jam dalam waktu 6,7 detik, dengan kecepatan maksimum 240 kilometer per jam.

Lantas bagaimana dengan harga? Ada dua varian yang ditawarkan. Untuk X6 dengan fitur standar dihargai (off the road) Rp 1,51 miliar. Sementara, untuk X6 dengan fitur active steering dan adaptive drive dibanderol Rp 1,62 miliar (off the road).

Kendaraan SAC ini dilengkapi teknologi Active steering. Jadi, pengemudi tak perlu memainkan kemudi yang berlebihan ketika menghadapi jalan berkelok-kelok, termasuk juga saat parkir. Semakin tinggi kecepatan, justru sudut roda kemudi yang diputar semakin banyak dibanding dengan kemudi konvensional. Selain itu, pada X6 ini terdapat adaptive drive yang bertugas mengatur kerja suspensi sesuai dengan kondisi permukaan jalan.

Read more >>

BMW X6 Segera Diluncurkan di Indonesia

Bayerische Motoren Werke (BMW) AG, perusahaan manufaktur mobil BMW yang berpusat di Munich, Jerman rupanya begitu optimistis dengan pertumbuhan angka penjualan BMW di Indonesia. Buktinya, pada pertengahan tahun 2008 ini, dipastikan sebuah varian terbaru, BMW X6 akan meramaikan pasar otomotif di Tanah Air.

"Sesuai dengan strategi global BMW, BMW Indonesia saat ini mempersiapkan sebuah segmen barudi pasar mobil mewah dengan meluncurkan BMW X6 Sport Activity Coupe," ungkap Presiden Direktur PT BMW Indonesia, Joerg Kelling di Jakarta, Kamis (24/1).

Dengan empat pintu, X6 Sport Activity Coupe adalah sebuah kombinasi antara SUV dan coupe. Gaya yang sporty namun elegan tersebut, diklaim oleh BMW sebagai jenis pertama di dunia. Jarak dasar kabin dengan permukaan jalan yang lebih tinggi, serta roda dan ban yang besar yang menjadi ciri SUV, dipadukan dengan komposisi body yang bergaya agresif dengan bentuk atap rendah, khas coupe. Namun, seperti halnya coupe lain, mobil ini hanya untuk empat penumpang.

Transmisi automatic yang dilengkapi dengan manual shifting akan menjadi pusat kendali atas dua varian mesin. V6, 3.0 liter, lengkap dengan twin-turbocharged, dan V8, 4.4-liter, pun dengan twin-turbocharged. Keunggulan X6 ditambah pula dengan fitur DSC (Dynamic Stability Control) yang akan bekerja efektif saat akselerasi maupun pengurangan kecepatan di segala kondisi jalan. Pengemudi mobil berbasis all-wheel drive ini dapat mendeteksi beban putaran pada keempat roda melalui panel yang terpasang di dashboard.

Mobil mewah yang dirancang untuk segala kondisi jalan ini baru saja diluncurkan dalam ajang the North American International Auto Show (NAIAS) di Detroit, AS yang tengah berlangsung sejak 19 Januari lalu hingga 27 Januari mendatang.

Sementara itu, sebagai pembukaan, pada bulan Februari depan, varian BMW seri 5 CKD akan lebih dulu masuk ke Indonesia. Sebelumnya diungkapkan, BMW Indonesia mencapai pertumbuhan penjualan hingga 66,7 persen pada tahun 2007. Dari penjualan 600 unit di tahun 2006, meningkat menjadi 1.000 unit di tahun 2007. BMW seri 3, 5 dan X5 merupakan jenis yang mengalami pertumbuhan penjualan paling pesat.
Read more >>

Girbok Double Clutch Dari BMW

BMW M GmbH memperkenalkan girboks terbaru karya mereka yang dinamai M DCT (M Double-Clutch Transmission). Teknologi ini bukan sesuatu yang baru, karena sudah mereka perkenalkan pertama kali pada 2002 yang dipasang pada VW Golf R32.

Bahkan jauh sebelum itu, tepatnya pada 1996 BMW M GmbH telah menciptakan girboks sequential. Sistem pengoperasiannya dikontrol secara hidraulis elektronik tanpa menginjak pedal kopling. Setelah lahir tiga generasi sequential M Gearbox, barulah kini muncul M DCT ini.

Girboks dengan kopling ganda ini terus mengalami pengembangan. Teknologinya banyak diadopsi berbagai pabrikan mobil.

Keistimewaan sistem M DCT, pemindahan gigi cepat, tenaga konstan dan tanpa mempengaruhi konsumsi ketika memindahkan gigi persneling. Bagaimanapun, M DCT ini diklaim sangat nyaman dipakai setiap hari.

Bekerja sama dengan Getrag, BMW tercatat produsen pertama menciptakan girboks kopling ganda dengan 7 tingkat percepatan. Transmisi ini dirancang untuk mesin V8 dengan putaran mesin di atas 9.000 rpm.

Tak Cuma itu, transmisi M kopling ganda ini dipasang pada BMW M3 coupe dan convertible bermesin 4.0L V8 dengan tenaga 420 dk. Dirancang dengan program 11 drivelogic dengan launch control.
Read more >>

BMW Coupe Seri-3 Berkesan Sportcar

Beberapa waktu lalu, PT BMW Indonesia melakukan gebrakan yang tidak biasa. Mereka menghadirkan kembali Seri-3 Coupé setelah 325Ci E46. Sebagai pengusung slogan Sheer Driving Pleasure, apakah BMW 330i Coupé seperti di tes ini memiliki segalanya untuk layak menempati urutan atas daftar mobil idaman?

Sosoknya nyaris berbeda total dengan Seri-3 E90, bahkan lebih ramping. Sudut-sudut bodi tampak lebih halus, tidak lancip seperti 320i Ultimate yang sudah pernah dites. Lampu depan dan belakang juga berbeda total. Dengan bonnet panjang dan kabin yang digeser ke belakang, semakin mempertegas kesan sportscar berpenggerak roda belakang yang tak boleh diremehkan.

Sabuk Keselamatan Otomatis
Masuk ke dalam kabin, Anda akan disambut automatic seatbelt feed. Jadi, begitu pintu ditutup langsung disodorkan sabuk keselamatan. Jok berlapis kulit merah pun memberikan aura sportivitas. Sementara, posisi duduk nyaman dan rendah khas BMW.

Dibanding umumnya coupé, kepraktisan 330i ini terbilang lumayan. Sepasang penumpang dewasa dapat duduk dengan leluasa di belakang. Bahkan akses masuk ke dalam kabin pun sangat mudah lewat satu pengoperasian tuas. Terdapat konsol tengah yang membelah kabin belakang.

Untuk mesin, 330i dibekali mesin 2.996 cc 6 silinder yang bloknya dibuat dari magnesium. Sesuai karakter umumnya mesin BMW, entakan tenaga baru terasa saat putaran tinggi.

Daya maksimum 250 dk dimuntahkan pada 6.600 rpm, sementara torsi 300 Nm langsung tersedia pada putaran serendah 2.500 rpm. Tak ada karakter meledak-ledak di sini.
Tenaga dihantar ke roda belakang dengan kehalusan setara sedan premium apa pun. Ingin kencang oke, diajak berkendara perlahan menikmati akhir pekan bersama pasangan pun tetap menyenangkan.

Akselerasi 0-100 km per jam kami tempuh dalam 7,8 detik. Sementara konsumsi BBM dalam tol sungguh luar biasa dengan 14,7 km per liter walau di dalam kota berubah menjadi seboros 5,8 km per liter.

Lucunya, mobil ini terasa lebih soft dibanding 320i Ultimate. Ayunan suspensi terasa rigid meski belum terasa sampai mengganggu pinggang. Bahkan, kehadiran Active Steering membuat kemudi E90 yang terkenal berat itu terasa ringan pada 330i Coupé.

Jangan tanya soal pengendalian karena di sinilah kehebatan setiap BMW. Tantangan berkendara ekstrem dari Anda akan dijawab dengan meyakinkan dan memuaskan. Tersedia sejumlah fitur keselamatan aktif, seperti Dynamic Brake Control (DBC) hingga Cornering Brake Control (CBC) yang menjamin mobil tetap pada jalurnya dalam kondisi apa pun.

Adapun 330i Coupé sendiri menjadi line-up Seri-3 ketujuh setelah 320i CKD, Executive, Sport, serta Ultimate, 325i Coupé dan 325i Convertible. Harga jualnya Rp 1,086 miliar off-the-road. (Aditya P.Siregar)
BMW 330i Coupé
Mesin: 2.996 cc 6 silinder, 258 dk
0-100 km per jam: 7,8 detik
Konsumsi BBM kota/tol: 5,8/14,7 km/l
Harga: Rp 1,086 miliar (off the road)
Read more >>

BMW Raih International Engine Award

BMW kembali meraih penghargaan tertinggi International Engine of the Year 2008 yang baru diumumkan. Berarti, bagi Perusahaan mobil Munich itu, gelar yang paling didambakan para prinsipal mobil di dunia ini diraih untuk yang keenam kalinya. Dan mesin yang dinobatkan itu yang 3.0L twin-turbo dan tahun ini merupakan gelar untuk yang kedua kalinya.

Di ajang pemilihan ini, mesin BMW 3.0L Twin-turbo ini bersaing keras dengan grup VW lewat mesin 1.4L TSI yang mendapat 100 point. Ternyata, BMW berhasil mengalahkan dan bahkan tidak kurang empat kali masuk kelompok 8 besar dalam kategori penghargaan utama.

Menariknya, dewan juri bukan dari Eropa saja. Jumlahnya sebanyak 65 orang merupakan wartawan otomotif internasional dari 32 negara. Mereka diminta memberi penilaian dari beberapa mesin mobil yang sudah lolos seleksi lebih dulu.

Untuk kategori Performance Engine of the Year diraih Porsche. Sedang jenis hybrid diberikan pada Toyota Prius. Inilah pemenang kategori lainnya.SBT

International Engine of the Year 2008
BMW 3-litre Twin-Turbo (135i, 335i, X6)

Best New Engine of 2008
BMW 2-litre Diesel Twin-Turbo (123D)

Green Engine of the Year
Toyota 1.5-litre Hybrid Synergy Drive (Prius)

Best Performance Engine
Porsche 3.6-litre Turbo (911 Turbo, 911 GT2)

Sub 1-litre
Toyota 1-litre (Aygo, Yaris, Peugeot 107, Citroën C1, Subaru Justy)

1-litre to 1.4-litre
Volkswagen 1.4-litre TSI Twincharger (Golf, Touran, Tiguan, Jetta)

1.4-litre to 1.8-litre
BMW-PSA 1.6-litre Turbo (MINI Cooper S, Clubman, Peugeot 207, 308)

1.8-litre to 2-litre
Volkswagen/Audi 2-litre Turbo (A3, A4 Cabrio, A6, TT, Eos, Jetta, Golf GTi, Altea, Leon, Skoda Octavia)

2-litre to 2.5-litre
Subaru 2.5-litre Turbo (Forester, Impreza, Outback, Legacy)

2.5-litre to 3-litre
BMW 3-litre Twin-Turbo (135i, 335i, X6)

3-litre to 4-litre
BMW 4-litre V8 (M3)

Above 4-litre
BMW 5-litre V10 (M5, M6)

Read more >>

Test Drive BMW 630i Convertible: Menyatu dengan Alam

Menyatukan diri dengan alam memang mengasyikkan. Bayangkan menempuh perjalanan di pagi hari dengan mobil kap terbuka papan atas, di pinggiran kota Jakarta, dengan angin semilir meniup lembut ujung-ujung rambut. Nuansa hijau dari pepohonan yang terdapat di tepian jalan dan juga dari padang rerumputan yang terhampar di kawasan Jagorawi Golf & Country Club, Jawa Barat, menimbulkan kesan tersendiri.

BMW 630i Convertible berwarna Alpine white yang tampil kontras dengan warna kulit interior Chateu red melaju memasuki kawasan Jagorawi Golf & Country Club. Karena sudah agak terlambat, terpaksa mobil yang atapnya dapat dibuka-tutup itu menyusuri jalan lingkar menuju hole 11.

Karena sinar Matahari belum terlalu panas, atap BMW 630i Convertible ditinggalkan dalam keadaan terbuka. Penambahan cool pigment pada kulit pelapis kursi dengan menggunakan teknologi Sun Reflective, yang berfungsi memantulkan radiasi sinar inframerah Matahari, membuat kursi terhindar dari panas yang berlebihan pada saat terpapar sinar Matahari.

Interior BMW 630i Convertible tampak mewah berkat penggunaan material terpilih dan bahan-bahan berkualitas tinggi serta instrumen panel yang menggunakan bahan chrome berwarna abu-abu mutiara.

Jika dirasakan terik sinar Matahari terlalu panas, pengendara dapat menutup atap lunak, yang terdiri dari tiga lapis, dengan lapisan peredam panas dan suara dari bahan busa polyurethane di bagian tengah, di antara dua lapisan dari bahan karet di sisi dan luarnya. Proses buka-tutup atap itu memakan waktu 25 detik dan dapat dilakukan pada saat mobil melaju dengan kecepatan 30 kilometer per jam.

Asyik dikendarai

Kompas yang mendapatkan kesempatan untuk mengendarai BMW 630i Convertible langsung menemukan bahwa performa mobil yang berkategori coupe convertible itu setara dengan kesan yang dicerminkan oleh desain dan sosoknya.

Mobil yang menyandang mesin berkapasitas 3.0 Liter, 6 silinder segaris, itu lincah (agile) dan asyik dikendarai. Pertambahan kecepatan atau akselerasi berlangsung cepat, ringan, dan halus. Tanpa banyak kesulitan BMW 630i Convertible dipacu sampai 120 kilometer per jam. Namun, dalam keadaan atap mobil terbuka, jika tak ingin rambut berantakan tertiup angin, usahakan kecepatan mobil tidak melampaui 80 kilometer per jam. Di atas kecepatan 80 kilometer per jam, apalagi di atas 100 kilometer per jam, terjadi turbulence di kabin, aliran udara di kabin menjadi heboh, mirip naik sepeda motor dengan kecepatan tinggi.

Mesin dari bahan komposit magnesium/aluminium menghasilkan tenaga 258 PK pada 6.600 rpm dan torsi 300 Nm pada 2.500 rpm, yang sanggup membuat BMW 630i Convertible berakselerasi dari 0-100 kilometer per jam dalam waktu 7,2 detik. Meskipun demikian, mesin itu hanya mengonsumsi 1 liter bensin untuk menempuh perjalanan sejauh 10,1 kilometer. Cukup irit, bahkan untuk sebuah mesin yang berkapasitas 2.0 Liter.

Meskipun atap dalam keadaan terbuka, penumpang BMW 630i Convertible tetap aman, walaupun mobil terguling (rollover). Dengan catatan, semua penumpang mengenakan sabuk pengaman (seatbelt). Dalam keadaan mobil terguling, pilar A yang mengapit kaca depan telah diperkuat sedemikian rupa sehingga tetap kokoh pada tempatnya. Dan, advance crash safety module, yang membaca sinyal dari sensor bahwa mobil akan terguling, dalam hitungan sepersekian detik langsung mengaktifkan roll bar (pelindung berbentuk baja melengkung). Roll bar yang tersimpan dalam modul di belakang sandaran kepala kursi belakang akan muncul ke atas sehingga semua penumpang di dalam mobil terlindungi.

BMW 630i Convertible dilengkapi dengan sistem persneling otomatik dengan 6 tingkat kecepatan, dan dilengkapi dengan steptronic (sejenis tiptronic). Dengan demikian, pengendara dimungkinkan untuk menaikkan dan menurunkan gigi persneling secara manual, dengan mendorong atau menarik tangkai persneling yang bentuknya mirip joystick, atau menekan pedal kecil di setir.

Mobil yang dijual dengan harga off the road Rp 1,557 miliar itu dilengkapi dengan Active Steering yang membuat setiap manuver mobil menjadi lebih mudah, dan run flat tyre, yang memungkinkan mobil tetap dapat dikendarai sejauh 150 kilometer dengan dengan kecepatan 80 kilometer per jam dalam keadaan ban kempis, atau tanpa tekanan sama sekali.
Read more >>

BMW dan Ferrari Bikin Mobil di India

Keberhasilan India membuat mobil mungil Tata Nano dengan harga sekitar Rp 25 juta cukup memusingkan produsen yang telah lebih dulu hadir. Tidak cuma pabrikan dari Jepang, tapi juga Eropa ikut tersengat. Seperti Smart ForTwo, karya bersama Mercedes dan perusahaan jam Swatch, yang harganya di atas Rp 300 juta. Kemudian Subaru dengan R1 dan R2 yang mematok harga di atas Rp 145 juta.Terakhir, Mitsubishi yang bersiap memproduksi i-MiEV bertenaga listrik.

Yang cukup terganggu dengan kehadiran Nano supermurah adalah GM. Produsen mobil raksasa dari Amerika itu sudah menggandeng China untuk memproduksi kendaraan mikro, dengan harga sekitar Rp 33 juta per unit.

Dari Jepang sendiri, Suzuki sudah masuk ke India. Produk yang dihasilkan sudah diluncurkan tahun lalu di Indonesia, yakni Karimun Estilo.

Sukses produsen mobil nasional India Tata telah membuat pabrikan mobil Eropa, seperti BMW, kepincut ingin membuat kendaraan mikro di India. Rencana ini sudah disampaikan Presiden Direktur BMW India Peter Kronschnabl bahwa BMW sedang mempelajari potensi memperkenalkan produk terbarunya. “Saya tak bisa mengatakan kapan mobil itu ditampilkan di India karena kami mesti diskusi dengan pusat (Jerman),” tutur Kronschnabl.

Lebih jauh, Kronschnabl menegaskan, kendaraan mikro yang bakal mereka produksi tidak akan menjadi saingan Nano, tapi sebagai kendaraan mungil yang mewah. Karena itu, harga per unitnya diperkirakan sekitar Rp 455 juta.

Selain BMW, Ferrari juga berencana melirik India. Mereka tampaknya akan meminang produsen mobil raksasa India, Tata Motors. Kebetulan bos Tata, Ratan Tata, juga masuk dalam manajemen di FIAT (India) yang juga sudah bekerja sama dengan Tata. Ratan mengaku dirinya sudah diundang bos FIAT dan Ferrari, Luca Di Montezemolo, ke Italia.

Kabar baru lagi, Toyota sudah mengibarkan bendera perang untuk kendaraan kecil itu. Bukan di Thailand sebagai basis produksinya, melainkan di India juga. Lokasinya di Bangalore.
Read more >>

4otomotif modifikasi