Tampilkan postingan dengan label Porsche. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Porsche. Tampilkan semua postingan

Porsche Ciptakan Mobil Listrik Berakselerasi Yahud

Mobil listrik melesat dengan kecepatan tinggi. Mungkinkah atau sulit diwujudkan. Tergantung dari tuntutan dan kebutuhannya. Kalau diterapkan di arena balap jet darat alias Formula 1 bisa terlaksana dengan cepat.

Porsche, konon ingin mencoba kreasi mobil listrik yang bisa melaju cepat melalui model 911. Porsche Wolfgang Durheimer (PWD) yang bermarkas di Jerman baru-baru sudah berdiskusi membahas isu itu. Meski sekilas, yang pasti teknologi itu tidak diproduksi dulu dalam waktu dekat.

Seandainya pabrikan mobil Jerman itu memang jadi membangun mobil listrik dengan 911, tidak bisa dibilang terlambat. Dan sedan listrik itu akan dibangun dengan basis Porsche 911 kabriolet yang akan diserahkan penggarapannya kepada Greester.

Dalam proyek ini, Porsche tidak menginginkan torsi yang tidak terbatas, merespons cepat, mesin berpenggerak 4 roda, dan kontrol traksi kontinyu. Semua petinggi Porsche menginginkan mobil yang enak dikemudikan.

Durheimer mengatakan, RUF's sebagai masterpiece yang mempunyai kehebatan dalam akselerasi. Untuk menempuh 100 km/jam bisa ditembus dalam waktu 5 detik.
Read more >>

Debut Porsche 911 GT3 Baru dan Cayenne Diesel di Jenewa

Dua produk Porsche terbaru, 911GT3 dan Cayenne Diesel, akan melakukan debut di Geneva Motor Show yang diselenggarakan awal bulan depan. Kedua model ini merupakan simbol khusus dari produk-produk yang dipasarkan Porsche dengan ciri khasnya, mobil yang bisa dikebut dengan cepat, tetapi konsumsi bahan bakarnya relatif irit.

Model 911GT3 baru ini makin bertenaga, cepat, mantap, dan dinamis dibandingkan pendahulunya. Hal tersebut diperoleh berkat pengembangan yang terus dilakukan terhadap mesin dan komponen bodi. Hasilnya, selain semakin oke dikebut, pengendaliannya juga makin mantap.

Mesin 6 silinder yang digunakan sekarang ini menghasilkan tenaga 435 PS (320 kW) atau naik 20 PS dibandingkan versi sebelumnya. Performanya makin baik. Menurut Porsche, 911GT3 dapat melakukan sprint 0–100 km/jam dalam 4,1 detik dan bisa dikebut dengan kecepatan top 312 km/jam.

Modifikasi aerodinamika teknologi tinggi membuat penampilan GT3 juga semakin dinamis. Downforce atau daya cengkeram mobil terhadap permukaan jalan dua kali lipat dibandingkan model sebelumnya. Tambahan fitur baru pada mobil ini adalah PSM atau Porsche Stability Management yang bisa dimati-hidupkan sesuai dengan keinginan pemakainya.

Cayenne Diesel
Model baru dari Porsche yang juga diluncurkan di Jenewa adalah Cayenne Diesel. SUV ini menggabungkan dinamika khas Porsche dan konsumsi bahan bakar yang ekonomis. Hal itu bisa diperoleh karena mesin diesel ini menghasilkan torsi yang sangat besar.

Melalui mesin diesel 3,0 liter V6 ini suara lebih halus dan tenaga makin responsif. Sebelumnya, mesin ini dikilik dulu sehingga tenaga maksimumnya mencapai 240 PS (176 kW). Selanjutnya, SUV Diesel ini bisa dikebut mencapai kecepatan tertinggi 214 km/jam.

Dengan torsi maksimum pada 550 Nm @2.000 rpm, Cayenne mampu sprint dari 0–100 km/jam dalam 8,3 detik dengan transmisi otomatik Tiptronic S. Sementara itu, konsumsi bahan bakarnya rata-rata 9,3 liter/100 km atau 10,75 km/liter. Berarti, jika tangkinya berisi penuh, 100 liter, bisa untuk menempuh jarak 1.075 km.

Cayenne Diesel dibuat secara eksklusif dengan transmisi Tiptronic S enam kecepatan. Kendaraan ini juga dilengkapi dengan PSM, Porsche Stability Management yang disesuaikan dengan karakteristik mesin diesel.

Menurut Porsche, PSM mampu memberikan simbiosis ideal, baik di jalanan mulus maupun off-road dengan baik. Tenaga mesin yang diteruskan ke roda depan dan belakang terbagi dengan pas sesuai dengan kondisi permukaan jalan.

Read more >>

Porsche Panamera, GT Empat Pintu "Asli Jerman Lho"

Selama ini Porsche hanya dikenal dengan mobil sport dua pintunya. Kecuali SUV sport Cayenne. Kini, perusahaan yang masih membanggakan “Made in Germany” itu, memperkenalkan produk terbarunya, Panamera, mobil GT (Gran Turismo) Sport 4-pintu. Menurut perusahaan yang bermarkas di Stuttgart ini, Panamera adalah jajaran mobil sport keempat dari seluruh mobil yang dibuatnya.

Meski sudah dipublikasikan, mobil berpenampilan unik baru akan dipasarkan pada musim semi tahun depan. Karena itu pula rincian lengkapnya, seperti mesin, tipe transmisi, performa dan harga belum diberikan. Di lain hal, sebagai mobil khusus dan tentu saja mahal, dalam kondisi situasi krisis global sekarang ini, Porsche telah mematok penjualan 20.000 unit per tahun ke seluruh dunia.

Tipikal Gabungan
Basis desain Panamera, menurut Porsche, merupakan gabungan tipikal produk mereka yang sudah ada selama ini, yaitu 911, Boxster, Cayman dan Cayenne. Karena itulah karakter Porsche masih sangat kuat pada mobil 4-pintu ini, yaitu gaya sport. Fitur lain yang tipikal Porsche yang dibanggakan adalah interior yang bisa diubah-ubah.

Dari segi dimensi, mobil ini termasuk besar namun ceper. Ini bisa dilihat dari detil berikut yang dipublikasi Porsche: panjang 4.970 mm, lebar 1.931 mm dan tinggi hanya 1.418 mm. Ditambahkan, untuk membuat mobil gesit dan berkemampuan sport, overhang depan dan belakang dibuat lebih pendek.

Dengan desain dan konfigurasi seperti disebutkan di atas, Porsche berusaha membentuk segmen baru dan tidak “head to head’ menghadap kompetitornya, baik mobil sport dua pintu maupun empat pintu.

DNA sport khas Porsche, yaitu gaya kupe dikawinkan dengan desain bodi sedan klasik. Ciri tersebut terlihat pada kontour bodi, gril radiator yang masih konvensional, lekukan fender (sepatbor) roda dan kap mesin yang panjang. Terakhir adalah tipikal dari 911. Ciri khas Porschedi depan adalah dua kurva di sepanjang kap mesin yang membentuk huruf V. Sedangkan di belakang, kacanya berbentuk tirus seperti panah, dinilai Porsche sebagai ciri khas mobil sport.

Di belakang Porsche mempertahan desain landai pintu bagasi yang landai mirip “liftback”. Begitu juga dengan empat ujung knaplot dirancang mencuat dari bagian bodi merupakan DNA Porsche yang diperkenalkan pertama kali pada Boxster.

“Pilot Feeling”
Meski belum merilis foto interior secara detil, namun Porsche menjelaskan bahwa bagian ini desainnya diintegrasikan dengan lengkungan atap. Seluruh tempat duduk atau kursi – termasuk buat penumpang belakang, dirancang secara khusus untuk memberikan kesan yang disebut “Pilot Feeling”.

Drengan demikian, baik pengemudi maupun penumpang merasa nyaman duduk pada jok yang superergonomik. Ruang bagasi dirancang agar bisa membawa barang dalam jumlah banyak. Konsepnya variabel, artinya ruang bagasi bisa diperbesar kapasitasnya dengan melipat jok belakang ke arah depan.

Dengan mempertahankan ciri khas sport Porsche di belakang, tentu saja membuat pemilik Panamera sangat bangga menggunakan mobil ini sebagai sarana mobilitas sehari-hari. Maklum, penampilan Panamera dinilai elegan dan yang pasti bisa ditumpang ramai-ramai dan dengan kenyamanan maksimal.

Mesin
Untuk sumber pacu, Porsche mengaku harus meng-“up-date” teknologi mesinnya yang dibuat dengan konfigurasi V. Teknologi yang sudah dipastikan adalah sistem injeksi bensin langsung plus turbocharger. Dengan gabungan kedua teknologi tersebut, diharapkan selain tenaga bisa didongkrak lebih besar lagi untuk memacu mobil, konsumsi bahan bakarnya juga lebih efisien.

Saat ini masih belum ditentukan, apakah akan dipilih mesin V6 tau V8. Sedangkan tenaga untuk memacu mobil diperkirakan antara 300 – 500 ps.

Untuk meneruskan tenaga mesin ke roda, Porsche memilih transmisi manual 6 kecepatan dengan kopling kembar yang selama ini juga digunakan oleh koleganya di VW dan Audi.

Sebagai tambahan, selain menggunakan gerak roda belakang, versi top ditawarkan dengan gerak 4x4 yang lebih canggih. Juga sudah disiapkan Panamera versi khusus, yaitu hibrida. Mobil ini dirakit di pabrik baru Prosche, Leipzig. Sedangkan mesin tetap dibuat di Zuffenhausen dan pengecatan bodi di pabrik Volkswagen. Hanover. Tak lupa dijelaskan, 70% komponen mobil ini masih mengandalkan buatan Jerman. Karena itulah, Porsche menyatakan, Panamera secara definitif “Made in Germany.”
Read more >>

Bodi Porsche Cayenne Dipermak

Harga mobilnya saja sudah bikin geleng kepala. Eh, sama pemiliknya, Porsche Cayenne malah dimodifikasi lagi bodinya. Ban diganti yang superbesar dan kelir bodi diubah dengan warna centil. Pokoknya, belum tentu ada yang segila ini. Dan, SUV premium mewah dan elegan yang Anda lihat ini bukan di luar negeri, tapi di Jakarta.

Konsep Face Lift
Sang pemilik memang fanatik Porsche. Kebetulan ia punya Cayenne 2005 ingin tampil 'lebih eksotis' dan wajah (bodi mobil) terlihat muda. Tak sekadar mencuatkan eksotisme bawaan pabrik, gilanya lagi, sang pemilik mempercayai bengkel lokal untuk menggarapnya.

Konsep awalnya adalah teknik face lift. Dua pasang lampu depan-belakang Porsche Cayenne 2008 pun dipesan di Porsche Jakarta Center berikut wiring, bracket dan fog lamp. Semuanya menelan biaya Rp 50 jutaan dan hanya sebulan pesanan sudah di tangan.

Ternyata, lampu depan keluaran 2008 tak bisa dipasang karena beda desain. Mau tak mau, bagian tertentu bodi Cayenne 2005 dimodifikasi tanpa mengurangi nilai eksotisme sebuah SUV mewah. Sentuhan pertama, seluruh upron depan, mulai dari bumper, kap mesin serta fender dimodif bentuk baru sesuai lampu 2008 yang mengacu pada bentuk Cayenne versi tuner-tuner sohornya. Pemasangannya tidak sulit lantaran sistem wiringnya sama.

Kap mesin dan bumper depan dibuat dari bahan fiberglass mengikuti batok Cayenne 2008. "Body kit depan diambil dari desain TechArt Magnum, sedangkan kap mesin terinspirasi dari tuner Gemballa dengan GT750nya," kata Didith, pentolan mekanik JR Auto Fasion. Malah dilihat sekilas, desainnya mirip Reinspeed X-treme. Hanya air dam tengahnya tanpa detail gril bertingkat.

Bodi samping juga kena sentuhan. Bodi yang sudah besar terlihat lebih berotot dengan tambahan panel bodi serta fender custom dari fiberglass. Lantaran ukuran bodi Cayenne lama dan yang baru tak banyak berubah, custom fender hanya dibuat lebih lebar sekitar 3-5 cm. Itupun dengan tambahan lekukan over fender custom. Side skirt penyambung bodi depan dan belakang terinspirasi dari cayenne Reinspeed.

Sementara bodi belakang seperti terlihat tak tersentuh. Padahal, sudah diganti dengnan replika TechArt Magnum lantaran desainnya mirip dengan aslinya. Agar terkesan menyatu, panel pintu belakang dipertebal dengan bantuan fiberglass. Roof spoiler custom juga dibuat lebih panjang dan tebal sekitar 3 cm. Bodi terlihat penuh, lewat aplikasi twin muffler dari TechArt.

Pertama di Ceyenne
Sang pemilik memang tidak mau tanggung-tanggung memodifikasi Ceyennenya. Satu set velg 24 inci langsung dipasang dan bukan murahan, dipilih Forgiato Vizzio berdimensi 24 x (12+13) ini denngan model glass black with white style yang dipesan langsung dari pabriknya di Amerika.

Sesuai konfirmasi rumah modifikasinya, ini velg 24 inci pertama dengan dimensi custom yang dibuat Forgiato untuk Porsche Ceyenne. Dan sampai ke Indonesia makan waktu 3 bulan dan harganya, wouw, Rp 90 juta lebih.

Tak cukup hanya dimodifikasi, ternyata sang pemilik Mr. B ingin kelir hitamnya berganti warna JR Auto Fashion melaburnya dengan merah permen (Candy red) dari Spies Hecker. Sedangkan sistem pelapis cat menggunakan pernis High Solid dari Sikkens.

Read more >>

Sistem Saluran Bensin Porsche Cayenne Bermasalah

Berita berikut ini adalah bukti kepuasan pelanggan yang dilakukan pabrikan asal Jerman, Porsche. Setelah teridentifikasi terjadi problem pada varian mereka yakni Cayenne, dengan segera pihak Porsche melakukan recall untuk memperbaikinya.

Menurut siaran pers yang kami terima, Porsche Cayenne keluaran produksi 30 November 2006 hingga 18 Januari 2008 mengalami masalah di bagian susunan saluran bensin. Oleh sebab itu, Dr. Ing. h.c. F. Porsche AG, Stuttgart, menarik kembali sebanyak 18.856 unit kendaraan Porsche Cayenne di seluruh dunia.

Permasalahan pada sistem saluran bensin ini muncul saat berkendara. Saat mobil dijalankan, otomatis terjadi getaran pada mesin. Karena jalur saluran bensin yang salah, maka akan menyebabkan suara ketukan maupun gesekan antara saluran bensin dengan kompartemen mesin.

Sejauh ini, terdapat lima unit kendaraan dari berbagai penjuru dunia yang mengeluhkan masalah ini. Sedangkan, hanya satu unit kendaraan saja yang sudah teridentifikasi terjadinya goresan kecil pada saluran bensin. Untuk mencegah masalah yang lebih jauh, pihak Porsche berusaha untuk menyusun kembali sistem saluran bensin tersebut.

Pihak Porsche menyebutkan, untuk melakukan pergantian sistem saluran bensin tersebut, hanya dibutuhkan waktu selama 40 menit dan sudah tentu tidak dipungut biaya. Dan seluruh konsumen yang mobilnya teridentifikasi masalah ini, akan diberitahu secepatnya.
Read more >>

4otomotif modifikasi