Tampilkan postingan dengan label Mercedes-Benz. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mercedes-Benz. Tampilkan semua postingan

Smart ED dan Pengisi Baterai untuk Pemda DKI Jakarta


PT Mercedes Benz Indonesia (MBI) meminjamkan sebuah mobil listrik Smart ED atau Smart Electric Driving selama satu tahun kepada Pemerintah Kota DKI Jakarta sebagai proyek percontohan mobil masa depan ramah lingkungan.

Dengan ini, MBI berharap bisa menularkan budaya "hijau" kepada warga Jakarta. Karena itulah, program ini dinilai MBI sebagai corporate social responsibility (CSR).

"Lama peminjaman satu tahun dan bisa diperpanjang sampai batas yang tak ditentukan, sesuai kebutuhan," ujar Wakil Direktur Pemasaran MBI Yuniadi Hartono di sela-sela acara serah terima Smart ED di Balaikota, Jakarta, sore ini.

Selain MBI, secara bersamaan PT Siemens Indonesia juga menyerahkan alat pengisi baterai (charger) untuk Smart ED ini. Penyerahan mobil dan alat pengisi baterai langsung dilakukan oleh Presiden Direktur dan CEO MBI Rudi Borgenheimer serta Presiden Direktur & CEO PT Siemens Indonesia Hans-Peter Haessslein kepada Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Foke).

Langkah awal
Dijelaskan, peminjaman unit dilakukan sebagai pembelajaran awal bagi warga Ibu Kota terhadap kendaraan ramah lingkungan. "Warga harus mulai disadarkan, Jakarta ini membutuhkan kendaraan dengan energi baru karena populasinya sudah cukup tinggi di Jakarta," beber Yuniadi.

Sementara itu, Foke mengatakan, dengan mobil ini, Jakarta bisa disejajarkan dengan ibu kota negara maju lain yang sudah menggunakan mobil listrik. Fokus utama Pemkot Jakarta adalah terus menciptakan kendaraan ramah lingkungan, khususnya di sektor transportasi massal.

"Ini langkah awal. Ke depan, khususnya transportasi umum, harus mulai menggunakan bahan bakar alternatif ramah lingkungan seperti ini," harap Foke.

Pertama
Foke mengaku bangga karena Indonesia menjadi negara pertama di kawasan Asia Tenggara yang menerima Smart ED. Karena itu, ia berharap bisa mendorong kepedulian warga Jakarta untuk memperoleh lingkungan yang lebih hijau.

Foke juga mengatakan, sejak mulai Smart ED diproduksi, ia ingin memesan. Bahkan, ia memesan langsung ke MBI agar bisa memperoleh mobil listrik ini di Jakarta.

"Rencana berubah. Kami justru melakukan kerja sama yang jauh lebih bermanfaat bagi warga Jakarta," ungkap Foke.

Sementara itu, MBI akan meluncurkan Smart ForTwo bermesin bensin untuk Indonesia pada 29 November mendatang. Tiga varian yang ditawarkan adalah Pure Coupe, Passion Coupe, dan Passion Cabriolet. Ketiganya masing-masing dibanderol Rp 219 juta, Rp 249 juta, dan Rp 269 juta off ther road.
Read more >>

Mercedes-Benz SL500 Sentuhan Rumah Modifikasi Swiss

Desain yang sporty disertai citra sebagai sedan premium coupe (dua pintu) itulah yang membuat Nanda jatuh hati pada Mercedes-Benz (MB) SL 500. Sekalipun diproduksi 2005, tetapi tampilan sedan dari negeri Bavaria ini tetap eksklusif dan mempunyai kelas.

Yang bikin Nanda lebih kepincut lagi, SL500 yang diproduksi terbatas itu, sekujur bodi telah mendapat sentuhan dari FAB Design. Rumah modifikasi yang cukup terkenal asal Swiss. Ketika jatuh ke tangan Nanda pun sudah menggunakan body kit dan kaki-kaki garapan FAB Design.

"SL500 FAB Design buat gue merupakan collector item yang sangat langka dan sulit didapatkan di Indonesia," komentarnya, meski ia harus menunggu sampai lima bulan. Dikatakannya, sulit mendapatkan SL500 dengan hanya memesan, tapi harus komplet dengan mobilnya, apalagi kala diproduksi hanya mengeluarkan satu warna, yakni silver.

Dari sekujur 'tubuh' produk MB, perhatikan eksterior, paling banyak digarap FAB. Mulai dari bumper depan, belakang, gril serta side skirt dibuat dengan kualitas tinggi. Sekalipun banyak penambahan, tidak akan menaikkan bobot lantaran sektor yang disentuh menggunakan bahan karbon komposit.

Malah tampilan aero kit dengan lekukan desain trapezodial plus dan keberadaan air scoop berdimensi besar, bikin sosok SL500 bermesin 5.000 cc V8 semakin berotot. Adapun bagian buritan, FAB cukup jeli mengubahnya sehingga ketika dilihat sangat berisi.

Seperti spoiler belakang, sekalipun minimalis, tetapi tampilan menjadi anggun dipadu dengan diubahnya desain muffler. Dengan bentuk segitiga, keduanya disatukan dan ditempatkan di bagian di tengah.

Begitu clean dan fresh. Terlebih, aplikasi butterfly door pada tubuh SL500 semakin membuatnya fenomenal. Namun, tak terkesan murahan. Hasilnya, Nanda semakin percaya diri pada saat turun dari mobil kesayangannya ini.
Read more >>

FAB SLR Desire, Sedan Sport Rombakan dari Swiss

Di kalangan otomotif-mania, Mercedes-Benz SLR begitu dikenal dan diingat. Selain karena bentuknya yang memang kuat mencerminkan kesan sebagai sedan sport, tentu tenaganya pun sangat dahsyat. Ketika diperkenalkan saja, dapur pacu standar mengantongi angka 626 dk.

Buat yang doyan modifikasi, kebetulan ada MB-SLR yang sudah dipoles tampilan bodinya. Boleh percaya boleh tidak, yang melakukannya justru rumah modifikasi dari Swiss, yakni FAB Design.

Setara aerodinamika F1
Bedanya dengan pemodifikasi di Tanah Air, di sana mereka masih tetap mempertahankan keaslian tampilan. Untuk SLR ini, FAB yang suka mengacak-acak sport cars sudah merancang ulang eksterior. Tujuannya, menghasilkan tingkat aerodinamika setara dengan mobil balap F1.

Tak cuma itu, target lainnya, menyunat bobot standar yang 1.768 kg. Sebagai gantinya, FAB menggunakan bahan serat karbon. Di samping ringan, kekuatan sangat dijamin. Dari desain ulang itu tampak sekali kalau bagian-bagian yang punya andil memberi down force ikut diperhatikan.

Mari kita sisir mulai dari depan. Rongga udara yang superbesar di bawah gril, selain untuk mendinginkan mesin dan penghenti laju, itu juga untuk mendapatkan daya cengkeram. Makanya, bagian bawah dikasih bibir. Bagian atas seperti dikasih sayap dan konturnya mengikuti bagian tengah kap mesin yang meruncing ke depan.

Coba kita bergeser ke sepatbor. Untuk bagian depan dikasih penutup yang seolah-olah menyatu dengan bumper. Fungsinya jelas, daya cengkeram roda depan bertambah. Fungsi lain, meredam cipratan air tidak sampai ke luar.

Angin yang mengalir dari depan melewati sayap tambahan di sepatbor langsung dialirkan lagi oleh mini-spoiler di sepatbor belakang. Lalu, sepatbor belakang menyatu dengan side skirt yang lebih sporty. Kemudian, pada bagian depan side skirt (belakang roda depan) menjadi rumah ujung knalpot yang kiri dan kanan yang masing-masing lubang tiga.

Sekarang bergeser ke belakang. Ada penambahan sayap belakang. Menariknya. Pegangannya simetris dengan garis sisi pinggir tutup bagasi. Begitu juga diffuser-nya, tidak dibikin seperti F1 yang berjajar, tapi bentuknya meruncing ke bawah mengikuti tutup bagasi.

Usai bodi, beralih ke mesin. Standar yang 626 dk dikilik lagi sampai 750 dk dengan torsi 1.080 Nm. Tidak disebutkan bagian mana yang disentuh dan komponen apa saja yang dipakai. Yang jelas, dari hasil jajalnya, untuk akselerasi dari 0 sampai 100 km/jam ditempuh hanya dalam waktu 3,6 detik.

Berarti, untuk ngebut mencapai 300 km/jam tidak terlalu sulit. Hanya, untuk menemukannya sedikit sulit lantaran FAB cuma membuat 15 unit saja.
Read more >>

Wow! Mercedes Pakai Velg Seharga Sedan Proton Saga

Dari segi tampilan, Mercedes-Benz E200 ini layaknya mobil standar. Meski body kit AMG sudah menempel seperti bumper depan. Kemudian pada bagian belakang, ada penambahan sayap mungil dan ujung knalpot kiri dan kanan yang ganda.

Lantas, apa yang menarik dari mobil Jerman produksi 2003 ini? Coba perhatikan keempat roda, menggunakan velg Forgiato Parlaro. Lalu, sekalian lirik ke sistem penghenti lajunya, sudah tidak standar.

Satu set rim Parlaro itu seharga dengan sedan Proton Saga dari Malaysia yang baru di-launching Maret lalu. Kresna, sang pemilik Mercedes, menebusnya 9.500 dollar AS (dikalikan Rp 12.000) atau Rp 114.000.000. Pertimbangan memilih velg Parlaro, "Dulu gue pernah ikut kontes modifikasi, tapi kalah untuk ngedapetin gelar The Best Rims," sesal Kres—sapaan karib Kresna—yang dengan velg baru siap berkompetisi.

Desain velg Forgiato Parlaro ini terbilang unik. Konsepnya, perpaduan bulan sabit dan palang besar membentuk center hub sebagai pemegang baut roda. Diklaim memiliki titik poin keseimbangan dan kekuatan yang sama dengan model velg konvensional berkonstruksi 3-pieces forged.

Boleh jadi, Parlaro disebut sebagai velg revolusioner yang canggih dan terwujud dengan sempurna. Bayangkan, minim pegangan, namun bisa bersinergi dengan kekuatan dan keseimbangan mobil. Kebetulan velg ini punya ukuran untuk E-Klasse yaitu 5/112 dengan pemesanan 3 bulan.

Finishing yang dipilih satin black, meski juga tersedia flat black/satin silver center with chrome lip, flat red/flat black center with flat black lip, dan chrome/black.

Dengan velg canggih, Kresna membenamkan Brembo 8 pot ke roda depan. "Ukuran disk-nya sekitar 380 milimeter," bilang Ferry Soehary, punggawa Concept Motorsport yang mendandani mobilnya. Pengerjaannya sangat gampang, kebetulan Brembo menyiapkan perangkat penghenti laju berspek plug and play.
Read more >>

E-Guard, Mobil Anti-Granat Terbaru dari Mercedes

Sebulan setelah peluncuran E-Class model terbaru di Detroit Auto Show, Mercedes-Benz kembali memperkenalkan E-Class versi khusus yang lebih fantastis, yaitu E-Guard anti-peluru. Kalau mau lebih hebat lagi, bisa ditingkat menjadi anti-granat.

Dari penampilan, versi khusus ini sama dengan E-Class standar. Namun E-Guard adalah mobil sedan dengan “rompi tambahan” berupa lapisan baja keras di bagian dalam.

Sebagai salah satu produk Mercedes-Benz yang paling banyak dipakai di dunia, E-Class khusus ini ditawarkan buat pengusaha superkaya. Dengan menggunakan E-Guard, para pengusaha dapat melindungi dirinya dari serangan para kriminal jalanan, yang akhir-akhir ini meningkat frekuensinya di seluruh dunia.

Kepompong
Dijelaskan oleh Mercedes, struktur dan jaringan baja pada E-Guard yang digunakan untuk melindungi penumpangnya, dibuat seperti kepompong. Kehebatan sistem proteksi yang dibuat Mercedes pada produknya ni tak perlu diragukan. Pasalnya, perusahaan mobil yang berpusat di Stuttgart itu, sudah sangat ahli dan punya pengalaman 80 tahun membuat mobil anti peluru untuk kepala negara, yaitu Pullman.

Dengan kondisi dunia yang makin banyak penganggurannya saat ini, diperkirakan tingkat kriminalitas juga bertambah. Karena itu, tiba-tiba Mercedes memasarkan mobil ini dianggap sebagai strategi jitu. Mobil, kini tak lagi sekadar sebagai alat transportasi atau simbol status, juga harus dapat memberikan perlindungan maksimal. Hebat euy!

Proses Khusus
Seperti biasanya, menurut Mercedes, E-Class ini dibuat secara khusus dan mendapatkan penyelesaian lanjutan dibandingkan versi standar. Meski begitu, garansinya tetap sama.
Sistem pelindung mobil dikerjakan oleh para ahli khusus yang terlatih dan sangat berpengalaman. Tujuannya agar pemasangan elemen komponen bisa dilakukan secara akurat sesuai dengan kontour bodi dan tidak merusak interior.

Sel pelindung memberikan perlindungan menyeluruh. Komponennya dibuat dari baja yang sangat keras dan aramid. Lantas disatukan dengan polikarbonat mengkilap tahan gesek agar penampilannya tetap menarik.

Semua komponen tersebut tidak bisa dilihat dengan kasat mata. Untuk ini Mercedes mengunakan prosedur produksi khusus dengan pengawan yang lebih ketat. Tujuannya, agar kualitas produksi dan pemasangan komponen sesuai dengan standar tinggi yang telah ditentukan Mercedes.

Sebagai mobil eksklusif dan khusus, tingkat kenyamanan prima tetap menjadi perhatian Mercedes. Interior dibuat tetap lega untuk 5 penumpang. Begitu juga dengan sistem akustik spasialnya, pelindung dari sengatan cahaya matahari serta fungsi kontrol-kontrol dan lampu.

Pintu belakang dilengkapi dengan pemanas. Juga ada power window pada sisi pengemudi dan penumpang depan yang dapat ditarik penuh. Juga ditawarkan power window untuk pintu belakang yang irit energi.

Peluru Magnum
Tawaran opsional lain adalah sistem alarm darurat yang membuat lampu depan berkedip-kedip, suara sirene yang diaktifkan dengan tombol sentuh bila ada serangan.

Mobil ini juga dilengkapi dengan sistem interkom. Dengan ini penumpang di dalam sel pelindung bisa berkomunikasi dengan orang yang berada di luar mobil. Tambahan fitur lainnya, memenuhi standar ketat sebagai ‘Pelindung Tingkat Tinggi’ (sangat ketat), sesuai dengan perlindungan kelas VR4 (sebelumnya B4) dan seterusnya.

Dengan standar tersebut, berarti G-Guard tahan terhadap serangan peluru magnum sampai kaliber .44 yang dilepaskan dari berbagai posisi atau sudut tembakan. Tingkat perlindungan pada mobil ini telah diverifikasi dan diberi sertifikat oleh sebuah lembaga tes dengan rekomendasi internasional.

Di samping bodi dan atap, Mercedes juga menerima penawaran khusus dari pembeli bila kolong mobil juga ditambahi pelindung dari baja. Lengkapnya, mobil ini mampu memberikan perlindungan menyeluruh pada sel penumpang dari serangan granat tangan DM51.

Suspensi Udara
Suspensi dan rem diubah sesuai dengan kondisi terbaru E-Guard. Maklum, beratnya bertambah. Kenyamanan tetap dipertahankan seperti E-Class standar. Untuk itu, Mercedes menggunakan suspensi udara versi Level II khusus, yaitu AIRMATIC sebagai standar. Tambahan lain, sistem kontrol elektronik dan penahan untuk menjaga pengemudi pada situasi kritis yang dibuat secara khusus oleh Mercedes.

Sedan ini menggunakan roda dan ban 17 inci. Fitur ban, kendati digembosi kena paku atau ditembak, masih bisa dipakai untuk tancap gas pada 80 km/jam sejauhk 50 km. Cukup untuk mendapatkan perlindungan di pos polisi. Ban yang digunakan dapat melaju sampai kecepatan 240 km/jam.

Tes Maraton
Seperti semua kendaraan seri produksi massal Mercedes lainnya, E-Guard harus melalui tes ekstensif di bawah pengawas ketat selama pembuatan dan penyelesaiannya. Pekerjaan tersebut mencangkup tes ketahanan pada trek berat yang dilakukan secara simulasi. Juga ada tes rem di jalanan Alpen, uji-coba pada suhu ekstrem, tes korosi dalam waktu lama dan tes tabrakan.

Kendati banyak fitur bertambah, menurut Mercedes, garansi yang diperoleh pemilik E-Guard tetap penuh. Bahkan mendapatkan servis tambahan khusus, tanpa menjelaskan rincinya.

E-Guard anti-peluru ini ditawarkan dengan tiga varian mesin. Opsinya: ELEGANCE atau AVANTGARDE dengan variann E500 dan E350. Seperti E350, keduanya menggunakan mesin diesel CDI BlueEFFICIENCY dengan format sedan 5 penumpang. Kapasitas bagasinya 540 liter atau bisa membawa muatan sampai 550 kg. Dengan kemampuan seperti itu, mobil ini juga cocok sebagai kendaraan sehari-hari keluarga.

Paket E-Guard ditawarkan dengan harga €45.000 (di Jerman, belum termasuk pajak) atau sekitar Rp 685 juta.

Bagi peminat di Indonesia, tinggal menambahkan pajak bea masuk, barang mewah plus keuntungan jasa buat ATPM. Biasanya, bisa menjadi sekitar 200% lebih atau mendekati Rp 2 M. Kalau memang segitu, berarti masih di bawah S500.

Dengan demikian, selain mendapatkan mobil mewah yang nyaman dan bergengsi, juga memperoleh perlindungan maksimal. Tak kalah dengan mobil anti perluru Barack Obama, Presiden Amerika Serikat yang panjang itu.

Hebatnya lagi, kalau digunakan di Jakarta dan sekitarnya, tentu tak kesulitan seperi membawa limosin. Di samping itu, jJuga tidak mencolok mata karena penampilannnya sama saja dengan E-Class standar.

Tambahan informasi, tahun ini Mercedes-Benz Indonesia berencana memasarkan E-Class terbarunya. Bagi yang berminat, bisa saja memesan E-Guard dan menurut Mercedes di Stuttgart, pesan mulai dibuka April mendatang.
Read more >>

New SLR Stirling Moss, No 2 Termahal di Dunia

Kendati krisis ekonomi melanda industri otomotif, ternyata produsen mobil terus saja menawarkan mobil supermahal dan diproduksi dalam jumlah terbatas. Paling akhir adalah dari Mercedes-Benz (MB).

Perusahaan mobil mewah terkenal asal Jerman itu kemarin baru saja merilis New SLR Stirling Moss: mobil superroadster tanpa atap, tanpa kaca depan, dan hanya bisa ditumpangi satu orang plus pengemudinya. Harganya 750.000 euro! Kalau dikonversi ke mata uang kita, nilai nominalnya menjadi Rp 11.687.508.732. Wuaaah...

Kalau sudah begini, dipastikan akan menggeser posisi Ferrari Enzo sebagai mobil nomor dua dari 10 mobil termahal di dunia saat ini.

Karena harganya supermahal itu, MB mengincar pembeli yang merupakan orang-orang superkaya, ‘gila’, dan punya nyali tancap gas, sekaligus ingin merasakan kecepatan mobil balap seperti Formula.

Hanya 75 Unit

Sebagai mobil supermahal, MB tidak membuat SLR Stirling Moss secara massal. Menurut perusahaan tersebut, mobil yang menggabungkan unsur desain klasik dan modern ini hanya akan diproduksi 75 unit. Tidak lebih! Pembuatannya dimulai Mei tahun depan atau diproduksi antara Juni dan Desember 2009. Berminat?

Bisa jadi muncul pertanyaan dari sebagian dari kita: Apanya sih yang membuat mobil ini dihargai begitu mahal?

Unsur yang menyebabkan mobil ini supermahal, antara lain, teknologi dan jumlahnya yang terbatas, nama Stirling Moss sebagai legenda balap, dan eksklusivitas di jajaran mobil super-elite.

Dari segi kemampuan, SLR Stirling Moss termasuk hebat. Sumber penggeraknya adalah mesin V8 yang menghasilkan tenaga 650 PS dengan kemampuan dikebut dari 0-100 km/jam hanya 3,5 detik. Tambahan lain, kecepatan tertingginya 350 km/jam.

MB sangat membanggakan SLR edisi khusus ini. Pasalnya, saat ini belum ada mobil produksi lain yang tampil dengan konsep seekstrem ini. Bagi MB, mobil ini dipersembahkan sekaligus menghormati prestasi hebat yang dicapai oleh pembalap legenda Inggris, Stirling Moss.

Kemenangan demi kemenangan yang diraih Stirling Moss—terutama pada 1955—menggunakan Mercy SLR. Bahkan dengan mobil tersebut, Stirling Moss sampai saat ini masih memegang rekor Mille Miglia dengan rekor waktu 10 jam 7 menit 48 detik.

Sebelumnya pada 1950, Mercy SLR300 juga memenangkan berbagai balapan, antara lain Eifel, Targa Florio, dan Tourist Trophy dengan ‘sopir’ tak kalah fenomenal, Manuel Fangio dan Karl Kling.

“New SLR Stirling Moss menggabungkan karakter SLR sekarang dengan kehebatan SLR 1955,” begitu umbar MB dalam rilisnya.

Bodi ‘Stand Slone

Nilai sesungguhnya dari SLR baru ini adalah desainnya yang baru, teknologi yang inovatif, dan menggunakan material ‘highclass’. Silver Arrow baru tidak lagi dilengkapi atap dan kaca depan. Hanya ada dua deflektor angin dengan ketinggian beberapa sentimeter untuk melindungi pengemudi dan penumpang dari terpaan udara saat meluncur pada kecepatan tinggi, terutama di trek lurus.

Di belakang pengemudi dan penumpang ada dua corong udara yang disatukan pada bodi. Bagian ini ditugaskan sebagai pengaman atau roll bar. Dengan konsep ekstrem inilah MB berani mengatakan SLR Stirling Moss berbeda dibandingkan dengan mobil sport kelas atas atau elite lainnya.

Seluruh bodi SLR Stirling Moss dibuat dari serat karbon ringan dengan konsep desain “stand alone”. Para desainer MB yang dipercaya menangani mobil ini diminta fokus memperhatikan satu komponen saja sehingga diperoleh hasil kerja yang sempurna.

Jadi, wajar saja MB menggunakan mobil ini sebagai simbol status, gengsi sebagai produsen mobil hebat di dunia, karena bagaimanapun, SLR yang mereka buat pada 1950-an, sekarang masih dianggap sebagai ikon oleh para desainer mobil dunia.

SLR Stirling Moss dirancang dengan bentuk panah, kap mesin yang panjang, dan bagian belakang yang berotot. Karena tidak ada kaca depan, eksterior dan interior jadi menyatu. Kap mesin juga menjadi bagian interior. Sosok mobil ini tampak ramping. Bahkan ketika diam, mobil sport ini memancarkan dinamika sport yang sangat kuat.

Ditambahkan oleh MB, mobil ini mengabungkan gaya tradisional dan modern. Sayap dengan kontur bertenaga. Juga ada ‘insang’ ventilasi yang dicat hitam berada di bodi samping, sedangkan kap mesin dirancang untuk menampilkan kembali sosok legenda SLR ‘jadul’.

Penampilan lampu dengan teknologi masa kini digabungkan dengan garis-garis ekpresif untuk menambah kesan dinamis. Skirt samping dipasang pada posisi sangat tinggi, sedangkan kedua pintu membuka dengan bergerak ke arah depan.

Perlengkapan tambahan mobil ini dua tonneau (dibaca: ta’-no) untuk menutup kabin pengemudi dan penumpangnnya. Bila tidak digunakan, tonneau disimpan di bagasi. Cukup menarik, ketika kedua tonneau dipasang dan pintu ditutup, SLR Stirling Moss adalah sosok atau sebuah karya seni ukur yang hebat.

Menjaga keaslian

Untuk menjaga eksterior tetap asli, interior dibiarkan terbuka dan tidak banyak pernak-perniknya. Permukaan yang menonjol pada panel instrumen dan pintu dibuat dengan daya tarik khas untuk menciptakan resonansi kesempurnaan.

Materi yang digunakan juga berkualitas tinggi, antara lain serat karbon, aluminium, dan kulit. Pelat aluminium digunakan untuk mencantumkan tanda tangan Stirling Moss yang dibuat dengan seni ukir tingkat tinggi dan ditaruh pada panel tuas transmisi.

Konsep lain yang diaplikasikan adalah aerodinamika dengan kolong tertutup dan difuser di bumper belakang. Difuser dimanfaatkan untuk memperoleh downforce atau daya cengkeram ban secara maksimum pada permukaan jalan. Khusus untuk Stirling Moss, ukuran difuser-nya lebih besar.

Untuk memastikan rem bekerja efektif, MB melengkapi SLR ini dengan rem angin (airbrake) yang dapat dioperasikan secara manual. Rem angin juga berfungsi menambah daya pengereman bila mobil melaju di atas 120 km/jam sekaligus bertugas menjaga stabilitas!

Read more >>

Mercedes-Benz Tawarkan CLS Grand Edition Baru

Menyambut 2009, Mercedes-Benz memperkenalkan CLS Grand Edition baru—edisi spesial—yaitu sedan kupe sport premium empat pintu. Alhasil, tidak hanya penampilan eksterior premium, kupe ini eksklusif dan elegan. Interiornya juga dirancang serasi dengan berbagai kombinasi warna dan materi berkualitas tinggi.


Untuk versi khususs ini—tersedia dalam empat varian mesin—Mercedes-Benz menawarkan harga mulai dari yang rendah 67.294,50 euro (Rp1.027.539.561). Tentunya konsumen harus mengeluarkan uang lebih banyak lagi bila ingin fitur tertentu, misalnya mesin yang lebih canggih (bensin injeksi langsung), perlengkapan tambahan lain dan pilihan warna sesuai dengan selera pembeli.

Kalau Anda penggemar berat Mercedes-Benz dan kebetulan suka dengan sedan ini dan ingin dinikmati bersama keluarga (karena menggunakan format empat pintu), Anda sudah bisa memesannya dari sekarang. Lantas agar bisa dipakai secara resmi di jalanan Indonesia, tinggal tambahkan bea masuk dan pajak yang harus ditanggung, dan dipastikan harga akan jauh lebih mahal. Maklum, CLS adalah produk Mercedes-Benz yang berada di kasta lebih tinggi dibandingkan S-Class!

Designo Magno
Menurut Mercedes-Benz, CLS Grand Edition khusus ini sangat menarik. Pasalnya, mobil ini menggunakan cat dengan finishing yang unik dan eksklusif. Mercedes menyebutnya ‘designo magno’ platinum matt alias dop. Cat ini dinilai sangat cocok dengan garis-garis desain bodi sedan kupe ini. Kehebatan cat baru ini tahan gores dan kotor. Penampilannya makin oke dengan pengecatan ‘avant-garde’. Ditambahkan, gril radiator juga dicat dengan ‘designo magno platinum’.

Desain eksklusif ini, menurut Mercedes-Benz, berlanjut sampai ke interior dengan menghadirkan kulit 'designo magno’ dan perlengkapan berkualitas tinggi. Dengan kombinasi tersebut, Mercedes-Benz yakin mobil ini akan menjadi mobil multi-desain dengan hasil yang sempurna.

Bagi Mercedes-Benz, CLS adalah kupe khusus. Mobil yang menjadi simbol di kelasnya. Produsen Jerman asal Stuttgart ini yakin, CLS akan menjadi trendsetter kupe empat pintu. Untuk itu pula, pembeli CLS dapat memilih cat dengan finishing metalik, yaitu hitam obisidian, silver iridium, merah carneol, dan abu-abu flint.

Tambahan eksterior lain yang ditawarkan Mercedes-Benz sebagai perlengkapan CLS ini adalah lampu bi-xenon dengan casing gelap, lampu depan aktif dan lampu kabut aktif yang juga berfungsi sebagai sein, pembersih atau semprotan lampu depan, dan setelan dinamis lampu depan .

Untuk memperkuat sosok sport mobil ini, CLS dipasangi velg alloy AMG 18 inci model palang 5 dengan cat abu-abu titanium. Ukuran ban depan mobil ini adalah 245/40R18 untuk depan dan 275/35R10 buat belakang. Tambahan lain, logo “Grand Edition" di samping depan mobil.

Interior
Untuk memberi kesan elegan, Mercedes-Benz merancang perpaduan warna dan materi secara apik pada interior. Antara lain menyerasikan desain interior dan garis-garis atap yang dilapisi kulit Alacantara hitam mengilap bersama sun-roof yang bisa digeser atau dijungkit ke atas.

Mercedes-Benz menambahkan sentuhan khusus dari kulit ‘marron’ dengan opsi utama, hitam, merah, porselen, dan chablis.

Elemen trim intrior lainnya menggunakan kayu dengan kontur khusus dan dapat dipesan dengan finishing dop atau gloss. Hal yang sama juga dilakukan pada tongkat persneling dan setir: kombinasi kayu dan kulit.

Tambahan lain adalah sport dari besi stainless dengan stud karet menambah desain sport CLS Grand Edition. Perlengkapan lain adalah COMMAND APS multimedia, telepon, Parktronic, dan karpet bertuliskan "Grand Edition" dari sutera.

Mesin
Untuk sumber tenaga, Mercedes-Benz menawarkan empat varian mesin. Selain mesin standar, yang lebih hebat lagi adalah V6 untuk CLS280, sistem injeksi langsung bensin untuk CLS350 (tenaga lebih besar, namun irit bahan bakar). Mesin yang disebutkan terakhir ini menggunakan injektor piezoelektrik dengan semportan langsung diarahkan ke ruang bakar dan menghasilkan tenaga 292 PS. Klaim Mercedes-Benz, konsumsi bensin mobil ini dengan mesin bensin injeksi langsung 9,1 liter untuk jarak 100 km atau 10.9 km/liter. Irit lho!/*

Read more >>

Mercy B-Class Bertenaga Listrik di NAIAS Auto Show 2008

Pada North American International Auto Show (NAIAS) 2009—sebelumnya bernama Detroit Auto Show—yang berlangsung bulan depan, produsen mobil premium terkenal asal Jerman, Mercedes-Benz, akan memperkenalkan kepada publik mobil studi konsep BlueZero. Kendati belum ada rilis dari Mercedes-Benz, namun media Jerman, terutama on-line sudah menayangkan foto mobil tersebut. Menurut mereka, foto-foto tersebut dibocorkan oleh orang dalam Mercedes-Benz sendiri.


Meski Mercedes-Benz menyebut mobil ini BlueZero Concept, namun media Jerman justru menganggapnya sebagai B-Class generasi mendatang. Autobild sebagai salah satu media otomotif terbesar Jerman malah menyebutnya sebagai “B-Class Baru Bertenaga Listrik”.

Analisis tersebut didasarkan pada dimensi dan tentu saja desain mobil ini. Di samping itu, B-Class sejak diluncurkan pertama pada 2005 belum berganti model. Diperkirakan, BlueZero akan menjadi B-Class yang akan diluncurkan pada 2010.

B-Class adalah produk Mercedes-Benz yang masuk dalam kategori MPV kompak yang tampil dengan desain hatchback. Dimensinya sedikit lebih besar dari A-Class. Meski kurang begitu populer, B-Class juga dipasarkan oleh ATPM-nya di Indonesia, PT Mercedes-Benz Indonesia.

Tiga Varian
Lebih lanjut dijelaskan, BlueZero yang akan melakukan debut tersebut diperkenalkan Mercedes-Benz dalam tiga varian.

Pertama adalah BlueZero E-Cell, mobil yang hanya mengandalkan tenaga listrik sebagai penggeraknya. Untuk ini, Mercedes-Benz akan menggunakan baterai lithium-ion dan motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga 100kW (136 PS) dan torsi 320Nm.

Meski dari segi tenaga sangat menarik, namun daya jelajahnya sangat terbatas, hanya untuk 100 km, sedangkan untuk mengisi ulang baterai agar dapat digunakan lagi, perlu waktu dua jam. Dengan kemampuan seperti itu, Mercedes menargetkan mobil ini untuk mereka yang membutuhkan transportasi di sekitar kota.

Untuk jarak lebih jauh, atau varian kedua, yaitu EREV (extended range electric vehicle). Tepatnya, mobil listrik yang dapat digunakan untuk jarak jauh. Mercedes-Benz menyebutnya BlueZero E-Cell Plus. Mobil ini menggunakan baterai dan motor listrik yang sama dengan E-Cell, namun dilengkapi dengan motor bakar yang berfungsi sebagai generator untuk menghasilkan listrik.

Dengan adanya dua penggerak tersebut, mobil ini bisa digunakan untuk menempuh jarak 600 km. Motor bakar yang digunakan 3 silinder, berbahan bakar bensin, dilengkapi turbo dan sekarang ini digunakan Mercedes-Benz pada Smart.

Varian ketiga adalah F-Cell, kendaraan dengan sel bahan bakar yang menghasilkan listrik langsung dari hidrogen. Mercedes menyatakan bahwa mobil ini mampu menghasilkan tenaga 136 PS dan torsi 320 Nm, setara dengan kemampuan mesin diesel 2,0 liter. Namun yang menarik, F-Cell tidak menimbulkan emisi.

Read more >>

Mercedes-Benz Tanam Virus Hibrida pada S 400

Produsen mobil kelas premium Jerman, Mercedes-Benz (MB), tidak tahan menghadapi serangan virus hibrida. KAMIS (18/9), perusahaan tersebut dari markas besarnya , di Stuttgart, Jerman, mengumumkan bahwa pada musim semi tahun depan akan memasarkan mobil mewah pertama di dunia dengan sistem penggerak hibrida, yaitu S 400 BlueHYBRID. Selanjutnya, setelah Eropa, mobil tersebut juga dipasarkan di China dan Amerika Serikat.

Dasar mesin S 400 BlueHYBRID sama dengan S 350, V6 dengan kapasitas 3.500 cc. Pengembangan yang dilakukan untuk produk baru ini dengan menambahkan motor listrik-magneto, transmisi otomatis 7G-TRONIC dengan tujuh kecepatan plus batere lithium-ion tegangan tinggi bersama sistem kontrol dan konversinya.

Paling Irit

Target Mercedes Benz mencangkokkan hibrida pada S 400 adalah untuk mengirit konsumsi bahan dan menurunkan emisi gas buang. Menurut perusahaan tersebut, setelah dilengkapi dengan sistem hibrida, konsumsi bahan bakar mobil mewah tersebut adalah 12,6 km/liter atau 7,9 liter untuk 100 km. Sedangkan emisi gas buangnnya, 190 gram/km. Tenaga yang dihasilkan mesin bensin mobil ini mencapai 220kW/299 PS dan torsi 385 Newton-meter.

Komponen hibrida yang dicangkokkan mendampingi mesin bensin, termasuk canggih dan merupakan tren aplikasi di masa yang akan datang. Caranya, pada transmisi otomatis, bagian yang biasanya ditempati oleh konverter, kini dihuni oleh unit komponen yang punya dua tugas, motor starter dan generator.

Saat mesin bensin akan dihidupkan, komponen tersebut berfungsi sebagai motor starter. Begitu mesin hidup, tugasnya beralih menjadi generator atau pembangkit tenaga listrik. Tak hanya sekadar itu, bila putaran mesin terlalu tinggi atau rem diinjak, generator tersebut memulihkan atau mengembalikan energi kinetik menjadi listrik yang selanjutnya di simpan di batere lithium-ion.

Selanjutnya, bila pengemudi tancap gas, bukan putaran mesin yang naik. Tetapi, mobil mendapat tambahan tenaga dari motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga 15kW 9 20 PS). Motor listrik sendiri mendapatkan energi dari batere.

Ditambahkan, “recovery” energi pada S 400 BlueHYBRID tidak hanya berasal generator yang ditanam di transmisi, juga yang dipasang pada rem di setiap roda Dengan kombinasi seperti tersebut, plus tambahan sistem start & stop, MB pun menyatakanS 400 BlueHYBRID adalah mobil mewah paling irit di dunia saat ini!

Read more >>

Aksesori dari AMG Buat C-Class

Mercedes C-Class tak lagi identik sebagai mobil untuk kalangan atas. Jika Anda menjumpainya, yang berada di belakang kemudi terkadang anak muda, malah ada yang masih sekolah di bangku SLTA. Dan komunitas pemakai sedan C-Class W204 ini tumbuh pesat. Mereka tak ingin tampilan mobilnya standar dan berupaya mengoptimalkannya, namun tanpa memermak bodi.

Pemilik nggak usah pusing jika ingin tadudukan 16 Agustus 2007 tampilan eksterior jadi elegan. Karena sudah tersedia item-item modifikasi untuk W204. Menariknya, ada beberapa merek menawarkan body kitnya, dua di antaranya sudah menjadi keluarga dari Mercedes, yakni AMG dan Brabus.

Sekarang kami sajikan beberapa komponen dari AMG.
1. Bumper AMG
Untuk modifikasi yang berat, coba aplikasi replika bumper model AMG ini Dengan desain yang diangap paling dramatis. Klaim penjualannya, :"Bumper ini Tak seluruhnya memakai produk replika. Melainkan masih menggunakan produk asli, seperti ram kawat dudukan lampu kabut dan lampu kabutnya sendiri.

2.Grill AMG
Perlu diketahui, W204 punya saudara kembar C63 yang lansiran AMG. Maka untuk aplikasi silang, gril kepunyaan si kembaran halal dijabani. Selain punya model sporty dan sangar, bilah-bilah gril C63 bisa bikin penampilan C-Class kamu jadi kece. Di tanah air, aksesori itu ditawarkan sekitar Rp.3,2 juta.

3. Jok AMG
AMG Sport ingin menyulap C-Class mejadi aura sporty. Ini tampak dari jok yang dibuat tanpa menggunakan mesin alias hand made.Jok semi bucket ini sengaja dibalut bahan Fabric atau Artico dan diklaim sangat nyaman dalam menjaga konsentrasi pengemudi agar tetap fokus kala memacu mobil dengan kecepatan tinggi.

4. Velg AMG
Selain body kit dan aksesori untuk interior, AMG juga menyediakan velg buat W204. Ada dua model dengan motif yang berbeda, yakni model palang lima solid dan yang terpisah. Tersedia ukuran 18 inci dengan lebar 8,5 dan 9 inci dengan PCD 5x112 dengnan offset 45 mm. Kelirnya, ada silver, polish dan hyper black (titan) dengan harga Rp 33,5 juta

5. Lain-lain dari AMG
Sudah ada pedal dengan bahan dasar aluminium dan skidproff fit dan diklaim kaki tidak bakal slip. Kemudian ekor itik alias duck tail yang dipatok sekitar Rp 2 juta (dari bahan polyurethane dan karbon) dan Rp 1,5 juta (fiberglass). (Rudy)

Aksesori ini bisa di cek kesediaannya di
MM Auto Accessories (021) 7253739
Inspire (021) 5682539
ADS Auro Gallery (021) 56958181
Divido Otorepair (021) 73691285
Mega Arvia (021) 7227436

Read more >>

Lewis Hamilton Sumbang Kemenangan buat Mercedes

Pembalap McLaren, Lewis Hamilton berhasil memenangkan GP F1 Jerman di sirkuit Hockenheim, Minggu (20/7). Selama menempuh 67 lap, ia menghabiskan waktu 1:31:20,874 dan menyentuh finish pertama dengan mempertontonkan kehebatannya mulai menjelang 12 lap terakhir. Dengan kemenangan ini, lengkap sudah prestasi Hamilton yang ingin memenangkan lomba di Jerman buat dipersembahkan pada Mercedes.

Tempat kedua direbut pembalap Renault, Nelson Piquet Jr. Melalui strategi pitstop satu kali, putra mantan pembalap F1 Nelson Piquet itu berhasil menyeret Renaultnya menyentuh finish kedua dengan selisih waktu 5,5 detik di belakang Hamilton.

Melakukan start yang sempurna, Hamilton langsung memimpin lomba. Seterunya dari tim Ferrari, Felipe Massa yang coba memancing gerakkan Hamilton tidak terpengaruh. Sampai akhirnya Hamilton dan McLaren melejit ke depan tanpa bisa ditempel ketat oleh Ferrari.

Pada lap ke-50, Hamilton mendadak masuk pit. Suatu keputusan yang riskan mengingat di depannya ada Massa dan rekan setimnya, Heikki Kovalainen. Tapi dengan semangat tinggi ia berhasil menggeser rekan setimnya.

Namun beda ketika giliran akan menyalip Massa. Hamilton nekad masuk tikungan bareng dan menggiring Massa ke laur tikungan. Pada tikungan berikutnya, giliran Massa coba menekan, tapi Hamilton cerdik dan bisa lolos. Nelson Piquet yang berada di depan, sekejap dapat dilibasnya.

Lomba menempuh 67 lap ini ditandai dengan drama mengerikan dari pembalap Toyota ,Timo Glock. Ke luar tikungan terakhir, ban kanan belakang patah dan mobil melintir langsung menghantam dinding pembatas di jalur lurus depan pit. Habis menghantam dinding mobil menyebrang ke jalur sisi kiri lintasan. Beruntung Glock tidak mengalami cedera.

Hasil Lomba
1.Lewis Hamilton McLaren 1:31:20.874
2 Nelson Piquet Renault 5.5
3 Felipe Massa Ferrari 9.3
4 Nick Heidfeld BMW 9.8
5 Heikki Kovalainen McLaren 12.4
6 Kimi Räikkönen Ferrari 14.4
7 Robert Kubica BMW 22.6
8 Sebastien Vettel Toro Rosso 33.2
9 Jarno Trulli Toyota 37.1
10 Nico Rosberg Williams 37.6
11 Fernando Alonso Renault 38.6
12 Sebastien Bourdais Toro Rosso 39.1
13 David Coulthard Red Bull 54.9
14 Giancarlo Fisichella Force India 59.0
15 Kazuki Nakajima Williams 1:00.003
16 Adrian Sutil Force India 1:09.4

Read more >>

Fortwo yang Ramah dari Mercedes

Tak mau ketinggalan dengan isu lingkungan yang tengah menjadi buah bibir, Mercedes-Benz seperti halnya produsen mobil lain juga meluncurkan satu produk mobil ramah lingkungan. Namanya Smart Fortwo. Dari sisi bentuk, si mungil ini bukan yang pertama dari Mercedes-Benz.

Beberapa generasi sudah lebih dulu diciptakan, tetapi berbahan bakar bensin, hasil kerja sama dengan perusahaan jam asal Swiss, Swatch. Termasuk juga dengan Fortwo ini.

Section Manager Mercedes-Benz Chrisna Henri Cahyono mengatakan, Smart Fortwo merupakan kendaraan dengan kadar emisi CO2 rendah, yaitu 116 g per km. "Untuk kadar CO2-nya sudah diatur sedemikian rupa dengan cathalitic converter sehingga hasil gas buangnya sangat rendah," kata Chrisna saat ditemui di stan Mercedes di IIMS.

Smart Fortwo berada satu payung dengan mobil ramah lingkungan Mercedes-Benz yang telah diluncurkan sebelumnya. Mobil dengan dapur pacu berkapasitas 999 cc itu dilengkapi fitur-fitur canggih, di antaranya sistem transmisi manual dan otomatis serta soft touch.

"Juga sudah ada sistem keamanan yang canggih, yaitu Electronic Stability Program. Peranti ini untuk mengeliminasi mobil dari gejala slip, juga akan mengoreksi titik pengereman kita," tutur Chrisna. Sayangnya, saat ditanya harga, Chrisna mengatakan, pihaknya tengah melakukan survey harga jual yang bisa diterima oleh masyarakat di Indonesia. Tertarik? Harus inden dulu.

Read more >>

Mercedes Benz C-Class W204, Melintasi Jalan Sempit di Bali

JIMBARAN, 2 Februari 2008, pukul 11.00. Kelelahan karena menunggu pesawat terbang selama 14 jam di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Jumat (1/2), sehari sebelumnya, tak lagi tersisa. Suasana dan keindahan alam Bali membuat semangat untuk melakukan test drive Mercedes Benz C-Class W204 menggebu.

Di halaman depan The Intercontinental Resort, Jimbaran, 10 unit Mercedes Benz C200 Kompresor berjajar rapi. Para wartawan otomotif dari Jakarta segera menuju mobil sesuai urutan yang telah ditentukan. Rute yang akan ditempuh siang itu adalah dari The Intercontinental Resort, Jimbaran, menuju Maya Ubud Resort, Ubud, yang diperkirakan akan memakan waktu 1 jam 15 menit.

C-Class W204 memiliki dimensi, panjang 4,581 meter, lebar 2,020 meter, dan tinggi 1,447 meter. Dibandingkan dengan pendahulunya (C-Class W203), C-Class W204 lebih panjang 5,5 sentimeter (cm), lebih lebar 4,2 cm, dan lebih tinggi 2,1 cm. Jarak as roda depan dan belakang (wheelbase)-nya juga bertambah 4 cm. Meskipun demikian, berkat desainnya yang apik, dalam pandangan selintas C-Class baru terlihat ramping dibandingkan dari C-Class pendahulunya.

Tak sabar, mesin pun segera dihidupkan. Begitu pace car (kendaraan terdepan yang memimpin perjalanan) meluncur, secara berurutan ke-10 Mercedes Benz meninggalkan The Intercontinental Resort, Jimbaran.

Seakan tidak ingin membuang-buang waktu, pace car langsung dipacu dengan cepat. Langsung terasa bahwa performa C200 K W204 jauh lebih baik dibandingkan dengan pendahulunya. C200 K W204 terasa lebih bertenaga dan lebih responsif. Melihat data yang ada memang C200 K W204 mengalami pertambahan tenaga maksimum dari 163 PK menjadi 184 PK pada 5.500 rpm. Torsi maksimumnya pun meningkat dari 240 Nm menjadi 250 Nm pada 2.800-5.000 rpm.

Yang paling asyik adalah pada saat C200 K W204 dipacu di ruas jalan yang sempit. Mobil terasa sangat gesit (agile) berkat agility control pada setir dan suspensi, yang dilengkapi selective damping system. Dan, wheelbase yang diperpanjang pun membuat C200 K W204 lebih stabil. Tanpa kesulitan iring-iringan C200 K W204 yang semuanya berwarna hitam itu melahap jalan sempit yang berliku.

Dengan pengaturan kickdown yang tepat, tenaga dan torsi mesin disalurkan ke roda belakang secara mulus. Jika ingin pengendaraan sport, tinggal mengaktifkan tiptronic (touchshift) dengan menggeser tangkai persneling ke kiri. Dengan demikian, pengendara dimungkinkan untuk menaikkan atau menurunkan gigi persneling secara manual.

Tanggal 2 Februari 2008 itu bertepatan dengan peringatan Kuningan di Bali sehingga beberapa ruas jalan menjadi sangat sempit karena banyaknya sepeda motor yang diparkir di tepi jalan di dekat pura. Akibatnya, perjalanan ke Maya Ubud Resort menjadi lebih lama daripada yang diperkirakan semula.

Dalam perjalanan kembali ke The Intercontinental Resort, Jimbaran, iringan-iringan memilih rute melalui jalan raya. Dengan demikian, kecepatan mobil pun bisa dipacu lebih tinggi. Tidak salah jika C-Class W204 disebutkan sebagai mobil yang bukan hanya nyaman bagi penumpang, tetapi juga mengasyikkan bagi pengendara (driver’s car).

Mercedes Benz Indonesia yakin bahwa C-Class W204 dapat diandalkan untuk bersaing dengan BMW Serie 3, Audi A4, dan Lexus IS. Dalam tahun 2007, C-Class mencetak prestasi yang membanggakan. C-Class mendominasi segmen mobil kompak premium dengan penjualan sebanyak 865 unit, atau 57 persen pangsa pasar. Di antara 865 unit C-Class yang terjual itu, 66 unit termasuk W204 yang mulai dipasarkan sejak bulan Juli 2007.

Masuki wilayah baru

Malam hari, para wartawan berkumpul dengan kalangan selebriti di KU DE TA, Seminyak, yang semuanya diminta menggunakan pakaian serba putih, untuk menghadiri pesta rahasia (C-Cret Party), yang diadakan di udara terbuka di tepi pantai. Ternyata, pada pesta itu dipajang C200 K W204 Avantgarde dengan warna putih mutiara. ”Dengan meluncurkan C-Class Avantgarde berwarna putih mutiara itu, Mercedes telah memasuki wilayah baru,” ujar Presiden Direktur Mercedes Benz Indonesia Rudi Borgenheimer. Di Indonesia, dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar C-Class dipasarkan dengan warna silver atau hitam.

Warna putih yang merupakan warna tahun 2008 diharapkan dapat mengangkat penjualan C-Class W204 di kalangan muda, yang menjadi target utama. Dengan desain baru yang lebih sporty serta perbaikan performa mesin dan kegesitan, rasanya C-Class akan sulit ditandingi. Bersamaan dengan C200 K Classic, juga dipasarkan varian C200 K Avantgarde dan C230 V6 Elegance, Avantgarde, dan AMG. Kesemuanya diimpor secara completely knocked-down (CKD) dan dirakit di dalam negeri. C200 K Classic dijual dengan harga Rp 489 juta dan Avangarde Rp 564 juta, sementara C230 Elegance dijual dengan harga Rp 609 juta dan Avantgarde/AMG Rp 669 juta.
Read more >>

Mercedes-Benz Driving Experience 2008, Rasakan Keamanan Di Balik Kemudi Mercedes-Benz

Sistem keamanan pada sebuah kendaraan memang sangat penting. Di luar sistem yang diciptakan manusia tersebut, "Man behind the gun" jauh lebih penting. Cara mengemudi yang baik dan tahu bagaimana mengatasi kendaraan dalam keadaan darurat, dibutuhkan pemahaman terhadap mobil dan sistem keselamatan yang terdapat di dalamnya.

Minggu (13/4) lalu bertempat di Sirkuit Sentul, Jawa Barat, PT. Mercedes-Benz Indonesia (MBI) mengadakan sebuah acara bertajuk "Mercedes-Benz Driving Experience 2008". Program ini digelar mulai dari tanggal 10 hingga 17 April mendatang. PT. MBI mengundang kurang lebih 300 peserta dari beberapa kalangan antara lain pelanggan, rekan-rekan dan juga pecinta Mercedes-Benz.

Rudi Borgenheimer selaku Presiden Direktur PT. MBI menjelaskan, "Tujuan utama diadakannya even ini adalah, untuk memberikan pemahaman dan pembelajaran yang lebih kepada pelanggan mengenai fitur-fitur keselamatan yang ada di dalam produk kami. Sekaligus membantu pengendara untuk mengetahui apa yang harus dilakukan ketika pengendara sedang menghadapi situasi yang kritis saat berkendara menggunakan berbagai macam kendaraan Mercedes-Benz."

Pada kesempatan itu, beberapa rekan wartawan dari media cetak maupun elektronik termasuk BeritaATPM.com diberikan kesempatan untuk mengikuti berbagai macam pelatihan khusus yang didampingi oleh tim instruktur berpengalaman seperti slalom, curve skid pad, lane change, track lane dan off-road dengan 24 unit kendaraan Mercedes-Benz.

Program ini sangat cocok bagi Anda yang berencana untuk membeli produk keluaran Mercedes-Benz. Jadi sebelum membelinya anda dapat merasakan kenyamanan dan keamanan di balik kemudi Mercedes-Benz. So, tunggu apa lagi?
Read more >>

4otomotif modifikasi