Tampilkan postingan dengan label Chevrolet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Chevrolet. Tampilkan semua postingan

Chevrolet Orlando Nongol Juga di IIMS


Stan Chevrolet kedatangan penghuni baru, Orlando. Meski baru nongol di hari ketiga, tetapi janji GM Indonesia di awal tahun akan memamerkan multipurpose vehicle (MPV) 7-penumpang di IIMS telah ditepati. Ihwal keterlambatan, menurut informasi dari manajemen PT General Motors Autoworld Indonesia, karena ada sedikit masalah pada pengiriman barang.

Orlando mengusung mesin bensin 1.8 L DOHC berkonfigurasi empat silinder segaris. Jantung pacu ini mampu menghasilkan tenaga maksimum 141 PS pada 6.200 rpm dan torsi maksimum sebesar 176 Nm pada 3.800 rpm melalui transmisi 5 percepatan.

Dari tampilan eksterior, desain Orlando memadukan produk global Chevrolet lainnya, seperti Cruze, Spark, dan Camaro, yang terlihat pada grill, lampu depan, dan lampu kabut. Orlando dilengkapi dengan velg (alloy wheels) 18 inci.

Pada interior kendaraan serba guna ini dilengkapi sistem navigasi satelit. Sementara untuk keamanan, electronic stablity control (ESC), sensor rear parking assist, dan passenger airbag deactivation switch menjadi peranti standar. Chevrolet Indonesia berencana memasarkan Orlando ke pasar nasional pada semester kedua tahun ini. Kendaraan itu dipasok langsung dari Korea Selatan dalam bentuk completely built up (CBU).

Read more >>

Chevrolet Lova Kian Diminati untuk Taksi

Di pengujung 2010, PT General Motors Autoworld Indonesia atau GMAI terus memperkuat armada taksi dengan menambah penjualan Chevrolet Lova ke pasar. Sedikitnya 30 perusahaan taksi yang tersebar di 15 kota di Indonesia sudah memilih sedan kecil andalan GM tersebut.

Kali ini, GMAI akan menyuplai total 70 unit ke Taksi Rina Rini di Kota Kembang, Bandung. "Kami menyerahkan secara simbolis 30 Chevrolet Lova kepada CV Rina Rini dan tahap kedua Desember akan kembali diserahkan 40 unit lagi," ujar Arif Pramadana, Corporate Planning & Public Policy Director GMAI, dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, semalam.

Lova mulai mendorong penjualan Chevrolet di pasar domestik, khususnya segmen komersial sejak 2008. Jumlahnya sudah mencapai 419 unit dan berkontribusi 16 persen dari total 2.658 unit. Kontribusi ini semakin meningkat pada tahun berikutnya (2009) hingga 512 unit atau 20 persen dari 2.616 unit.

Tahun ini, lonjakan terbesar terjadi. Sampai bulan kesepuluh, total unit yang terjual sudah menyentuh 1.234 unit atau 32 persen dari 3.912 unit (Januari-Oktober 2010).

Penyerahan Lova ke perusahaan taksi CV Rina Rini di Bandung, Jawa Barat, disaksikan oleh perwakilan dealer resmi Chevrolet Jawa Barat, Chevy Andalan Bandung, Direktur Utama CV Rina Rini Neneng Djuraidah, dan Wali Kota Bandung H Dada Rosada.

"Kami yakin Lova bisa memberikan manfaat besar bagi bisnis transportasi di Bandung karena sudah terbukti baik, serta model dan kenyamanannya disukai para pelanggan kami," ungkap Neneng.
Read more >>

Chevrolet Cruze dengan "Airbag" Pelindung Lutut

Heboh kehadiran Chevrolet Cruze sudah cukup lama terembus ketika mobil ini masih berbentuk konsep. Wujud nyata sedan kompak untuk pasar dunia ini baru diperkenalkan tahun lalu. Untuk market Amerika Utara, salah satu produk andalan GM ini ditampilkan pada Los Angeles Motor Show, Minggu ini.

Pasar Indonesia pun bakal dihadiri Chevrolet Cruze. Hanya, belum tahu versi yang mana karena GM menyodorkan tiga varian dengan menggendong dua jenis mesin yang memiliki perbedaan kapasitas.

Cruze baru ini dibekali mesin 1.4L Turbocharged Ecotec 4 silinder yang mempunyai tenaga maksimum 138 PS dengan torsi 148 lb-ft. Ketika diajak melintasi jalan bebas hambatan, pihak GM mengatakan bahwa konsumsi bahan bakarnya 40 mpg.

Model satu lagi berkapasitas 1,8 L dengan 4 silinder. Meski kapasitas dapur pacu lebih besar, tenaga lebih kecil 2 PS dari yang 1.4L dengan torsi 123 lb-ft. Kedua Cruze ini dilengkapi transmisi 6 percepatan manual atau otomatik dengan tipe LS, LT, dan LTZ serta menyusul dua tipe lagi dengan menggunakan turbo.

Yang menarik dari Cruze ini, bukan cuma pada tampilan eksterior yang tidak lagi kaku sebagai ciri mobil Amerika, melainkan memiliki desain yang sangat elegan layaknya sedan-sedan Eropa. Rancangan sepatbor yang menonjol menyiratkan bahwa Cruze adalah mobil bertenaga hebat.

"Airbag" untuk dengkul
Keselamatan memang menjadi prioritas utama. Demikian dikatakan sumber dari GM. Bayangkan, dalam satu mobil itu terdapat 10 kantong udara (airbag). Di antaranya terdapat di sisi bagian bangku belakang dan juga melindungi dengkul penumpang.

Tak cuma itu, mobil juga dilengkapi kontrol kestabilan dan ABS yang merupakan perlengkapan standar. Rem belakang cakram masih berstatus opsi. Sementara itu, keempat roda Cruze menggunakan velg antara 16, 17, dan 18 inci.

Kepala perancang dari New Cruze ini, Taewan Kim, bercerita bahwa desain Cruze baru ini, "Sebagai suatu keberanian, bukan evolusi. Kami ingin membuat satu langkah ke depan yang besar, membuat suatu rancangan yang kuat buat produk Chevrolet untuk seluruh dunia ini.

Maka dari itu, pantas kalau tampilan Cruze begitu elegan. Kompas.com memperoleh kesempatan untuk menjajal mobil ini, Kamis dan Jumat (4/12) di Singapura. Namun, kami belum tahu akan mencoba model dan mesin yang mana.
Read more >>

Chevrolet Aveo Prime dari GM Indonesia

GM Autoworld Indonesia (GMAI) selaku agen tunggal pemegang merek (ATPM) GM di Indonesia meluncurkan New Chevrolet Aveo Prime baru-baru ini untuk memperingati hari Kemerdekaan ke-64 RI dan lahirnya New GM 10 Juli 2009. Sedan hatchback ini merupakan facelift dari Aveo Prime yang diperkenalkan tahun lalu.

Perbedaan dengan pendahulunya, di sisi eksterior tampak di antaranya meliputi rear upper spoiler, warna handel pintu, velg 17 inci, sedangkan pada interior di antaranya handel pintu dan vent ring AC yang dikrom, dan intelligent key. Yang terakhir ini punya keistimewaan sebagai Anti Theft Deterrent System yang membuat kendaraan tidak dapat distarter tanpa menggunakan kunci asli lantaran memiliki kode khusus pada cip di kunci yang dihubungkan dengan sistem kendaraan.

Tak cuma itu. Mobil dilengkapi Double Guard on Demand yang berfungsi sebagai perisai. Jadi, bila dibuka paksa, alarm akan berteriak. Kemudian, kalau double lock diaktifkan, pintu tidak akan bisa terbuka sekalipun remote control didekatkan ke pintu.

Satu lagi yang ditawarkan dari Aveo bermesin 1.498 cc berteknologi E-TEC II 4-Silinder ini, yaitu punya engine kill. Meski mobil berhasil dibawa kabur pencuri, jaraknya tidak jauh karena mesin langsung mati.

“Mini MPV modern Aveo lahir demi memenuhi tuntutan keluarga kecil serta pribadi muda yang dinamis dan progresif. Kini, pilihan konsumen makin luas dengan hadirnya New Aveo Prime,” ujar Managing Director PT GMAWI Mukiat Sutikno di tengah Chevy Show di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Aveo Prime tersedia dalam 6 pilihan warna menarik, yakni Poly Silver, Sports Blue, Pearl Black, Super Red, Highway Yellow, dan Urban Grey. New Aveo diberi label harga on the road DKI Jakarta Rp 166,9 juta untuk transmisi manual 5 kecepatan, dan Rp 182,9 juta untuk versi otomatis 4 kecepatan.

Konvoi duo Camaro

Sementara itu, Rabu (26/8), PT GMAI akan mengajak dua legenda ikon muscle car asal Amerika Serikat, Chevrolet Camaro 2010 dan Camaro Z28 1972 keliling ke beberapa titik penjuru di Jakarta untuk menghampiri para penggemar Chevy dan film The Transformers. Beberapa tempat yang akan disinggahi yakni Istora Senayan (10.30), Kampus Perbanas (Kuningan), Parkir Barat Senayan, Tebet Utara, dan Menteng hingga pukul 23.00.

"Camaro Music Cruising Town dilakukan untuk memperkenalkan teknologi dan desain Chevrolet, mendekatkan merek Chevrolet sekaligus menghibur masyarakat Jakarta," ujar Kiki Fajar, PR & Corporate Communication Manager PT GMAI.

Selain duo Camaro, konvoi ini juga menampilkan dua unit Captiva diesel AWD, Aveo Prime (dua unit), dan Estate (dua unit).

Read more >>

GM Meluncurkan Chevrolet "Si Lincah" Agile

Sekalipun dilanda kepailitan, the new GM terus memperkuat varian terbaru sebagai wujud untuk menunjukkan kebangkitan pabrikan mobil (yang sempat terbesar di dunia sebelum dinyatakan pailit) dari Amerika. Salah satunya dibuktikan GM melalui merek Chevrolet (Chevy). Mereka secara resmi meluncurkan prototipe Agile, setelah sebelumnya hanya hadir dalam bentuk sketsa.

Saat penampilannya dilihat, grill depan terlihat dihiasi emblem Chevy warna emas, mirip midsize sedan Cruze yang dikeluarkan untuk pasar Australia. Namun, untuk keseluruhan bodinya, tak terlihat sesuatu yang spesial. Namun, pihak GM mengklaim, hatchback ini hadir menawarkan inovasi desain yang tinggi dan keluasan internal dari sebuah crossover.

Produk ini akan diluncurkan Oktober 2009, khusus untuk memenuhi pasar di wilayah Amerika Selatan. Pengerjaan desainnya dilakukan di Pusat Litbang GM Mercosur di Sao Paulo, Brasil. Bahkan, investasi senilai 400 juta dollar AS dibenamkan untuk membangun pabrik perakitan di Rosario, Provinsi Santa Fe. Dana itu juga digunakan untuk memperkuat fasilitas perakitan baru di Argentina, khususnya untuk kebutuhan infrastruktur pabrik.

"Chevy Agile, produk terdepan dan masuk pasar pada 2009. Produk ini menggambarkan kepercayaan diri dari kebutuhan publik dan potensi dari negeri kami," papar Jaime Ardila, selaku Presiden GM Mercosur (organisasi perekonomian didirikan oleh lima negara di Amerika Selatan) dalam rilis resminya.

Masih belum terungkap, jenis dapur pacu apa yang akan ditanam di balik kap mesinnya. Namun, mungkin dari namanya "aglie" (berarti lincah), seharusnya tenaga yang dihasilkan harus kuat dan responsif.
Read more >>

Chevrolet Cruze Dipasarkan September Depan

New GM menunjukkan jati dirinya sebagai produsen mobil global dengan menggarap pasar Indonesia secara lebih gencar. Salah satunya menawarkan produk terbaru, Chevrolet Cruze, di segmen sedan.

"Dalam waktu dekat, akan dipasarkan produk terbaru kami, jenis sedan. Saat ini kami masih menghitung harga, apalagi segmennya kecil," papar Managing Director PT GM Autoworld Indonesia (GMAI) Mukiat Sutikno di Jakarta, Rabu (19/8).

Dari bisikan yang diperoleh dari internal GMAI, Cruze dipilih mengingat masih belum tersedianya segmen ini di jajaran produk miliknya. Bahkan informasinya, saat ini pengujian masih berlangsung dan akan diluncurkan secara resmi September 2009, mungkin pasca-Lebaran.

Salah satu opsinya, ATPM akan memasok sedan kompak ini dari pabriknya di Korea Selatan, sama dengan New Sparks yang akan dipasarkan 2010. Di kelas ini, Cruze akan memperoleh hadangan yang berat dari pimpinan pasar sementara, Honda All New Civic, Toyota Altis, Mitsubishi Lancer, dan Ford Focus.

Selain itu, sedan yang memperoleh lima bintang dari Australian New Car Assessment Program (ANCAP) dalam uji benturan ini, rencananya akan ditawarkan dalam tiga pilihan mesin, yakni, 1.600 cc, 1.800 cc, dan 2.000 cc.

Di Negeri Ginseng, mobil ini dikenal dengan sebutan Daewoo Lacetti Primiere. Adapun label Cruze digunakan di Australia. Harganya antara Rp 300 juta dan Rp 350 juta.
Read more >>

Chevrolet Cruze Raih 5 Bintang di China dan Australia

Chevrolet Cruze dari GM yang baru dipasarkan April di China, telah menerima rating maksimal berupa lima bintang dari China New Car Assessment Program (C-NCAP) sebagai kendaraan yang memiliki tingkat keamanan yang baik dalam C-NCAP. Sedan kompak berdesain global yang dites ini menggunakan mesin 1.6L SE.

Ada beberapa bagian yang menjalani pengujian. Seperti berkaitan dengan keselamatan pengemudi dan penumpang di depan, bagian itu mendapat nilai maksimal 16 poin. Saat dilakukan tes tabrakan frontal 40 persen, Cruze mengantongi nilai 15,73.

Selama pengetesan, kompartemen penumpang terlindung dengan baik. Pilar A, B, dan C tidak rusak, kemudian keempat pintu tidak mengunci secara otomatis. Sekalipun sudah mendapat benturan, bagian itu masih dapat dibuka dengan mudah.

Unsur keselamatan yang dirancang pada Cruze tak cuma berupa 4 airbag di depan dan samping, tetapi juga Body Frame Integration (BFI). Chevrolet model SX bermesin 1.8L juga dilengkapi dengan dua airbag, masing-masing di depan dan belakang.

Sekadar informasi, penjualan Cruze di China mengalami start yang bagus. Untuk tiga bulan pertama ini, Cruze sudah terjual sebanyak 19.196 unit. Selain di China, Cruze juga menerima rating terbaik dengan lima bintang dari Australian New Car Assessment Program (ANCAP) yang sudah melakukan uji benturan.
Read more >>

Tes Riil Bahan Bakar Chevrolet Captiva dan Optra Magnum

Umumnya ATPM menginformasikan konsumsi bahan bakar kendaraan mereka saat launching atau melakukan road test dalam kondisi mobil masih baru. Barangkali belum ada seperti yang dilakukan PT GM Auto World Indonesia (GMAWI), Jumat dan Sabtu (24-25/10) lalu. ATPM Chevrolet di tanah air itu mengadakan pengujian konsumsi BBM terhadap produk mereka.

Kendaraan yang diuji Chevrolet Captiva 2.4L bensin dan Captiva 2.0L Diesel VCD1 yang dilengkapi transmisi Teptronik, Chevrolet Optra Magnum 1.6L (matik) plus satu unit pendukung Chevrolet Estate. Mobil-mobil yang diuji ini bukan gres, seperti Captiva berusia di atas satu tahun yang merupakan demo car yang sebelumnya sudah di tes oleh puluhan media.

Sebagai tenaga penguji, GMAWI mengajak 10 wartawan dari 10 media nasional, termasuk salah satunya kompas.com. Dalam setiap kendaraan diisi 4 orang (termasuk pengemudi), plus dari GMAWI. Dan ini merupakan pengujian untuk kedua kalinya, setelah yang pertama kala launching.

Pengujian tidak ada ketentuan khusus. Metode yang dipakai natural, full to full ke masing-masing kendaraan di SPBU Pertamina Gatot Subroto. Chevrolet Captiva 2.4L bermesin bensin diisi dengan Pertamax dan 2.0L bermesin diesel diisi dengan Bio Diesel, masing-masing memnpunyai kapasitas tangki BBM sebesar 65 liter. Sedangkan Chevrolet Optra Magnum yang diisi Pertamax, memiliki kapasitas 60 liter.

Kecepatan dibebaskan dan tidak ada konvoi. “Wartawan dibiarkan menggunakan karakter mengemudi masing-masing dengan kendaraan yang semua kami bawa bertransmisi otomatis,” ungkap Kiki Fajar, PR & Corporate Communication Manager PT GMAWI.

Lebih lanjut Kiki menjelaskan, pihaknya sengaja membawa produk-produknya untuk diuji kembali tingkat konsumsi BBM-nya oleh para Jurnalis, tak lain ingin membuktikan bahwa produk Chevrolet bukan produk yang boros. “Dalam pengujian yang sudah menjadi tradisi ini, kami menggunakan metode yang natural dan normal 99 persen sesuai dengan kenyataan sehari-hari,” tutup Kiki.

Makanya, rute yang dipilih, Jakarta-Bandung-Ciwidey-Jakarta berjarak sekitar 375 km sudah disesuaikan dengan kondisi sangat mewakili perjalanan keluarga Indonesia. Termasuk start dari Senayan dipilih pukul 16.00 karena saat itu kondisi lalulintas di dalam kota paling macet dan kecepatan mobil sekitar 20 km/jam.

Namun titik nol pengujian dimulai dari pompa bensin Gatot Subroto, di mana semua kendaraan diisi penuh bahan bakarnya. Ketika masuk tol Gatot Subroto menuju Cikampek sampai kilometer 59, lalulintasnya masih padat dengan kecepatan antara 40 km/jam hingga 60 km/jam. Baru masuk tol Cipularang yang kontur jalannya bergelombang, kecepatan mobil bisa digenjot tinggi antara 120 km/jam sampai 160 km/jam.

Masuk pintu tol Pasteur, kami kembali dihadang antrean panjang. Begitu juga ketika menuju obyek wisata Kawa Putih di Ciwidey, sengaja melewati jalur dalam kota yang padat merayap. Sampai di Soreang, rombongan menghadapi jalan sempit, menanjak dan menurun cukup terjal ditambah tikungan tajam berjarak sekitar 30 km sampai Kawah Putih dan naik lagi ke atas ke Rancawilini (lokasi perkebunan the yang indah).

Ketika kembali ke Jakarta, pengisian kedua baru dilakukan ketika tiba di Soreang (mau balik ke Jakarta). Hasilnya, Captiva 2.4L (bensin) mencatat 1 liter menempuh 8,3 km, Captiva Diesel 2.0L, 1 liter sejauh 10,6 km dan Optra Magnum 1 liter sepanjang 9,4 km. Jumlah pemakaian konsumsi yang normal dengan kondisi rute pengujian yang bervariasi.

Termasuk pemakaian AC, trus pengujian tidak dilakukan malam hari, tapi dari pagi hingga sore. Bahkan suhu udara, mulai dari sekitar 35 derajat Celsius sampai di bawah 25 derajat celcius (ketika di Kawah Putih dan Rancawilini).

Bahkan rute dari Soreang, Jawa Barat menuju Jakarta melalui tol Kopo, Cipularang, Cikampek dan dalam kota Jakarta, konsumsi bahan bakar jauh lebih irit. Untuk Captiva 2.4L menempuh 12,2 km untuk 1 liter, Captiva 2.0L Diesel 12,5 km untuk 1 liter dan Optra Magnum menempuh 14 km untuk 1 liter.

Dengan hasil tes ini, konsumen bisa membandingkan dengan produk dari merek lain. Tapi, tentunya dengan metode, kondisi lalu lintas dan karakter mengemudi yang bebas seperti diterapkan di sini.
Read more >>

Ultah ke-100 GM Perkenalkan Chevrolet Volt

Bersamaan dengan perayaan ultah ke-100, General Motors (GM) Senin (16/9) lalu memperkenalkan Chevrolet Volt. Sedan hybrid berbasis mesin bensin dan elektrik yang disebut E-REV (Extended-Range Electric Vehicle). “Volt merupakan simbol komitmen GM pada masa depan untuk memberi inovasi teknologi terbaik dari industri yang kami miliki guna merespon tantangan energi dan lingkungan,” ujar Rick Wagoner, GM Chairman and CEO.

Atas kesadaran fungsi
Desain Chevrolet Volt versi produksi ini diambil dari mobil konsep yang pertama kali diperkenalkan GM dalam North American International Auto Show 2007 di Detroit, Amerika Serikat. Unsur aerodinamikanya lebih baik dan efisien setelah disempurnakan lagi oleh para desainer GM.

Beberapa bagian dari mobil konsep diaplikasikan ke versi produksi - direnacanakan 2010 - diaplikasikan ke versi produksi. Di antaranya gril depan dibuat tertutup, kontur bodi atletis spion luar dan lekukan-lekukan bagian belakang.

Desain bodi yang membulat dipadu gril yang fungsional bertujuan memperlancar aliran angin. Termasuk bagian belakang dengan potongan patah serta ditempatkannya spoiler, berfungsi mempercepat keluarnya aliran angin. Adapun sudut jendela yang tampak agresif dirancang guna mereduksi turbulensi dan hambatan.

Kesempurnaan aerodinamika diraih setelah dilakukan pengujian oleh para perancang di terowongan angina (wind tunnel) ratusan jam. Tujuannya agar Volt versi produksi mampu mencapai target jelajah sejauh 64 km (standar EPA) tanpa menggunakan bensin dan memproduksi emisi.

Untuk perjalanan lebih dari 64 km, Volt digerakkan oleh baterai lithium-ion yang mempunyai 220 sel berdaya 16-kWh. Ketika energi baterai habis, mesin bensin/E85 (ethanol) akan mengubah fungsinya sebagai generator sekaligus penggerak sementara hingga daya listrik pada baterai terisi kembali.

Energi listrik baterai Volt juga bisa diisi di rumah. Untuk tegangan listrik 240V, pengisian baterai hanya butuh waktu tiga jam. Sedangkan tegangan 120V dibutuhkan delapan jam.

Interior
Volt menyediakan ruang yang lapang dilengkapi fitur-fitur keselamatan yang diharapkan konsumen pada sebuah sedan empat penumpang. Paduan warna interior, tata lampu dan trim, tak pernah ditemukan pada sedan Chevrolet sebelumnya.

Kontrol-kontrol modern dan material yang menarik, dua layar informasi, dan sebuah layar sentuh sensitif sebagai pusat informasi yang ada di kabin Volt tidak dimiliki kendaraan yang dijual di pasar sekarang ini. Kemudian system navigasi denngan hard drive plus Bluetooth untuk penggunaan telepon seluler.


Menariknya, dengan mesin elektriknya Volt mampu menghasilkan tenaga maksimum sebesar 150 hp dengan torsi mencapai 370 Nm. Sementara kecepatan maksimum yang bisa diraihnya mencapai 160 km/jam. Ketika performa ini bermain, Volt tak memunculkan suara mekanis layaknya mobil bensin konvensional.

Chevrolet Volt direncanakan diproduksi di fasilitas pabrik GM di Detroit-Hamtramck awal tahun 2010 untuk model yang akan dijual khusus pasar Amerika Serikat. GM untuk sementara belum mengumumkan harga jual Chevrolet Volt.

Read more >>

Chevrolet Gelar Aveoh My God

Dalam rangka memperingati hari ulang tahun GM ke-100 (GM Next), GM Auto World Indonesia (GMAWI) menggelar acara bertema Aveoooh My God (AMG) di Cibubur Junction, 2 sampai 10 Agustus 2008. Sebuah program yang dirancang untuk menstimulasi ekspresi anak muda dalam berkreasi dan mengekspresikan diri dengan menggunakan gadgetnya.

Kepada Kompas.com, Kiki Fajar yang berada di Cibubur menjelaskan, event AMG ini berhasil menarik 80 muda-mudi dan keluarga. Dari Cibubur, acara nanti berlanjut ke mal-mal, termasuk di Pondok Indah Mall 2, dari 18 – 24 Agustus 2008.

Peserta gratis, berusia 15 -30 tahun dengan hanya menunjukkan KTP yang masih berlaku. Setelah mendaftar, peserta masuk ke dalam boks ukuran 3x5 meter yang di dalamnya terdapat satu unit Chevrolet Aveo bersanding dengan peralatan Audio seperti kamera, sound system dan backdrop green screen. Di situ peserta bergaya sambil nyanyi yang kemudian di foto.

“Hasil dokumentasi akan diolah dengan software dan diberi desain animasi menarik. Setelah selesai, hasil video music yang berdurasi 1 menit tersebut akan ditransfer oleh operator memakai laptop melalui koneksi Bluetooth langsung ke handphone peserta,” jelas Kiki Fajar, PR GMAWI yang mengirim berita ini kepada Kompas.com, pagi ini (6/8).

Selanjutnya video aksi dengan New Aveo tersebut akan dikumpulkan dan oleh dewan juri akan dipilih yang terbaik. Bagi yang video musiknya paling menarik, GMAWI memberikan hadiah untuk katagori perorangan berlibur bersama kapal pesiar mewah Star Cruiser ke Malaysia, handphone 5520 Express Music dan 5300 Classic dari Nokia serta voucher senilai 1 sampai dengan 4 juta rupiah untuk peserta kelompok.

“Aveooh My God kami gelar dalam rangka GM Next, harapan kami pesertanya merupakan target market New Chevrolet Aveo yang senang bergaya dan memiliki semangat Beat the Mainstream. Antusias pengunjung mall yang menjadi lokasi event Aveooh My God di luar perkiraan kami, kami yakin pesertanya akan menyentuh angka 200 lebih,” ujar Amelia Santoso, Marketing, Planning & PR Director GM AutoWorld Indonesia.

Read more >>

Bodi Chevrolet Captiva Dicoret-coret

Mungkin baru Chevrolet Captiva 2.4L yang diperingati hari kelahirannya oleh PT GM Auto World Indonesia (GMAWI), selaku pemegang merek Chevrolet dan Opel di Indonesia. Acara berlangsung di bandara Pondok Cabe, Senin (8/7) malam secara sederhana, namun punya kenangan dan nilai historis. Memang, belum pernah ada ATPM bikin pesta sebagai ultah satu produknya. Umumnya yang pernah dilakukan, peringatan jumlah produksi yang dibarengi dengan meluncurkan hasil produksi kesekiannya.

Menurut Debora Amelia selaku Marketing, Planning, Public Relation Director GMAWI bahwa kehadiran Chevrolet Captiva 2.4L Juni 2007 lalu merupakan lambang kebangkitan sekaligus sebagai nafas dan penopang kehidupan GM Indonesia. Melalui kendaraan SUV itulah, kenang Amel - sapaan akrab Amelia - market GM mulai prospek. "Sebelumnya, penjualan masih jelek dan melalui Captiva (digabung dengan diesel juga), sejak launching tahun lalu sampai kini sudah terjual sebanyak 1.563 unit," bangga Amelia.

Dipilihnya bandara Pondok Cabe untuk mengenang historis kelahiran Captiva yang sensasional. Yakni mobil diangkut dengan helikopter puma mengitari kapal Phinisi yang membawa rombongan wartawan. Usai itu, Captiva dijajal para jurnalis di trek yang komplet dan dirancang khusus.

Tak heran, di salah satu hanggar, Captiva baru disanding dengan helikopter puma yang mengangkutnya dulu. Selesai sambutan, para jurnalis dimintai tandatangannya di sekujur bodi Captiva. Lagi-lagi, Captiva bikin sensasi.
Read more >>

Chevrolet Captiva 2.0 VCDi vs Toyota Fortuner

Banyak pabrikan mobil kini bermain di mesin diesel, bahkan menjurus lebih serius. Seperti Toyota sampai memberi saham Isuzu Motor Co., Jepang yang memiliki image kuat di mesin diesel. GM pun pernah menggandeng Isuzu untuk produk Chevrolet dengan mesin bensin dan Trooper untuk dieselnya.

Kini, kedua ATPM itu sama-sama mempunyai SUV bermesin minum solar. GM dengan andalannya, Captiva dan Toyota punya senjata Fortuner. Kedunya diajak tes jalan untuk menguji tenaga dan kenyamanannya.


Lebih Berat Tapi Irit
Ditilik dari tenaga, sebenarnya kedua SUV ini tidak head on. Captiva mengusung mesin 4 inline 1.991 cc turbo, sedang Fortuner 4 inline 2.494 cc turbo.

Kendati kapasitas dapur pacu kecil, tapi menggunakan teknologi canggih. Captiva 2.0 VCDi dilengkapi sistem common-rail dan Variable Geometric Turbocharger (VGT). Tak heran, tenaga yang dimuncratkan mencapai 150dk, unggul hampir separuhnya dari Fortuner (102 dk) yang berteknologi serupa.

Pemakaian VGT membuat tekanan udara yang dipampatkan ke ruang bakar menjadi lebih konstan di berbagai putaran. Ditunjang power to weight ratio yang kecil 12 kg/dk membuat akselerasi Captiva 0-100 km/jam dicapai 10,5 detik.

Sementara Fortuner, minimnya tenaga, dengan bobot 1,8 ton (sama dengan Captiva) membuat power to weight ratio berada di angka 17,7 kg/dk. Wajar, bila akselerasi 0-100km/jam dicapai 18,9 detik.

Tapi, Fortuner bukan mengejar akselerasi. Mesin D-4D (Direct 4Stroke Diesel) dengan turbo dan common-rail menawarkan sifat ramah lingkungan.

Ada asumsi, tenaga yang besar menyedot konsumsi cukup banyak alias boros. Ternyata image itu dihapus dan Captiva mencatat 9,7 km/l ketika melalui rute kombinasi, sedang Fortuner mematok 9,2 km/l.Cukup masuk akal, terutama buat Fortuner karena berpenggerak roda belakang yang memiliki kerugian mekanis lebih tinggi ketimbang Captiva dengnan gerak roda depan.

Keuntungan lain diraih Captiva dengan kombinasi tenaga dan torsi yang besar, membuatnya enteng dipasang transmisi otomatis 5-speed. Kendati dilengkapi Tiptronic, efek engine brake tak mampu dihasilkan Captiva membuat kerja rem kian berat ketika melintasi jalan turunan cukup panjang.

Fortuner saat dilakukan tes pengereman dari 100-0km/jam, butuh jarak 51,64 km. Fitur ABS + EBD semakin mempertebal kepercayaan pengemudi, sekaligus mengantisipasi roda depan terkunci saat pengereman di jalan basah.

Jok Kurang Nyaman
Selama pengetesan di berbagai kondisi jalan, Captiva belum belum mampu memberikan posisi duduk yang nyaman. Terutama pada paha karena lapisan jok yang datar. Padahal, tersedia fasilitas mengatur ketinggian bangku, lumbar support dan tilt steering.

Beda dengan Fortuner. Fasilitas seperti di Captiva tidak sebanyak itu, dan dirancang lebih baik. Sehingga lebih nyaman untuk perjalanan jauh.

Untungnya, ketidaknyaman di Captiva dibayar dengan bantingan suspensi yang terasa pas. Modelnya yang aerodinamis membuat Captiva tetap nyaman dipacu hingga 150 km/jam di jalan tol.

Dari hasil tes jalan, disimpulkan Captiva dengan tenaga yang besar, konsumsi bbm irit dan kenyamanan yang bagus menjadi daya tarik tersendiri. Sementara Fortuner memberi kelebihan dalam akomodasi, daya tahan dan image (Autobild)
Data Spesifikasi dan tes
Captiva Fortuner
Panjang/wheelbase :4.635 mm/2.705 mm 4.695mm/2.705mm
Lebar/tinggi :1.870 mm/1.755 mm 1.840mm/1.850mm
Mesin/kapasitas :4 inline/1.991 turbo 4 inline/2.494 turbo
Tenaga maks :150 dk/4.000 rpm 102 dk/3.600 rpm
Torsi maks :320 Nm/2.000 rpm 265 Nm/1.600-2.400 rpm
Transmisi :5-speed auto/fwd 5-speed mn/rwd
Kapasitas tangki :65 liter 65 liter
Bobot :1.850kg 1.805 kg
Harga :Rp 289,5 juta Rp 284,6 juta


0-100 km/jam :10,5 detik* 18,9 detik
60-80 km/jam :2,6 detik* 5,3 detik
80-100km/jam :3,1 detik* 6,6 detik
100-120km/jam :4,1 detik* N/A
Konsumsi bbn(kombinasi) :9,7 km/l 9,2 km/l
Pengereman 100-0km/jam :48,3 m 51,64 m
Read more >>

GM Siapkan Aveo Dan Estate Baru

Disela-sela peluncuran New Chevrolet Optra Magnum di mal Pondok Indah, Jakarta Selatan (22/5), Mukiat Sutikno membocorkan senjata barunya. Sampai akhir tahun ini, kata Managing Director GM AutoWorld Indonesia (GMAWI), pihaknya masih punya dua produk baru yang akan diluncurkan. Bila kondisi ekonomi membaik atau pangsa pasar otomotif berjalan stabil, tidak tertutup kemungkinan akan bertambah satu lagi menjadi tiga.

Dari ketiga produk baru itu, dua sudah pasti, Chevrolet Aveo dan Estate. Keduanya sama-sama mengusung dapur pacu 1.600 cc dan menampilkan wajah yang sama sekali baru.

Satunya lagi, ini yang masih dijaga kerahasiaannya oleh para petinggi GMAWI. Tapi, Kompas.com mendapat bocoran kalau satu produk baru itu adalah Chevrolet Captiva Diesel 2.0L VCDi.

Lantas apa bedanya dengan varian sebelumnya? Mesin memang sama, namun kelebihan terdapat pada sistem gerak roda. Calon Captiva ini ditopang sejumlah teknologi canggih. Di antaranya sistem penggerak roda All Whell Drive (AWD). Semua kondisi medan dan seberat apapun bisa dilibas.

Seumpama, melintasi jalan bertanah dan mendadak licin akibat guyuran hujan. Usah khawatir, tinggal tekan tombol tanda slippery (gambar mobil zig-zag), laju mobil tetap stabil. Bagaimana tiba-tiba di depan ada turunan terjal? Cukup tekan tombol off-road, laju mobil sudah terkontrol dengan sendirinya.

Mobil ini diperkirakan akan masuk sekitar Juni ini. Perihal harga, mengingat teknologi yang cukup canggih, diperkirakan bisa dua setengah kali lipat dari Captiva diesel yang ada sekarang. Menurut kabar, SUV ini masuk dalam jumlah terbatas. Tapi Debora Amelia Santoso, Director of Marketing, Planning & Public Relation GMAWI menampik berita ini. “Kami masih hitung-hitung karena pajak bea masuknya cukup tinggi. Kalau tidak imbang dengan harga jualnya, ya tidak jadi masuk,” tegasnya.


Sementara Mukiat Sutikno, Marketing Director GMAWI membocorkan kalau sampai akhir tahun ini masih ada dua produk baru, yakni Aveo dan Estate. Untuk Aveo selain bentuk tampak lebih dinamis, desain lampu utama mendekati Optra Magnum yang dijuluki Golden Eye.
Read more >>

Traverse 2009, Crossover Baru dari Chevrolet

Chevrolet menambah koleksi varian crossover lewat Chevrolet Traverse yang diperkenalkan pada perhelatan Chicago Auto Show, yang akan terbuka untuk umum, Jumat (8/2). Seri crossover baru ini banyak mengadpsi karakter truk dengan basis SUV (sport utility vehicle), namun lebih mudah untuk dikendalikan, serta diklaim lebih irit dalam konsumsi bahan bakar.

Traverse, banyak 'meminjam' bentuk dari Chevrolet Malibu 2008 ini akan menambah jajaran crossover Chevy Equinox yang telah lebih dulu ada. Bedanya, Traverse memiliki kapasitas angkut yang lebih banyak, karena memiliki deret tiga deret kursi di dalam kabinnya (three rows).

Mobil anyar ini akan mulai diproduksi massal pada kuarter ketiga tahun 2008 di Spring Hill, Tennessee. Jadwal itu diyakini General Motors sebagai produsennya, tidak terlalu cepat. Mereka berpendapat, seluruh pabrikan otomotif memang sedang berpacu untuk meningkatkan angka penjualan, khususnya disegmen tersebut. Angka penjualan varian crossover mampu meningkat 16 persen di tahun 2007, meskipun angka penjualan umum turun tiga persen.

Kendati begitu, Chevrolet dipastikan akan menghadapi kompetisi dengan varian crossover three-row yang juga akan diluncurkan tahun ini, yakni Ford Flex and Dodge Journey.“Kami pikir, Traverse adalah kendaraan yang paling tepat yang diluncurkan pada waktu yang tepat pula," ungkap General Manager Chevrolet Ed Peper dalam sebuah pernyataan tertulis.

Peper mengaku yakin karena Traverse memiliki keunggulan sebagai kendaraan besar yang dapat dikendalikan bak mobil kecil. Belum lagi kapasitas yang besar memungkinkan varian ini menjadi pilihan, di mana pada baris ketiga sekalipun bisa menampung tiga orang dewasa. Sementara kapasitas bagasi juga tetap cukup luas untuk mengangkut barang. Selain itu, kursi di baris tengah menggunakan sistem sliding (geser), sehingga penumpang di baris belakang dapat dengam mudah masuk ke dalam mobil.
Read more >>

New Aveo, Alternatif Baru Mini MPV

Setelah sukses dan menjadi salah satu pelopor tren mobil mini MPV (Multi Purpose Vehicle) dengan Chevrolet Aveo, saat ini PT General Motors AutoWorld Indonesia (GMAWI) kembali mendatangkan varian terbaru Aveo.

Dengan nama New Chevrolet Aveo, kendaraan yang mengusung mesin berteknologi E-TEC II 4-silinder segaris berkapasitas 1.498 cc menggunakan Multi Point Injection dan Direct Ignition System (2 coil) ini, menawarkan perubahan pada sisi eksterior dan interior, serta diklaim lebih hemat bahan bakar. "Mini MPV modern Aveo lahir demi memenuhi tuntutan keluarga kecil serta pribadi muda yang dinamis dan progresif," ujar Managing Director PT GMAWI Mukiat Sutikno, saat peluncuran New Aveo di Jakarta, kemarin (Selasa, 24/6).

Dengan kapasitas mesin 1500 cc, Aveo diklaim mampu menempuh jarak 10 kilometer dengan 1 liter bensin. Mukiat menilai, Aveo menjadi salah satu kendaraan berbahan bakar hemat. Aftersales Director GM Indonesia, FA Suwadji Wirjono menjelaskan, meski menggunakan spek mesin yang sama dengan Aveo sebelumnya, tapi software baru memungkinkan mesin yang menghasilkan tenaga maksimum 86 PS pada 5.600 rpm (putaran mesin per menit) dan torsi maksimal 128Nm pada 3.000 rpm tersebut, bisa memperkecil penggunaan bahan bakar.

"Terdapat sensor oksigen di elektronik mesin untuk mendeteksi gas bekas guna mengontrol emisi. Jika oksigen banyak, berarti dia kurang bahan bakar, begitu pula sebaliknya. Nah, ini juga akan mendeteksi pembakaran yang tidak sempurna, sebab kalau pembakaran tidak sempurna akan boros," kata Suwadji.

Mobil yang pertama kali ditunjukkan ke hadapan publik dunia pada Frankfurt Motor Show 2007 tersebut mempunyai desain agresif. Bentuk ini tercipta berkat hadirnya grill besar horizontal berkesan sporty yang seakan menyatu. Padahal, grill besar itu sebenarnya terpisahkan oleh batang horizontal lebar, di mana “Gold Bowtie” yang menjadi simbol Chevrolet ada di tengahnya.

Desain tersebut diperkokoh dengan model grill besar, ditambah desain kedua lampu utamanya yang dinamis, serta keberadaan ventilasi udara di kedua sisi fender depan. Sementara, garis-garis kurva tegas yang terdapat di sekujur kulitnya berupaya menonjolkan citra kekuatan otot dan gaya maskulin.

Pada sisi interior, desain goose neck alias leher angsa yang membuat leg room bagi penumpang depan makin luas. Kombinasi warna coklat muda dan hitam menjadikan interior Aveo berupaya menciptakan kesan mewah. Ditambah, dasbor hitam yang bertujuan untuk mengurangi efek pantul dasbor ke kaca depan, guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan berkendara.

Aveo yang dibangun dan diimpor dari GM DAT (General Motors Daewoo Auto Technology) Korea ini pun hadir di Indonesia bermodel sama dengan yang dijual di seluruh dunia dalam dua pilihan sistem transmisi, otomatis 4 kecepatan dan manual 5 kecepatan.

Seluruh pintu pada mobil yang disediakan dalam enam pilihan warna menarik, yaitu poly silver, sports blue, pearl black, super red, highway yellow dan urban grey ini, dilengkapi sistem proteksi keselamatan berupa side door impact beam. Keunggulan ini membuat keseluruhan bodi New Aveo sanggup meredam energi benturan dengan baik.

Sementara remote elektrik mobil ini pun sudah dilengkapi dengan anti theft deterrent system. Lalu sistem immobilizer membuat kendaraan ini tidak akan dapat distarter jika tak menggunakan kunci aslinya. Nah, untuk kesemua fitur tersebut, New Aveo ditawarkan dengan harga Rp 132 juta untuk 1.5 M/T (manual) , dan Rp 147 juta untuk New Aveo 1.5 A/T (matik).
Read more >>

Wajah Baru Chevrolet Estate

Sebagai salah satu anggota keluarga Chevrolet, Estate juga ikut mengalami perubahan wajah. Persis seperti Optra Magnum, perubahan radikal terjadi di bagian depannya dengan sepasang lampu yang melebar ke samping. Gril lebih besar juga membuat Estate tampil lebih sporty.

Jika Optra Magnum mengalami penggantian mesin, tidak demikian halnya dengan Estate. Mesin E-TEC II 1.598 cc yang digunakan sebelummya tidak mengalami perubahan sama sekali. Mesin ini kini juga digunakan oleh Optra Magnum.

Namun jangan berharap menemukan climate control di dasbor seperti pada Optra Magnum. Chevrolet Estate masih mempertahankan seluruh interiornya. Begitu pula dengan pelek berdiameter 15 inci yang tetap dipertahankanseperti sebelumnya. Kabarnya varian sport dengan pelek 16 inci akan dihadirkan kemudian.

Dengan tidak ikutnya General Motors AutoWorld Indonesia (GMAWI) pada ajang Indonesian International Motor Show 2008, peluncuran Estate akan diadakan di awal Juli mendatang setelah Aveo. Harga yang ditawarkan masih sama dengan harga Chevrolet Estate yang beredar saat ini. Bahkan sempat berembus kabar bahwa Estate baru ini sudah bisa dipesan di dealer Chevrolet.

Dengan total 4 produk baru di semester pertama 2008: 1 varian baru (Captiva Diesel) dan 3 facelift (Optra Magnum, Estate dan New Aveo) di awal tahun ini, rasanya General Motors AutoWorld Indonesia akan mengulangi kejayaan Blazer di masa lalu.
Read more >>

New Chevrolet Optra Magnum, Hadir Lebih dengan Mesin Baru

Baru bukan berarti harus lebih besar. Gambaran tersebut merupakan deskripsi kunci dari produk teranyar Chevrolet yang diluncurkan pada Kamis (22/5). Mengambil tempat di Pondok Indah Mall 2, PT. GM AutoWorld Indonesia (GMAI), ATPM Chevrolet di Indonesia meluncurkan penerus Chevrolet Optra 1.8L yakni New Chevrolet Optra Magnum 1.6L. CBU (Completely Bulit Up) Thailand ini hadir lebih modern dan lebih mewah dengan kapasitas mesin yang lebih kecil dari sebelumnya untuk bersaing di segmen mid-sedan.

“Popularitas Captiva dan antusiasme masyarakat terhadap produk Chevrolet lain terus meningkat. Kami yakin, meluncurkan New Chevrolet Optra Magnum 1.6L yang sudah dinantikan banyak penggemarnya di Indonesia pada hari ini adalah momen yang sangat tepat. Apalagi Optra Magnum hadir dengan harga yang terjangkau,” ujar Mukiat Sutikno, Managing Director GMAI.

Didesain oleh Pininfarina, rumah desain Italia yang mendesain hampir seluruh model baru Ferrari, Magnum hadir dengan daya tarik baru luar - dalam. Dimulai dari eksterior, Magnum tampil kokoh dan sporty melalui integrasi dinamis antara Grill sarang tawon berlapis chrome, desain baru Headlamp dan Bumper depan lengkap dengan Fog lamp, serta tentunya logo Chevrolet berukuran besar di tengah. Magnum juga tampil gagah dengan diameter velg 16 inch.

Masuk ke interior, Magnum menawarkan kenyamanan dan kemewahan dalam berkendara dengan dashboard two tone color hitam - coklat berpadu dengan panel kayu. Selain itu, Magnum dibekali dengan lebih dari 25 buah tempat penyimpanan barang pada kabin dan bagasi lapang berkapasitas 450 liter. Dan untuk memuaskan kebutuhan akan entertainment, tersedia sistem audio modern 2-DIN yang dapat memainkan radio, CD, dan MP3 serta mampu terkoneksi dengan perangkat pemutar musik digital seperti IPOD. Pada stir bagian kiri juga sudah tersedia remote control untuk memudahkan pengaturan audio.

Hadir dengan mesin yang lebih kecil yakni 1.6L, mesin Magnum E-Tec II 4-silinder 16-katup DOHC dengan VGIS menjanjikan performa besar sekaligus efisiensi konsumsi bahan bakar. Bersumber pada data spesifikasi, mesin Magnum mampu menghasilkan tenaga maksimum 110 ps pada rpm 5800 dan torsi maksimum 150 pada rpm 4000. Untuk konsumsi bahan bakar, GM mengklaim 1 liter bensinnya dapat menempuh 15 kilometer (1 : 15) dengan kondisi transmisi manual untuk perjalanan luar kota.

Kenyamanan serta keseimbangan mengendarai Magnum juga ditunjang oleh keberadaan Hydraulic Engine Mounting System yang dapat meminimalkan getaran mesin dan aplikasi Total Noise Reduction System yang membuat kesenyapan kabin Magnum menjadi lebih maksimal. Plus Euro-Ride Tuning Suspension, yakni sistem suspensi yang didesain secara khusus untuk mengakomodasi distribusi bobot dalam menghadapi berbagai kondisi jalan.

Untuk fitur keselamatan, terdapat rem cakram bersistem ABS (Anti-lock Braking System) dan EBD (Electronic Brake-Distribution), serta airbag untuk pengemudi.

Urusan harga, Chevrolet Optra Magnum dibanderol seharga Rp. 176,9 juta untuk transmisi manual dan Rp. 188,9 juta untuk tipe transmisi automatic. Keduanya adalah harga OTR (on-the-road) Jakarta.


New Chevrolet Optra Magnum1.6L

Deskripsi Mid-Sedan
Dimensi4.500 x 1.725 x 1.445 mm
Radius Putar5,2 m
Kapasitas1.598 cc
Mesin E-Tec II 4-silinder 16-katup DOHC
TransmisiManual 5 Speed & Automatic, 4 Speed
Tenaga Maksimum 110 ps @ 5.800 rpm
Torsi Maksimum 150 Nm @ 4.000 rpm
Suspensi (depan&belakang)Independent MacPherson Strut & Dual Link with Coil Spring & with stabilizer
Rem (depan & belakang) Cakram berventilasi & solid dengan ABS, EBD
Kapasitas Tangki Bensin60 liter
Velg & BanAlloy 205 / 45 R16
Pilihan warna Sterling Silver, Black Sapphire, Royal Grey, Sparking Tan & Ice Berg Blue

Read more >>

Chevrolet Captiva 2.0L VCDi, Tenaga dan Torsi Lebih

Setelah sukses mengisi pasar otomotif nasional melalui varian bensinnya, Rabu (16/4) pagi tadi bertempat di salah satu cafe kawasan kemang, PT. General Motors AutoWorld Indonesia (GMAI), ATPM Chevrolet di Indonesia secara resmi meluncurkan varian terbarunya Chevrolet Captiva Diesel 2.0L VCDi.

Dalam sambutannya, Mukiat Sutikno selaku Managing Director PT. GMAI menuturkan bahwa, "Peluncuran Captiva diesel pada hari ini tak luput dari fokus utama GM. Fokus utama GM itu sendiri antara lain mengembangkan sebuah produk dengan desain yang menarik untuk menciptakan brand yang baik, plus membangun sebuah kendaraan yang dapat menggunakan bahan bakar alternatif dan hemat bahan bakar."

"Chevrolet Captiva 2.0L VCDi memberi peluang bagi kami untuk meningkatkan volume pasar Captiva di tanah air. Dengan berbagai keunggulannya, Chevrolet bermesin diesel ini akan menjadi pilihan tepat bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan untuk mendukung mobilitas sehari-hari," lanjut Mukiat yang mengharapkan dapat menjual 600 unit Captiva diesel sampai dengan akhir tahun ini.

Secara keseluruhan, baik eksterior, interior maupun sistem keamanannya, kendaraan yang mengusung tag line "Family Adventure SUV" ini tidak memiliki perbedaan dibandingkan dengan versi bensinnya. Yang membedakan hanya pada sektor mesin dan sebuah emblem kecil yang terletak di sisi kanan dan kiri pintu bertuliskan "VCDi" yang memiliki kepanjangan "Variable-turbo Commonrail Direct injection".

Beralih ke dapur pacu, Captiva Diesel dibekali dengan mesin berbasis diesel commonrail 2.0 liter SOHC turbo intercooler dengan kontrol elektronik geometri variabel turbin atau Variable Turbine Geometry (VTG). Dengan demikian, Captiva diesel mampu menghasilkan tenaga maksimum sebesar 150 hp pada 4.000 rpm, dan torsi 320 Nm pada 2.000 rpm. Melalui serangkaian teknologi terbaru yang dianutnya, mesin Captiva diesel tidak menciptakan suara yang kasar dan getaran tinggi seperti kebanyakan mesin diesel.

Suwadji Wirjono, Aftersales Director PT. GMAI menjelaskan, "Bahan bakar yang direkomendasikan untuk Captiva diesel minimal Pertadex. Tetapi, pelanggan bisa juga menggunakan Solar biasa. Namun bagi konsumen yang menggunakan Solar biasa, dianjurkan untuk melakukan perawatan secara berkala. Oleh karena itu, disarankan untuk mengganti oli setiap mobil menempuh 7.500 km dan melakukan pergantian filter Solar sekaligus membersihkan injektor dari endapan karbon dengan teknologi "Ultra Sonic Cleaner" setiap 15.000 km. Kemudian, dianjurkan pula untuk menguras tangki bahan bakar secara periodik (6 bulan sekali)."

GMAI menawarkan pilihan sistem transmisi otomatis 5-percepatan tiptronik, untuk menghadirkan kesan berkendara yang sporti sekaligus memberikan kepraktisan kepada penggunanya. Sementara itu, sistem suspensinya sudah mengaplikasikan model independent sehingga ikut menciptakan kenyamanan di berbagai medan lintasan.

Salah satu kelebihan Captiva yang tidak dimiliki oleh kompetitor di kelasnya adalah Auto Self Levelizer Rear Suspension. Fitur ini mampu mengembalikan posisi kendaraan saat dimuati tujuh penumpang menjadi datar kembali dan tidak mendongak ke atas. Sehingga kenyamanan mengendara bersama tujuh penumpang pun menjadi lebih optimal.

Chevrolet Captiva Diesel 2.0L VCDi A/T akan dilempar ke pasaran Indonesia dengan harga Rp. 289,5 juta. Layaknya varian bensin, GMAI menawarkan 6 pilihan warna yaitu Merah, Hijau, Gold, Hitam, Silver dan Royal Grey. Dan tak ketinggalan jaminan after sales service dengan garansi 3 tahun tanpa batasan kilometer.

Hingga acara peluncuran Captiva Diesel siang tadi, tercatat sudah 126 SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) berhasil terbukukan. Bagi yang ingin merasakan kenikmatan di balik kemudi Chevrolet Captiva diesel, Anda dapat mendatangi Mal Senayan City pada tanggal 22 hingga 27 April 2008 mendatang.


Chevrolet Captiva 2.0L VCDi Diesel

Deskripsi SUV 7-seater
Dimensi4635mm x 1850mm x 1726mm
Transmisi 5-percepatan otomatis dengan GM Tiptronic
Mesin Diesel, 4 Silinder segaris SOHC 16 katup
Kapasitas 1.991 cc
Fuel SystemCommonrail Direct Injection with Variable Geometry Turbo Intercooler
Fuel Capacity 65 liter
Tenaga Maksimum 150 hp @ 4.000 rpm
Torsi Maksimum 320 Nm @ 2.000 rpm
Suspensi McPherson Strut (Depan) & Multilink (Belakang)
Rem Depan Ventilated Disc 4Channel with ABS/EBD
Rem Belakang Solid Disc 4Channel with ABS/EBD
Tipe dan Ukuran Ban Alloy Wheel 215/70 R 16
Read more >>

4otomotif modifikasi