Tampilkan postingan dengan label Toyota. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Toyota. Tampilkan semua postingan

Toyota Fortuner "Facelift" Meluncur di IIMS


Ketat persaingan di segmen SUV membuat PT Toyota Astra Motor (TAM) mengup-grade tampilan produk andalannya Fortuner yang sudah diperkenalkan kepada wartawan awal bulan ini. Nah, hari ini (26/7) Fortuner diluncurkan di booth Toyota di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Toyota menjual Fortuner dengan banderol Rp372,5 juta sampai Rp485,15 juta on the road Jakarta. "Kenaikannya Rp1,8 juta sampai Rp5,3 juta untuk varian teratas," jelas Joko Trisanyoto di IIMS, hari ini.

Perbedaan pada Fortuner baru dari model sbelumnya terdapat pada lampu utama yang kini dilengkapi projector Lamp. Trus, tampilan pada hood moulding, grill dan kap mesin terlihat lebih dinamis. Desain velg juga berubah dengan tampilan mirip jeruji yang tipis.

Masuk pada interior, Fortuner dilengkapi sistem hiburan 2 Din Audio Video plus sistem navigasi. Tak ketinggalan Integrated sistem pendingin ruangan dan kamera belakang untuk membantu saat parkir.

Fortuner facelift juga menghadirkan varian baru G Luxury 2.7 A/T bensin TDR dengan dua warna baru Silky Gold dab Dark Steel. Sampai Juni 2011, Toyota sudah berhasil melego 4.811 unit Fortuner dengan pangsa 23 persen di Indonesia dan mengejar target 1.000 unit per bulan.

"Produksi mulai dilakukan akhir Juli ini dan dua pekan kemudian produk mulai diantar ke konsumen," lanjut Joko.

Read more >>

Toyota Rilis Foto Etios Versi Konsep

Kendati rencana peluncurkan Toyota Etios yang akan dipasarkan di India pertama kali adalah besok (6/1/2010), Toyota Motor Corporation atau TMC secara resmi telah merilis foto dua model Etios, yaitu hatchback dan sedan.

Menurut TMC, komponen mobil dipasok dari mitra lokalnya di India sehingga harga bisa dibuat lebih murah, tanpa menyebutkan detail. Etios yang dipamerkan dan akan diperkenalkan besok adalah versi sedan dengan mesin bensin 1,5 liter dan hatchback bensin 1,2 liter. Mesin terakhir merupakan hasil pengembangan baru Toyota.

Menurut Kepala Insinyur Etios Yoshinori Noritake, untuk mewujudkan Etios di India, ia harus mengunjungi masyarakat di berbagai kota dan langsung ke rumah mereka. “Kami ingin tahu langsung keinginan masyarakat India,” ungkapnya.

Untuk itu, Toyota membutuhkan empat tahun lebih untuk mendalami tuntutan konsumen India terhadap sebuah mobil penumpang kompak dengan harga yang terjangkau. Mereka juga menjelaskan, untuk proyek khusus ini, TMC mengerahkan sekitar 2.000 insinyur.

Mereka pun menjelaskan, Etios sudah bisa diproduksi akhir tahun ini di pabrik Toyota kedua, dan proses penyelesaiannya akan dikebut secepat mungkin.
Read more >>

Toyota Mark X Mengawinkan Penampilan Sport dan Kemewahan

Toyota Motor Corporation meluncurkan produk khusus untuk Jepang, yaitu Mark X dengan penampilan baru. Mark X ini berbeda dengan sedan Toyota lain karena dirancang dengan konsep “sporty dan mewah” plus penggerak roda belakang.

Di Jepang, versi standar mobil ini dijual seharga 2,38 juta yen atau Rp 237 juta. Adapun versi paling mahal dengan kemampuan 4 x 4 dan mesin V6 berkapasitas 3,5 liter dijual dengan harga 3,8 juta yen atau Rp 400 juta. Mobil ini termasuk ceper karena hanya memiliki tinggi 1.435 mm.

Menurut Toyota, mobil ini dirancang dengan konsep “glam-tech” atau glamor dan teknologi tinggi.

Variannya terdiri dari standar, sport, dan premium. Selain mesin V6 berkapasitas 3,5 liter, ada juga mesin V6 berkapasitas 2,5 liter. Sistem geraknya 4 x 2 roda belakang dan 4 x 4. Toyota tidak merilis detail kemampuan mesin mobil ini, baik tenaga, maupun torsinya.

Penampilan atau gaya mobil sangat menarik karena memiliki bumper depan yang didesain dengan ukuran besar. Lampu kabut diposisikan agak berada di dalam. Sebanyak tiga lampu depan disusun berjejer. Hal yang sama juga dilakukan pada lampu kombinasi belakang.

Setir dilapisi kulit untuk menghasilkan grip yang ergonomis. Adapun bongol transmisi diberi lapisan kulit untuk menghasilkan kesan sporty. Tampilan makin lengkap dengan paddle shift yang membuat pengemudi tidak perlu repot menurunkan tangannya bila ingin merasakan transmisi manual.

Kemampuan sprint mobil dari 0 ke 100 km/jam hanya 8,4 detik. Kurang responsif 2,5 liter, apalagi 3,5 liter!

Pengaman Radar. Sistem pengaman yang disertakan pada mobil ini adalah pre-crash. Sistem ini bekerja menggunakan radar gelombang milimeter. Radar bertugas mendeteksi kemungkinan terjadinya tabrakan dan mengingatkan pengemudi melalui buzzer dan tayangan agar berhati-hati.

Tambahan sistem keamanan lain adalah pre-crash brake assist system dan sabuk pengaman tipe pre-crash brake system.

Lampu depan tipe adaptive front-lightning system atau AFS. Ketika berbelok saat lampu depan hidup, arah sorotan berubah sesuai dengan gerakan sudut setir dan kecepatan mobil.

Tambahan lain adalah sistem kontrol jelajah (cruise) tipe radar terbaru. Sistem ini dilengkapi dengan fungsi kontrol rem yang mendeteksi dan memantau kendaraan di depan, dan menjaga jarak tetap sesuai dengan kecepatan kendaraan di depannya.

Juga ada hill-start assist control yang mencegah mobil mundur ketika rem dilepas saat kaki bergeser menekan pedal gas saat berada di tanjakan.

Perlengkapan lain, layar multi-informasi dengan tayangan konsumsi bahan bakar rata-rata, jarak tempuh, dan data lainnya. Semua ini ditampilkan melalui warna kontras yang diperoleh dari teknologi layar organic electroluminescent (EL).

AC Plasmacluster. Kontrol suhu yang independen untuk pengemudi dan penumpang samping merupakan standar pada semua model. AC ini juga membersihkan kotoran, debu, dan memurnikan udara di dalam kabin. AC juga dilengkapi dengan teknologi Plasmacluster Ions untuk membunuh bakteri dan menciptakan kabin yang nyaman dengan menjaga keseimbangan ion positif dan negatif di interior.

Untuk memudahkan pengemudi parkir, Mark X dilengkapi pula dengan sistem parkir bantu yang pintar atau intelligent parking assist system. Sistem bekerja melalui sensor ultrasonik yang dipasang di depan mobil untuk mendeteksi ruang parkir.

Selanjutnya, sistem akan menbantu pengemudi memarkir mobil secara paralel. Sistem akan menginformasikan kepada pengemudi untuk memutar setir ke satu arah dan sebaliknya.
Read more >>

Toyota Luncurkan Sedan Mewah Hibrida Sai

Toyota hari ini meluncurkan sedan kompak mewah hibrida terbaru untuk pasar Jepang dengan nama “Sai”. Menurut rencana, mobil ini mulai dijual pada 7 Desember nanti.

Sai berasal dari kata Jepang yang punya dua arti berbeda bila ditulis dalam huruf kanji yang berbeda. Pertama, artinya talent atau bakat. Adapun yang kedua, artinya pewarnaan. Lantas, dua hal itu disatukan Toyota menjadi bakat hebat dan kecanggihan multi-warna.

Mobil ini menggunakan mesin bensin 2,4 liter yang digabungkan dengan motor listrik. Dijelaskan pula, mobil ini menggunakan plastik ekologi yang dibuat dari tanaman, dan bahan tersebut yang memenuhi 60 persen permukaan interior.

Konsumsi bahan bakarnya 19,8 km/liter. Tentu saja kemampuan itu kalah jika dibandingkan dengan Prius. Andalan dari mobil ini adalah adanya berbagai perlengkapan keamanan yang canggih. Harga paling rendah 3,38 juta yen (Rp 351 juta) dan paling mahal 4,26 juta yen (Rp 445 juta).
Spesifikasi
Mesin
Model
2AZ-FXE
Kapasitas
2.362 cc
Tenaga maks.
110 kW(150 PS) @6.000 rpm
Torsi maks.
187 Nm (19,1 kgf-m) @4.400 rpm
Motor
Tenaga maks.
105 kW (143 PS)
Torsi maks,
270 Nm (27,5 kgf-m
Total
Tenaga maks.
140 kW (190 PS)
Baterai
Tipe
Nickel-metal hydrade (NiMH)
Read more >>

4Runner Termasuk Andalan Toyota untuk Pasar 2010

Bagi penyuka SUV Toyota built up seperti Prado, kini ada versi facelift yang baru di-launching sebelum Lebaran. Kemudian ada New Lexus yang diperkenalkan di Frankfurt Motor Show, Jerman, yang kini tengah berlangsung. Terakhir, Toyota 4Runner (baca: Four Runner) yang dipersiapkan untuk pasar 2010.

Tercatat sebagai generasi kelima sejak pertama dilempar ke pasaran pada 1984, mempunyai dimensi lebih lebar, lebih panjang, dan lebih tinggi dari model sebelumnya. Pengembangan bentuk menjadi lebih besar oleh Toyota agar kendaraan SUV ini bisa mengangkut teman-teman dan keluarga.

Rencananya 4Runner 2010 tersedia dalam tiga model, yakni berpenggerak dua roda (4 x 2, belakang), kemudian 4 x 4 part time, dan 4 x 4 full time dilengkapi locking center differential. Menariknya, kendaraan ini bisa mengangkut 7 penumpang karena terdapat bangku baris ketiga, meski bukan standar.

Dari ketiga model tersebut, untuk model 4 x 4 dibekali mesin 4.0L V6 bertenaga 270 dk dengan transmisi otomatis 5-speed ECT. Sedangkan yang 4 x 2 bermesin 2.7L 4 silinder, transmisi otomatis hanya 4-speed ECT dengan tenaga 157 dk.

Ketika pertama kali diluncurkan 1984, kemunculan 4Runner bisa dibilang sebagai revolusi. Saat itu mobil dilengkapi teknologi 4WD pada Toyota pick up. Khusus pada generasi kelima ini merupakan kelanjutan dari akarnya dan sampai generasi keempat telah terjual 1,5 juta unit. Toyota 4Runner merupakan kombinasi sosok yang besar dan bisa menjelajah ke mana saja dan di medan apa saja dengan sistem 4 x 4-nya.

"Sebagai warisan dari 1984, Toyota 4Runner baru dengan sasis pick up (mid-size truck) ini lebih mengutamakan kenyamanan, kemudahan, dan performa," ujar Bob Carter, Group Vice President and General Manager Toyota Division. Makanya, lanjut Bob, sosok generasi kelima ini lebih kekar dari Highlander dan kemampuan lebih dari FJ Cruiser. Bodi yang sekarang lebih kuat karena konstruksinya berada di atas rangka.
Read more >>

Land Cruiser Prado "Facelift" Makin Canggih!

Toyota Motor Corporation (TMC) kemarin meluncurkan Land Cruiser Prado hasil rancang ulang atau facelift. Bagian yang dirancang ulang adalah lampu depan dengan desain baru serta kabin yang lebih lega karena bertambahnya ruang antara jok depan dan deretan kedua. Di samping itu, struktur rangka dan bodi juga diperkokoh.

Yang tak kalah menarik adalah tambahan peranti canggih yang membuat pengemudi Prado makin nyaman dan mengasyikkan saat menyusuri berbagai kondisi jalan, mulai dari aspal mulus, sampai off-road.

Di Indonesia, Land Cruiser Prado tidak dipasarkan oleh Toyota Astra Motor. Kendati demikian, penggemar dan jumlah Prado yang berseliweran di jalanan Ibu Kota cukup banyak. Ini membuktikan bahwa SUV yang dulu dikenal sebagai "baby" Land Criuser ini cukup banyak penggemarnya.

Multi-terrain Monitor. Fitur teknologi khusus Prado adalah Kinetic Dynamic Suspension System (KDSS) yang membuat peredaman yang dihasilkan mobil sesuai dengan kondisi permukaan jalan. Versi terbaru, ada tambah berupa Multi-terrain Monitor.

Multi-terrain Monitor menayangkan gambar dari kamera yang ditempatkan di keempat sisi kendaraan. Dengan cara ini, pengemudi dapat melihat kondisi permukaan jalan pada 6 area di sekelilingnya, depan, belakang, samping depan, serta belakang kanan dan kiri.

Dengan menggunakan KDSS, stabilitas Prado makin mantap saat meluncur di jalan aspal maupun merayap di off-road. Untuk yang terakhir, Prado dilengkapi pula dengan crawl control. Hasilnya, kemampuan merayap Prado di berbagai medan off-road menjadi semakin mantap.

Interior. Kaca depan menggunakan material yang bisa meredam suara. Dengan cara tersebut, suara angin dari depan bisa dicegah masuk ke kabin. Hebatnya lagi, seluruh bodi disempal dengan bahan peredam suara sehingga kabin benar-benar tenang.

Usaha Toyota memberikan peredam suara yang hebat itu berhubungan dengan sistem audio canggih yang digunakan pada Prado. Toyota menyebutnya "Super-Live Sound System", dirancang berdasarkan tema pengembangan dotou, yaitu amplifier 465 watt dan 14 speaker yang ditempatkan secara optional di seluruh kabin.

Sistem mampu menghasilkan ruang akustik dengan nada bas impresif, suara tinggi yang jernih dan jauh lebih dalam dibandingkan dengan sistem tata suara Surround 5.1. Seperti audio mobil masa kini, bagian interior Prado juga dilengkapi dengan jack untuk iPod atau pemutar MP3.

Juga ada sistem Smart Entry dan Start yang digunakan untuk membuka dan mengunci pintu depan dan belakang hanya dengan memegang handel pintu. Fitur lainnya, sistem start dan stop mesin melalui tombol.

Mesin. Dua mesin yang ditawarkan Toyota pada Prado adalah 2,7 liter (2TR-FE) dan 4,0 liter (1GR-FEV6). Mesin yang disebutkan terakhir, 1GR-FE, menggunakan teknologi Variable Valve Timing-Intelligent (VVT-i) ganda.

Sistem mengontrol waktu kerja katup isap dan buang (buka dan tutup) secara otomatis sesuai dengan kondisi kerja (putaran dan beban). Tambahan lain, Toyota menggunakan pelatuk katup tipe roller. Dengan cara ini, Toyota mengklaim bahwa tenaga mesin bertambah sampai 20 kW (27PS) dan mengirit bahan bakar 0,4 km/liter.

Mesin 1GR-FE dipasangkan dengan transmisi 5 Super ECT sequential shfitmatic transmission. Transmisi ini memungkinkan pengemudi serasa melaju dengan transmisi manual. Di samping itu, mesin baru ini dapat menggunakan bensin reguler (92).

Penggerak. AWD atau “full-time-wheel drive system” (gardan tengah dilengkapi LSD Torsen) pada seluruh tipe. Sistem langsung menentukan distribusi tenaga ke roda depan dan belakang sesuai dengan kecepatan, kondisi permukaan jalan, akselerasi, membelok dan sebagainya.

Versi paling top, TZ-G dilengkapi dengan AVS (Adaptive Variable Suspension System) atau NAV/AI-AVS). Versi ini menggunakan sistem suspensi udara yang dikontrol secara elektronik. Namun hanya bekerja pada suspensi belakang.

Toyota juga memasang tombol "multi-terrain select" pada setir. Tujuannya untuk memudahkan pengemudi memilih mode, yaitu “MUD & SAND”, “LOOSE ROCK”, “MOGUL” dan “ROCK” dan mengontrol traksi buat mengoptimalkan tenaga dan rem untuk mendapatkan kinerja yang mantap di off-road.

Fitur Lain. Toyota memasang perlengkapan yang disebut Multi-terrain ABS. Dengan alat ini, kinerja rem pada berbagai kondisi jalan, misalnya jalanan berdebu, kerikil, dan pasir, tetap mantap.

Sistem lainnya adalah Downhill Assist Control (DAC) yang bertugas menjaga kecepatan kendaraan dan memastikan stabilitas ketika meluncur di turunan. Di samping itu, juga ada Hill-start Assist Control (HAC). Sistem bekerja dengan mengontrol minyak rem ketika pengemudi berpindah menginjak rem ke pedal gas. Tujuannya mencegah kendaraan mundur, terutama saat diparkir di permukaan jalan menanjak dan licin.

Di Jepang, Land Cruiser, 6 varian, ditawarkan dengan harga mulai dari 3.150.000 yen dan hingga paling mahal 4.750.000 yen. Mau konversi ke rupiah? Pada kondisi sekarang kalikan harga tadi dengan Rp 110.
Read more >>

Toyota Sodorkan Vitz Hybrid Versi Termurahnya

Meski masih menjadi market leader di segmen hybrid, harga Toyota Prius III yang 2,05 juta yen itu dinilai agak mahal. Sementara itu, di Indonesia mobil itu dibanderol Rp 585 juta. Mendapat saingan dari Honda dengan Insight hybrid, pabrikan mobil terbesar di Jepang, Toyota Motor Corp (TMC), kembali mempersiapkan kendaraan teknologi hibrida versi termurahnya dan paling efisien.

Santer disebutkan kalau Toyota sedang menyiapkan sedan Auris hybrid untuk versi murah. Namun, pihak manajemen TMC seperti dilaporkan Yomiuri Shimbun, Jumat (14/8) mengumumkan bahwa Toyota akan membangun model baru hybrid yang menggunakan Vitz.

Sedan subcompact ini kalau di Eropa bernama Yaris, sama seperti di Indonesia. Toyota menargetkan pada 2011 sudah dilempar ke pasar Jepang, termasuk luar negeri, seperti Amerika dan Eropa.

Mengenai harga, kendaraan hibrida itu diperkirakan mencapai 1,5 juta yen, jauh di bawah Prius yang kini dibanderol 2,05 juta yen.
Read more >>

Mobil Menteri Tampil Makin "Sporty"

Sedan kelas menengah (mid size) dari Toyota, yaitu Camry, yang juga dikenal sebagai mobil menteri pada kabinet pemerintahan Indonesia sekarang ini, kini telah berganti wajah.

Memang tidak banyak yang dipoles, tetapi cukup membuat penampilan New Camry (namanya berasal dari kata canmuri, dalam bahasa Jepang berarti mahkota) lebih dinamis tanpa mengorbankan kesan eksklusifnya.

Polesan paling kentara adalah lampu dan bumper depan, serta lampu belakang. Menurut Toyota, gril radiator berubah, tetapi tidak terlalu mencolok. Pada Camry baru, permukaan lampu depan lebih luas dan bentuknya berbeda dengan versi sebelumnya. Sedangkan bumper dan rumah lampu kabut benar-benar baru. Di samping itu, desain roda juga sedikit berbeda.

Di belakang, perubahan berarti bila dibandingkan dengan versi sebelumnya adalah lampu kombinasi. Kendati bentuknya masih sama dengan versi lama, posisi lampu putih atau lampu mundur pindah ke bawah. Di samping itu, juga ada tambahan dua lampu kecil merah pada bumper.

Khusus untuk tipe 3,5 Q, bagian belakangnya berbeda dengan 2,4. Pada tipe 3,5 Q digunakan dua lubang knalpot, sedangkan pada tipe 2,4 hanya satu. Dengan ini, penampilan Camry 3,5 Q lebih dinamis dan bergaya sporty dibandingkan versi 2,4.

Beda Ban. TAM memasarkan New Camry dalam tiga varian. Pertama dibedakan berdasarkan mesinnya. Versi standar menggunakan mesin 2,4 liter. Sedangkan yang paling mahal bermesin 3,5 liter. Versi 2,4 juga terdiri dari dua varian, yaitu 2400G dan 2400V. Sayang, detail perbedaan kedua varian terakhir tidak dijelaskan TAM. Perbedaan secara fisik, hanya ukuran ban yang digunakan. Jika 3,5 Q dan 2,4V menggunakan ban 215/55-R17, 2,4G ban, dan rodanya 215/60-14.

Menurut TAM, dari varian tersebut yang paling laris manis adalah Camry 2,4 liter. "Kita tidak mengira permintaan konsumen Indonesia terhadap Camry 2,4 liter sangat tinggi. Malah kita terlambat mengimpornya," jelas Johnny Darmawan, Presdir PT TAM.

Jok Pijat. Interior tidak banyak perubahan. Kendati demikian, ada fitur baru yaitu meter kombinasi atau panel instrumen dengan tri color optitron. Khusus untuk 3,5Q, kedua jok belakangnya bisa memijat (hanya untuk badan).

"Ini kelebihan baru Camry. Lexus hanya dilengkapi satu jok yang bisa memijat, namun mulai dari kepala sampai badan," beber Johnny Darmawan. Juga tambahan kantung pengaman samping dan vehicle stability control (VSC) dan sunroof untuk 3,5 Q.

Semua varian Camry dilengkapi dengan jack audio untuk iPod yang berada di konsol boks. Juga ada kontrol untuk audio, AC, dan jok yang dipasang di tengah jok belakang. Pada versi 3,5Q, kedua sandaran joknya malah dapat disetel kemiringannya. Sedangkan jok yang bisa memijat hanya untuk tipe 3,5Q.

Tambahan lainnya adalah penerangan interior dengan menggunakan lampu LED. Seperti mobil kelas atas lainnya, Camry juga dipoles dengan lapisan panel bernuasa kayu (wood panel) pada beberapa bagian, yaitu antara bagian atas setir dan tempat tongkat transmisi, door trim, bagian tengah dashboard kiri, dan list panel tombol kontrol belakang.

Spesifikasi New Camry
Dimensi (mm)
3.5Q AT
2.4V AT
2.4G AT
Panjang
4.825
Lebar
1.820
Tinggi
1.470
Jarak Poros Roda
2.775
Mesin
2GR-FE
2AZ-FE
Tipe
V6, 24 katup, DOHC,
Dual VVT-i
4 silinder, segaris, 16 katup,
DOHC, VVT-i
Kapasitas mesin
3.456 cc
2.362 cc
Daya maks.
277 PS @6.200 rpm
167PS @6.000 rpm
Torsi maks.
25,3 kg-m @4.700 rpm
22,8/4.000 rpm
Sistem pasokan
bahan bakar
Sistem injeksi elektronik
Bahan bakar
Unleaded
Kapasitas tangki
70 liter
Transmisi
Otomatik 6 kecepatan, sequential
Otomatis 5 kecepatan, sequential
Suspensi
Depan
McPherson strut, per koil, stabiliser
Belakang
Dual link strut, per koil, stabiliser
Rem
Depan
Cakram berventilasi dengan ABS + EBD & BA
Belakang
Cakram ABS + EBD & BA
Ban: Depan & belakang
215/55-R17
215/60-R16
Read more >>

Toyota Avanza Bisa Joget dan Tak Takut Polisi Tidur

Jangan berdebat soal menceperkan mobil sama M.Rudiansyah. Ia cukup berpengalaman lantaran berbagai eksperimen sudah dijalankan. Termasuk cuma pakai per dua ulir tanpa sokbreker yang pernah diterapkan pada Toyota Avanza. Bagi dirinya, terpenting tampilan dulu, soal kenyamanan jadi nomor sekian," tegas Boy - sapaan karib Rudiansyah penuh semangat.

Masih mengenai mobil ceper bersama low multi purpose vehicle (MPV) Toyota, Boy kali ini mengandalkan air suspension (airsus). Ia menyukai airsus lantaran mobil bisa ceper banget dan bantingan tidak terasa keras. Dan pilihannya jatuh pada buatan Air Lift, tapi punya BMW yang di custom lagi, kata Richard Salim dari JDM Motorsport yang memasanginya.

Dipilihnya punya BMW, menurut Richard, kedua mobil memiliki sistem kerja sokbreker dan per yang saling terpisah. Tak banyak dilakukan ubahan. Hanya membuatkan dudukan balon yang sesuai dengan konstruksi kaki-kaki Avanza.

Untuk seperangkat arisus bersistem 4 titik ditebus Boy dengan biaya Rp30 jutaan. Menurut Richard, kerja balon dipisahkan sama selenoid masing-masing. Selenoid terpasang pada masing-masing jalur udara ke balon di setiap ban yang disambungkan ke 2 sakelar yang berbeda.

Kompresor oleh Richard dibekali yang berspek bisa mencapai 80 Psi. Ini akan menimbulkan efek gerak yang cepat. Jadi, sekali pencet, balon airsus akan mengembang atau mengempis seketika.

Sekalipun sudah menggunakan airsus, Boy sempat ingin mencoak sasis agar makin ceper. "Saya ingin ban celup semua ke bodi,"ujarnya. Jelas, sangat berbahaya karena akan bikin tulang patah dua.

Agar mobil menempel ke permukaan jalan, maka ia membuat body kit super-gondrong. "Saya buat modelnya custom termasuk gril," bilang Boy. Konsep modifikasi eksterior lebih mengarah ke VIP style.

Sementara interior, khusus ruang belakang sarat dengan perangkat audio. Semua jok kulit dengan konsep Garson style.
Read more >>

Toyota Alphard Bertabur 30.000 Kristal Swarovski

Disorot dari kejauhan, tampilan Toyota Alphard dari Malang, Jawa Timur, ini terkesan biasa. Sekadar modifikasi ceper dipadu velg lebar dan gril yang diubah model jaring. Namun, coba perhatikan betul garis putih yang melingkari bodi serta di kaca spion luar. Itu bukan cat.

Susi, pemilik MPV premium Toyota ini menaburkan sebanyak 30.000 kristal Swarovski di seluruh kompartemen. Personalisasi digambarkan oleh ibu muda ini dengan begitu nyata. Bahkan, ia begitu saklek untuk urusan fashion. Jadi, tak secuil pun ruang kosong dalam kabin disisakan.

"Karena mobil ini besar, memodifikasinya tidak terlalu sulit karena memiliki space room yang besar. Maka dari itu, tema 'luxury living room' sangat pas di Alphard ini," ungkap wanita berparas cantik itu.

Apakah puluhan ribu kristal hanya tertempel di bagian luar bodi? Tidak! Bagian interior tertentu juga ditaburi. Itu seperti di kabin tengah yang disulap jadi minibar dan ruang VIP buat bersama sang suami. Gemerlap batu Swarovski dan D.A.D Garson yang disematkan untuk mengidentitaskan kultur eleganisme Jepang modern.

Tidak lengkap kalau cuma memaparkan eksterior dan interior yang sarat dengan audio berkualitas, kaki-kaki juga sudah lebih disempurnakan. Kebetulan, Susi begitu paham akan modifikasi, termasuk urusan suspensi.

Contohnya per, dipasang bikinan RS*R dan dipotong sebanyak dua ulir. "Supaya ceper dan bantingan tetap stabil," paparnya.

Pantas kalau Alphard-nya dinobatkan sebagai The Best Elegant Interior di ajang auto contest di Surabaya beberapa waktu lalu.
Read more >>

Toyota Tunda Bikin Mesin 1.6 L, Siap Bikin Hybrid dengan Auris

Prinsipal Toyota dan Isuzu, sebelum krisis global datang melanda, sempat melakukan kesepakatan mengembangkan mesin diesel 1.6 L dan membangun pabrik baru di Isuzu yang akan beroperasi 2012. Namun, memburuknya pasar otomotif dunia mengakibatkan proyek kerja sama itu ditunda. Demikian dilaporkan kantor berita Nikkei, Jepang, Selasa (7/7).

Pada 2006, sesuai kesepakatan, PT Toyota Motor Corp (TMC) dan Isuzu Motors Ltd berencana membangun mesin diesel berkapasitas 1.6 L. Oleh TMC, dapur pacu akan dipasang pada kendaraan penumpang yang diekspor untuk pasar Eropa. Soalnya, hampir 60 persen mobil-mobil di Eropa sudah menggunakan mesin diesel.

Untuk produk-produk yang di Eropa, Toyota sudah menjejalkan mesin diesel pada Yaris berkapasitas 1.4 L dan Corolla dengan 2.0 L. Dengan penambahan mesin diesel 1.6 L, tadinya hal itu diharapkan bisa menambah lagi market share-nya sekitar 5 persen.

Akhirnya, TMC menyerah dengan proyek tersebut dan memfokuskan pada penjualan kendaraan hybrid atau hibrida. Terlebih, Volkswagen AG juga siap meramaikan pasar mobil hibrida dengan VLKAY (dan Daimler AG melalui DAI). Kedua kendaraan itu akan diluncurkan.

Toyota tak mau kalah. Ekspor Prius dan kendaraan hibrida lainnya gencar dilakukan. Bahkan, TMC bermaksud membuat mobil penumpang hibrida yang kalau di Eropa seperti Auris sub-kompak.
Read more >>

Kijang Innova Senyaman Vellfire

Ternyata Kijang Innova bisa dimodifikasi juga. Hal ini seperti dilakoni Prawira Harja Subagio yang coba mengubah tampilan medium MPV dari Toyota itu dengan mengambil langkah face off penampilan sporty Vellfire. Karena, menurut Wira, sapaan karib Prawira, itulah MPV Toyota yang paling baru dan mewah.

VAJ Surabaya sebagai rumah modifikasi yang mendandani mobil mengambil contoh Vellfire tipe Z. Pertimbangannya, menurut Roy Adhyanto (punggawa VAJ), tipe itu sudah dilengkapi dengan aerokit yang lebih sporty, terutama bumper depan yang berkarakter.

Tampilan Innova jadi lebih ceper. Ini dikarenakan pengimbuhan bibir dengan permukaan yang tebal, kemudian bagian sudut dari bumper depan yang agak menjorok. Karena dimensi beda jauh, Roy harus mengubah dan ada penyiasatan besar-besaran. "Saya mesti kecilin kurang lebih 15 persen," ujar Roy.

Mengingat kendaraan ini untuk keperluan harian, maka tulang bawaan yang berada di depan radiator urung dilepas. Hal ini tentu saja merujuk kekuatan dimensional sekitar apron.

Untuk menyiasati bukaan pintu dan struktur yang berbeda, maka side skirt dan bumper belakang diambil dari model custom. Roy merasa takut mentok kalau panel pintu kayak Vellfire dipasang. Lagi pula, pintu Vellfire kan model geser.

Maka, dasar pilihannya mengacu pada jenis add on. Roy mempercayakan hal itu pada desain Wald Exclusive Edition. Memang, aslinya komponen itu untuk Mercy S-Class. Namun, pemilihan ini bukan berarti bebas dari masalah. Roy harus melepas towing belakang agar knalpot bisa agak ke pinggir.

Intinya, ingin menempatkan kuartet muffler (2 set double muffler) pada titik potensial terjauh yang bisa dicapai. Tampilan jadi lebih bergengsi dengan pemakaian velg 22 inci dengan lebar 9 inci ber-offset 45. Memang, bibir sepatbor terpaksa harus di-roll dengan cara digerinda.

Kompensasi lainnya, suspensi pun harus diubah dari standar menjadi semi-rigid. Untuk sokbreker pakai Tokico dengan per buatan Tein.

Melongok ke interior, area ini juga didandani supaya kenyamanan ala Vellfire bisa dinikmati. Hal itu seperti jok baris kedua, yang pada bagian tengah dikasih semacam console box buat meletakkan minuman.
Read more >>

Toyota Corolla Altis 2.0 untuk Profesional Muda Mapan Doyan Kecepatan

Walau kondisi pasar otomotif nasional kurang "sehat", PT Toyota Astra Motor (TAM) tetap menunjukkan komitmennya. Produsen Toyota di Indonesia itu menyodorkan produk terbarunya, Toyota Corolla Altis 2.0, yang di-launching seminggu yang lalu.

Bolehlah, Toyota Corolla Generasi ke-10 tipe G yang baru ini disebut facelift. Sebab, tak ada perubahan mencolok dari model sebelumnya sebagai varian tertinggi yang digantikannya, yakni Corolla Altis 1.8 V.

Dari sisi eksterior, perubahan hanya tampak pada desain gril yang lebih sporty, model sarang lebah. Kemudian, pada bumper depan dan belakang terdapat spoiler, plus penambahan side skirt serta sayap itik (spoiler belakang).

Mesin generasi baru GTi
Sekalipun begitu, tak berarti Altis 2.0 V ini tidak mengusung sesuatu yang baru. Justru ada. Sedikitnya, hal baru itu ada di lima bagian. Malah, kelahiran sedan medium ini, seperti dibilang Achmad Rizal, "Kami ingin memberi kepada mereka yang suka 'main-main'. Nah, Altis 2.0 inilah jawabannya."

Main-main yang dimaksud Marketing and Communication Manager PT TAM itu, kebutuhan akselerasi dan tenaga, dan hal itu ada pada Altis 2.0. Sebab, mesin 3ZR-FE berkapasitas 1.897 cc ini telah dilengkapi dengan Dual VVT-i (Variable Valve Timing-intelligent). Teknologi itu menghasilkan performa mesin yang tinggi, tanpa mengurangi efisiensi bahan bakar dan tetap menghasilkan emisi yang bersih.

Sebagai catatan, mesin generasi baru dari GTi pernah menjadi andalan Toyota Corolla GTi keluaran 1991, yang di Indonesia diproduksi terbatas (200 unit). Tenaganya cukup besar, termasuk Altis 2.0 ini yang diklaim sebesar 152 dk pada 5.600 rpm dan torsi 21,2 kgm pada 4.400 rpm.

Jadi, buat penyuka kecepatan, sedan baru Toyota ini bisa memenuhi selera. Sekalipun sebagai profesional muda (manajer yang mapan) yang doyan ngebut, kemewahan dan gairah mengemudi didapat di sini. Semisal, bosan dengan transmisi otomatis, bisa pindah ke gaya manual. Pengemudi cukup menekan paddle shift yang terletak di belakang kemudi; mirip mobil balap F1.

Unsur kemewahan yang sudah ditonjolkan pada model pendahulunya tetap dipertahankan. Itu seperti smart start & entry system, auto rain sensor, HID with manual leveling, dan wiper otomatis begitu turun hujan. Kecuali desain setir dari model palang empat menjadi 3 spoke leather dilengkapi dengan Audio & MID switch dan tombol cruise control.

Dengan harga Rp 372.500.000, New Altis 2.0 bersaing dengan Mitsubishi Lancer EX2.0 dan Honda Civic 2.0i. Dari dua kompetitornya itu, punya Toyota paling rendah harganya.

Read more >>

Toyota Prius Hybrid Generasi III Diluncurkan Hari Ini oleh Akio Toyoda

Dua strategi khusus terpaksa dipakai Toyota Motor Corp (TMC) untuk bersaing dengan Honda dalam meraih konsumen terbanyak membeli mobil hibrida. Sebagai pemegang market leader di kelas hibrida dengan total penjualan 1.256 unit di 40 negara, pabrikan mobil terbesar di dunia ini tentu tak ingin direbut pesaingnya.

Untuk itu, TMC mempercepat peluncuran Prius generasi III yang dilakukan oleh Presiden TMC Akio Toyoda hari ini, Senin (18/5). Cucu dari pendiri Toyota itu mengendarai Prius generasi III masuk ke panggung sebagai tanda peresmiannya.

Untuk harga di Jepang, TMC mematok 2,05 juta yen atau 21.600 dollar AS dan lebih murah dari model sebelumnya. Setiap tahunnya, Toyota menargetkan 300.000 sampai 400.000 unit.

Menghadapi persaingan dengan Honda Insight, Toyota tak cuma mempercepat jadwal launching. Mereka tetap akan berjualan di negerinya. Malah dua perusahaan, yakni penyewaan mobil (rental) dan corporate customer jadi bidikan dan akan diberi harga khusus 1,89 juta yen. Harga itu sama dengan Honda Insight.

Di Amerika sendiri, Prius akan mulai dipasarkan tahun depan dengan harga 22.000 dollar AS, tidak berubah dari harga Prius model 2009. Namun, untuk keperluan promosi maka harga tersebut disunat lagi menjadi 21.000 dollar AS.

Akio mengatakan kepada kantor berita AP, model Prius menjadi perhatian Toyota karena secara ekologi sadar akan permintaan dunia terhadap mobil ramah lingkungan.
Read more >>

Innova Tembus 1:12,23 Dalam Kota

Ketika Hery Sembodo mampu mengemudikan Kijang Innova dengan konsumsi bahan bakar 1:15 lebih untuk luar kota, berapa konsumi dalam kota? "Rata-rata sekitar 1:10, 1:11 lah," ujar Hery.

Jawaban anggota Innova Community itu bikin penasaran, bisa atau enggak mencapai angka segitu? Peminjaman Innova disampaikan ke PT Toyota Astra Motor (TAM) selaku agen tunggal pemegang merek Toyota di Indonesia. Ternyata, permohonan dikabulkan dan pihak TAM menyediakan satu unit Kijang Innova tipe E 2008 manual yang merupakan varian terendah dibandingkan tipe G dan V. Namun, tampilan eksteriornya ya beda tipis sama dua varian tadi.

Yang membedakan, pada Innova tipe E ini tidak ada lampu kabut dan penghapus kaca belakang. Namun, kaca spion sudah dilengkapi lampu sein, meski menekuknya masih menggunakan tangan. Kemudian, pada bumper belakang sudah memakai bumper protection.

Kondisi mobil maupun mesin 1TR-FE betul-betul standar. Tak ada komponen yang diganti atau ditambah seperti yang sudah dilakukan Hery. Sudah begitu, jam terbang Innova yang dites ini sudah menempuh jarak lebih 5.000 km.

Dua Model Tes
Tes yang Kompas.com lakukan tidak keluar kota, tetapi dalam kota dan difokuskan pada pemakaian bahan bakar. Metode pengetesan tanpa menggunakan alat, hanya full to full tangki bensin yang pada Innova ini diisi Premium. Padahal, kompresinya 1:9,8 yang seharusnya memimun Pertamax.

Sekalipun Premium, mesin 1TR-FE tidak ngelitik. Hal ini dikarenakan mesin berkapasitas 2.000 cc itu sudah dilengkapi knock sensor. Fungsinya, mengirim data ke komputer agar setelan pengapiannya dimajukan secara otomatis.

Selama pengetesan, tak ada trik khusus atau akal-akalan, tetap menggunakan AC, meski posisi tombol di satu dan temperatur seperempat. Tekanan angin keempat roda disesuaikan dengan anjuran pabrikan, yakni 33 psi. Terpenting lagi, memperlakukan kendaraan dengan halus. Mulai dari menekan pedal gas, tak boleh dihentak lantaran sudah dilengkapi teknologi drive-by-wire. Kemudian, tidak memaksakan kerja putaran mesin dan memindahkan gigi transmisi sesuai kebutuhan.

Nah, dengan prinsip itu, tes dilakukan dua metode. Pertama, merayap di jalan protokol pada jam sibuk (pergi ke kantor dan pulang kantor). Dengan menempuh jarak total 142,8 km, 40 persen melewati jalan macet...cet...cet.... 30 persen kondisi padat merayap, dan 30 persen lagi melaju dengan kecepatan rata-rata 25 km/jam. Hasilnya, ketika tangki bensin diisi penuh (sampai luber) didapat pemakaian konsumsi 1:8,12 km.

Bisa segitu, sekali lagi karena memperlakukan mobil dengan halus. Semisal, setiap kali menggerakkan mobil (dari posisi berhenti), putaran mesin tak lebih dari 1.200 rpm (asal bergerak). Tak perlu melebihi 1.500 rpm bahkan sampai 1.800 rpm yang banyak dilakukan pengemudi karena suara mesin baru terdengar pada putaran segitu. Ketika mobil sudah bergerak (kopling terangkat), pedal gas ditekan perlahan, jangan dihentak.

Kemudian, dari persneling satu ke dua, putaran mesin dipatok sampai 1.900 rpm. Itu bisa di atas 2.000 rpm, tetapi kerja mesin sudah berat. Dari gigi dua inilah awal penentuan kecepatan. Karena ingin mendapat pemakaian bahan bakar yang baik, maka kecepatannya normal. Di sini, perpindahan dari gigi dua ke tiga dilakukan saat putaran mesin mencapai 1.900 rpm dan kecepatan menunjukkan 20 km/jam. Lantas, dengan putaran mesin 2.000 rpm, perpindahan kembali dilanjutkan dari tiga keempat, kecepatan terpatok pada angka 40 km/jam. Ini kecepatan awal yang ideal untuk melesat normal di dalam kota.

Karena banyak dihadang jalan macet, ketika mobil dalam sedang mengantre (berhenti), usahakan kaki kiri tidak menginjak pedal kopling. Karena bisa saja tanpa sadar terangkat sedikit, sementara kaki kanan menginjak pedal rem sehingga mobil tidak jalan. Namun, tenaga mesin bekerja, bikin bensin boros.

Nah, dengan teknik seperti di atas, tes kedua dijalankan di arus lalu lintas yang tidak padat. Stop and go hanya sekitar 15 persen, selebihnya mobil bisa melesat antara 25 km/jam dan 30 km/jam. Innova diajak masuk ke jalan tol dalam kota satu putaran dengan kecepatan tertinggi 90 km/jam saat menyalip dan selebihnya rata-rata 70 km/jam, kemudian masuk ke kota. Semua dilakukan malam hari mulai pukul 20.00.

Dari jarak tempuh 112,7 km, kala tangki bensin diisi kembali, tercatat angka 9,215 liter. Berarti, pemakaian bensin 1 liter menempuh jarak 12,23 km. Jika memakai Pertamax mungkin bisa lebih jauh jarak tempuhnya. Juga, bisa turun jika membawa penumpang karena dalam tes ini hanya berdua.
Read more >>

Toyota Prius III Lebih Irit dari Generasi Sebelumnya

Toyota Motor Corp (TMC) akhir pekan lalu mengabarkan bahwa mobil Prius hybrid generasi berikut akan ditingkatkan lagi fuel economi-nya. Bahkan, kini sedang dilakukan pengetesannya, sampai mendapat hasil maksimal sebelum dipasarkan. Demikian seperti dikutip kantor berita Nikkei.

Bila Prius generasi kedua menghasilkan 35 km/liter, generasi selanjutnya tadinya diisukan lebih boros. Namum, pihak TMC coba menekannya menjadi 38 km/liter dan angka itu didapat setelah dilakukan tes.

Memang, metode pengetesannya standar dengan jarak dari satu daerah ke daerah lain. Namun, dengan cara komparasi akan mendapatkan hasil yang lebih efisien untuk mesin bensinnya. Gambaran ini, menurut TMC, sudah dipaparkan dan dievaluasi oleh Menteri Transportasi Jepang.

Prius baru yang akan dilempar ke pasaran, Mei mendatang di Jepang, harus mementingkan dua unsur. Pertama, mengurangi revolusi mesin, terutama menyangkut kecepatan maksimum. Terakhir, keiritannya harus melebihi generasi ke-II.

Read more >>

Mesin Innova 2007 Plus Oksigen Sensor

Setelah 2007, mesin Kijang Innova mengalami proses pematangan “mental”. Hal itu dilakukan sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi, yaitu setiap kendaraan bermotor yang dipasarkan di Indonesia harus memenuhi standar emisi gas buang Euro-2. Tujuannya untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan pemanasan global.

Tidak ada perubahan mendasarkan pada mesin 1TR-FE. Hanya ditambahkan TWC (three way cataytic converter) atau katalisator 3-jalur. Fungsi alat yang dipasang antara muffler dan mesin ini untuk mengurangi polusi seperti HC (hidrokarbon) atau bensin yang terbakar, karbon dioksida (CO2) dan nitrogen oksida (NOX).

Oksigen Sensor
Tambahan lainnya adalah oksigen sensor atau sering juga disebut AFR (air fuel ratio). Nama lainnya lambda sensor. Sensor ini dipasang pada saluran buang. Tugasnya memantau kadar oksigen yang keluar dari gas buang. Lantas membandingkannya dengan oksigen di udara bebas.

Kadar oksigen dari gas menentukan kondisi samburan, miskin atau kaya. Atau apakah pembakaran berlangsung lebih baik atau kurang sempurna. Informasi selanjutnya dikirim ke komputer mesin. Komputer pun menentukan jumlah bensin yang mesti disemprotkan. Dengan cara bisa ditentukan komposisi campuran sesuai dengan kebutuhan mesin. Misalnya saat normal, butuh tenaga untuk akselerasi atau saat mobil dikurangi kecepatannya.

Komputer Mesin
Dengan adanya oksigen sensor, maka ada juga tambahan “masukan” buat komputer mesin atau engine control unit (ECU). Hasilnya, menurut Iwan Abdurachman dari Training Toyota Astra Motor, dibandingkan mesin Innova tanpa oksigen sensor dan catalytic converter, versi terbaru saat dites di perindustrian, bisa mengirit bensin sampai 5 persen. Maklum, kalau mau bersih, juga kerjanya harus lebih efisien.

Read more >>

Walau Tubuh Besar, Konsumsi BBM Justru Lebih Irit

Konsumsi bahan bakar tidak melulu ditentukan oleh kapasitas mesin. Tidak ada hukum, makin besar kapasitas mesin, makin boros konsumsi bahan bakarnya. Dengan perkembangan teknologi, asumsi tersebut dipatahkan.

Contohnya, Kijang Innova bensin sebagai mobil keluarga yang paling populer di Indonesia. Kendati kapasitas mesinnya 2.000 cc, lebih besar dibandingkan Kijang Kapsul, 1.800 cc, Innova justru lebih irit. Padahal dari segi dimensi, Innova juga lebih besar.

Lho, kok bisa demikian?

Lebih Aerodinamis
Dua faktor utama, bodi Innova lebih aerodinamis dibandingkan dengan Kapsul. Bagian depan Innova lebih landai atau istilah kerennya, streamline, dibandingkan Kapsul. Di samping itu, permukaan bodinya juga lebih rata dan mulus.

Dengan demikian, ketika kendaraan melaju, hambatan angin jadi lebih rendah. Tenaga yang diperlukan untuk bergerak tidak terlalu besar. Alhasil, jumlah bahan bakar yang diperlukan untuk menggerakkan kendaraan bisa dikurang. Istilah lainnya, konsumsi bahan bakar jadi lebih irit.

Mesin Canggih
Faktor kedua adalah cara kerja atau teknologi mesin plus komponen pemindah daya seperti transmisi. Untuk memasok bahan bakar ke dalam mesin, Innova menggunakan sistem injeksi, sedangkan Kapsul karburator.

Hebatnya lagi, kerja mesin dikontrol oleh komputer. Dengan cara ini, kebutuhan mesin akan bahan bakar diatur sesuai dengan beban kerjanya. Saat lambat atau muatan ringan, jumlah bahan bakar yang dipasok sedikit. Sebaliknya, pada kecepatan tinggi, jumlah bahan bakar yang dipasok lebih banyak.

Bahan bakar dipasok dengan cara menyemprotkannya ke ruang pada katup mesin. Di sini bahan bakar atau bensin dicampur bersama udara yang dihisap oleh mesin. Di dalam mesin, udara dan bensin terus bercampur lebih 'akrab' lagi. Setelah itu, dimampatkan (kompresi), dibakar dengan menyulutnya melalui percikan bunga api yang dihasilkan oleh busi. Kemudian, terjadi ledakan yang mendorong piston dan menggerakan mesin dan selanjutnya dipindahkan ke transmisi dan roda.

Keunggulan sistem injeksi, bensin dipasok ke mesin dengan takaran yang telah ditentukan berdasarkan berbagai kondisi di sekitar mesin. Termasuk banyaknya massa udara yang dihisap mesin, suhu mesin dan berbagai parameternya.

Adapun pada mesin yang masih menggunakan karburator, bensin diisap berdasarkan bukaan katup gas yang dioperasikan melalui pedal gas. Komposisi campuran bisa saja tidak pas dan sulit diatur sesuai dengan kondisi kerja mesin.

Teknologi lainnya pada mesin Innova adalah Variable Valve Timing-Intelligent (VVT-i). Dengan teknologi ini, campuran bensin dan udara yang masuk ke mesin disesuaikan dengan kondisi kerja putaran dan beban mesin.

VVT-i memungkinkan mesin menyedot jumlah campuran udara dan bensin dengan mengatur waktu buka dan tutup katup isap secara optimal dengan memanfaatkan komputer. Udara mengalir ke dalam mesin secara efisien.

Drive by Wire
Bukan hanya itu, menurut Achmad Rizal, Marcomm Manager PT TAM, yang sebelumnya adalah merintis Kijang injeksi, pengembangan teknologi mesin Innova sangat banyak dibandingkan versi sebelumnya.

Dijelaskan, Innova 2007 harus memenuhi standar emisi Euro2. Hal tersebut harus dilakukan karena Kijang Innova juga diekspor dan mengikuti standar emisi internasional.

Sebagai contoh, untuk mengatur putaran mesin atau kerja mesin tidak lagi menggunakan kabel konvensional yang menghubungkan pedal gas dengan throttle body atau katup gas. “Innova sudah menggunakan drive by wire. Di samping itu, satu busi untuk satu silinder. Kemampuan kerjanya jauh lebih efisien. Inilah membuat Kijang Innova jadi lebih irit,” jelasnya.

Bahkan, untuk mengikuti standar Euro2, Innova juga dilengkapi dengan oksigen sensor plus katalis (catalytic converter) untuk mengurangi emisi gas buang. Hasilnya, selain lebih irit, mesin Kijang Innova bensin juga makin ramah terhadap lingkungan.

Masalahnya, menurut insinyur mesin lulusan ITB ini, kekeliruan yang dilakukan pengemudi Kijang adalah kurang memahami cara mengoperasikan pedal dengan sistem drive by wire ini. “Pada tahap awal pedal gas ditekan, reaksi mesin memang lebih lambat dibandingkan yang menggunakan kabel. Namun, begitu sudah bekerja, jadi cepat. Nah, karena agak lambat di awal itu, pengemudi sering menekan ulang pedal gas. Akibatnya, tentu saja pemakaian bahan bakar jadi boros,” terangnya.

Read more >>

Yaris Groovy 2009 Makin Trendy

Setelah kompetitornya berdandan, bahkan ada yang tampil dengan wajah total baru, tahun ini Toyota hanya berusaha menampilkan Yaris dengan sedikit perubahan atau “minor change”. Meski begitu, perubahan eksterior, terutama wajah depannya, cukup membuat penampilan si “Groovy” ini makin trendy. Lebih segar dan dinamis!

Gril & Bumper. Perubahan yang dilakukan pada setiap varian Yaris, yang terdiri dari tipe J (standar), E (sedang) dan S (sport) atau paling mewah berbeda-beda. Di depan, bagian yang sama dari ketiga varian adalah bentuk gril dan bumper.

Perbedaan tampak pada spoiler antara tipe S dengan E dan J. Tipe S dilengkapi spoiler (bibir) di bawah bumper bagian tengah, sedangkan tipe Edan J, tidak ada.

Di bawah lampu kabut, ditambahkan aero mudguard untuk seluruh tipe. Namun bentuk untuk tipe S dengan E dan J berbeda. Perbedaan lain, pada tipe S dilengkapi dengan lampu kabut plus cover yang diberi garnish. Sedangkan J dan E tanpa lampu kabut.

Gril tampil dengan struktur sarang lebah. Sedangkan bumper di bawahnya, berupa garis harisontal. Kombinasi antara gril baru dan bumper ini, membuat penampilan Yaris lebih dinamis dibanding versi sebelumnya.

Untuk lampu depan, perubahan sangat kecil. Sekilas, tak bisa dibedakan antara versi lama dengan baru. Menurut Toyota yang berbeda adalah ukuran permukaan lampu.

Belakang. Di belakang perubahan dilakukan pada desain bumper dan tempat nomor polisi. Bagian yang disebutkan terakhir, ukurannya lebih besar dari Yaris lama dan membentuk huruf “V”. Untuk tipe S, spoiler belakang dibuat lebih tajam. Sedangkan pada tipe E ada tambahan aeromudguard.

Lampu belakang sedikit mengalami perubahan sedikit desain kendati bentuk dasarnya sama. Lensa kuning untuk lampu sinyal dibuat lebih tegas. Untuk lampu stop, digunakan LED multireflektor.

Pelek alloy yang digunakan sekarang ini, menggunakan model 8 palang (sebelumnya 5). Perubahan lain disesuaikan dengan variannya. Untuk S, kaca spion luar dilengkapi dengan lampun sein yang makin tren sekarang ini.

Interior. Pada interior perubahan hanya pada panel dan warna tempat tongkat persneling. Versi baru, tampil dengan gaya silver yang lebih cerah. Sedangkan untuk varian S menggunakan silver titanium. Setirnya dilengkapi dengan beberapa tombol tambahan untuk mengatur audio. Fitur ini membuat tipe S makin mewah!

Juga dilakukan perubahan warna dan corak pada jok dan trim interior. Tambahan lain, sesuai dengan target pemakainya, yang mereka kalangan muda, disediakan interface untuk menghubungkan iPod ke audio pada mobil.

Mesin. Untuk mesin tak mengalami perubahan dan tetap sama dengan versi sebelumnya. Menurut Joko Trisanyoto, Direktur Pemasaran TAM, Toyota menilai performa mesin sekarang ini sudah maksimal.

Menarik juga, mesin ini menurut Toyota bisa menggunakan bahan bakar etanol E20 atau bensin dengan kadar campuran etanol 20%.

Juga dijelaskan pula, perubahan pada Yaris, terutama aksesorinya merupakan hasil rancangan tim desainer Toyota plus pemenang lomba desain Toyota tahun lalu. Menurut Johnny Darmawan, meski Yaris tidak dibuat di Indonesia, namun desain aksesori terpaksa dibuat di Indonesia.

“Ternyata di kawasan Asean, selera orang Indonesia paling tinggi,” katanya. Karena itulah aksesori New Yaris ini juga dipasarkan ke negara-ngara Asean.

Khusus untuk tipe S adalagi tambahan yang membuatnya makin menyenangkan dan gaya, yaitu smart entry atau keyless untuk transmisi otomatik. Dan tentu saja, pemilik Yaris paling wah ini makin gaya, karena untuk menghidupkan dan mematikan mesin dapa dilakukan dengan tombol.

Dimensi
Item
Panjang x Lebar x Tinggi (mm)
3.750 x 1.695 x 1.520

Jarak sumbu roda (mm)

2.460
Mesin
Tipe
4 silinder, segaris,
16 katup, DOHC, VVT-i
Kapasitas
1.497 cc
Diameter x langkah
75,0 x 84,7 mm
Daya maks.
109PS @6.000 rpm
Torsi maks.
14,4 kg-m @4.200 rpm

Perbedaan fitur pada Yaris berdasarkan tipe

Tipe
J (standar)
E (sedang)
S (mewah)
Transmisi
Manual 5 kecepatan
Automatik 4 kecepatan, Super ECT
Sistem rem: Depan
Cakram
Cakram berventilasi, ABS, EBD, BA

Belakang

Teromol
Teromol ABS, EBD, BA
Cakram, ABS, EBD, BA
Ban
185/60R15
Dual airbag
-
Ada
Ada
Keyless
-
-
Ada
Catatan. ABS: Antilock Brake System, EBD; Electronic Brakeforce Distribution, BA : Brake Assist
Read more >>

4otomotif modifikasi