Tampilkan postingan dengan label Audi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Audi. Tampilkan semua postingan

Audi RS3: Sportback Bertenaga Dahsyat

Audi akhirnya meluncurkan hatchback sport terbarunya RS3. Bahkan anak perusahaan Grup Volkswagen ini mengklaim Sportbacknya itu sebagai hatchback tercepat.

Mungkin ada benarnya juga. Karena RS3 dibekali mesin TT RS berkapasitas 2,5 Liter Turbo 5-silinder. Tenaga maksimum mencapai 340 HP dengan torsi maksimumnya 450 Nm di antara putaran mesin 1.600-5.300 rpm.

Transmisi menggunakan kopling ganda 7-percepatan S Tronic yang bisa dioperasikan dalam dua mode, yakni manual dan otomatis. Seluruh tenaga yang dihasilkan disalurkan ke empat ban (all-wheel drive) membuat mobil ini lebih responsif dalam akselerasi.

RS3 mampu menyentuh kecepatan tertinggi 250 km/jam. Untuk akselerasi 0-100 km/jam hanya dibutuhkan waktu 4,6 detik. Meski cepat, Audi mengklaim konsumsi bahan bakar untuk 1 liter menempuh 10,9 km (25,9 mpg) dan membuang gas Karbondioksida 212 gram per km.

Dari tampilan luar (eksterior) RS3 sangat sporty. Desain lampu depan yang dihiasi jejeran lampu LED menyerupai alis di atas dua lampu utama memberikan kesan elegan. Desain grill yang besar terbentang dari kap mesin sampai bemper bawah, memberi masukan udara yang sangat cukup. Saluran udara juga dihasilkan dari ruang angin (airscoop) yang ada di kedua sisi bemper.

Dibandingkan Audi A3 standar, RS3 lebih ceper 25 milimeter ke permukaan tanah guna menopang handling prima. Velg 19-inci dengan balutan ban 235/35 (depan) dan 225/35 (belakang) makin menambah kekar tampilan.

Ketika melongok ke interior, Audi menciptakan nuansa elegan sporty yang kental. Bahan kulit berkualitas berwarna gelap mendominasi seluruh kabin. Ditambah jahitan tangan (hand made) dengan benang merah dan sentuhan krom pada beberapa bagian ornamen, menambah kesan mewah.

Audi baru mulai memasarkan RS3 ke Benua Biru awal tahun depan dan ditawarkan dalam satu varian lima pintu. Unit dibandrol dengan 49.900 euro atau Rp608,5 juta per unit.
Read more >>

Audi e-tron, Mobil Sport Listrik Murni

Audi, produsen Jerman yang lagi naik daun di tengah krisis keuangan dunia, pada IAA ke-63, yang dibuka buat wartawan, kemarin, menghadirkan mobil konsep yang dijadikan proyek mercusuar masa depan, yaitu e-tron.

Hebatnya, e-tron adalah mobil sport performa tinggi yang benar-benar mengandalkan listrik sebagai sumber penggeraknya. Menurut Audi, mobil dua pintu ini menggunakan empat motor listrik, masing-masing dua pada setiap as roda depan dan belakang. Dengan konsep ini, Audi menyebut mobil konsep dengan dua tempat duduk ini sebagai "quattro" murni.

Tenaga yang dihasilkan dari motor 230 kW(313PS) dan 4.500 Nm saat sprint 0-100 km/jam menghasilkan catatan waktu 4,8 detik. Pada akselerasi pertengahan, 60-120 km/jam, e-tron hanya butuh 4,1 detik. Mobil ini menggunakan baterai lithium-ion, dengan kandungan energi 42,4kWh, dan bisa dipakai menempuh jarak 248 km. Ternyata, teknologi mobil listrik berkembang dengan cepat.
Read more >>

Inilah Audi RS3, Bakal Tampil di Frankfurt Motor Show 2009

Untuk mendukung kesuksesan pameran mobil di negeri sendiri, Frankfurt Motor Show yang digelar September ini, Audi memajang sedan hatchback RS3. Banyak yang belum tahu, seperti apa sosok kendaraan tersebut.

Foto terbaru itu merupakan hasil rekayasa Photoshop dari gabungan mobil konsep Audi A3 TDI Clubsport Quatro dan Audi A3 TDI biasa. Namun, gambar ini diilustrasikan oleh majalah Auto, Motor, & Sport dari Swedia, yang mengaku memiliki sumber orang dalam di Audi. Sang sumber membocorkan, bagaimana tampang hatchback tersebut nanti, yang akan segera dimunculkan ke publik umum.

Meski ofisial dari merek berlambang empat lingkaran sejajar ini belum resmi meluncurkan wajah aslinya, bisa diprediksi, RS3 kemungkinan besar akan mengusung mesin berkapasitas 2.500 cc, 5-silinder turbochager. Dapur pacu ini juga digunakan Audi TT RS yang mampu menghasilkan tenaga 340 dk dan torsi maksimum 450 Nm.

Selanjutnya, sistem berpenggerak Quattro (all-wheel drive) ala Audi diaplikasi pada RS3. Namun, untuk RS3 akan ada penyesuaian pada mesin yang nantinya memiliki tenaga antara 350 dan 400 dk. Dengan begitu hatchback ini lebih cepat dari R8 yang mengusung mesin berkapasitas 4.200 cc FSI.
Read more >>

Audi R8 buat Pengebut Sejati

Audi R8 adalah sedan sport coupe terkencang yang dipunyai salah satu pabrikan mobil di Jerman itu. Dengan desain sasis monokok dan bodi yang membongkok, plus aerodinamika yang tinggi, jelas sekali kalau pabrikan berlokasi di Neckarsulm ini mengisyaratkan sebagai mobil yang kencang.

Apalagi ruang mesin dijejali mesin V8 berkapasitas 4.200 cc. Dengan tenaga 414 dk, bisa dibayangkan bagaimana Audi ini melesat. Buat penyuka kecepatan, melakukan manuver dengan tenaga segitu sudah lebih dari cukup.

Namun, MTM (Motoren Technik Mayer) masih merasa kurang. Rumah modifikasi dari Bavaria ini lantas meningkatkan tenaga dan aerodinamika, plus meringankan bagian tertentu dari mobil.

Langkah yang disentuh, supercharger V8 FSI bawaan mobil diganti punya MTM. Setelah itu, untuk terusan tenaga mesin, MTM mengganti knalpot standar dengan yang berbahan keramik. Selain menghasilkan suara yang khas, output-nya pun melonjak menjadi 560 dk/580kW.

Lonjakan tenaga mesin yang signifikan tentu harus didukung daya cengkeram yang baik. Untuk itu, aerodinamikanya ditingkatkan dengan mengubah bumper depan yang memiliki air diffuser. Dengan begitu, traksi ban lebih mencengkeram ke aspal. Pada buritan dikasih duck tail yang mampu bekerja secara otomatis dalam kecepatan tertentu.

Kemudian, velg standar diganti yang ultra light, MTM Bimota ukuran 20 x (9+11) inci. Velg ini menggunakan teknologi tempa sehingga sangat kuat. "This car for maniac", begitu MTM menyebutnya.
Read more >>

Jajal Audi A5 Coupe 3.0 TDI

Tawaran mencoba Audi A5 Coupe 3.0 TDI sulit dilewatkan begitu saja. Mengingat Audi A5 Coupe 3.0 TDI yang pertama kali diperkenalkan di Jerman pada Oktober 2007 itu adalah unit diproduksi untuk pasar Jerman dan khusus didatangkan untuk dipajang di Indonesia International Motor Show 2008. Itu sebabnya, jangan heran jika setir mobil itu ditempatkan di bagian kiri (setir kiri).

Model setir kanannya baru akan dipasarkan di Indonesia pada November mendatang. Buruknya kualitas bahan bakar solar di Indonesia menjadikan PT Garuda Mataram Motor hanya akan memasarkan model yang menggunakan bahan bakar bensin, yakni Audi A5 3.2 FSI.

Audi A5 3.0 Coupe TDI menyandang mesin diesel berkapasitas 3.0 Liter (2.967 cc), 6 silinder dalam konfigurasi V (V6), serta menggunakan persneling manual dengan 6 tingkat kecepatan dan dilengkapi dengan penggerak empat roda, yang pada Audi dikenal dengan nama quattro.

Untuk membuka pintu mobil menggunakan Smart Key. Mesin dihidupkan dengan menekan tombol on off engine dan menginjak pedal kopling. Jika tidak mendengarkan dengan saksama, orang tidak akan menyadari bahwa mobil itu menyandang mesin diesel.

Audi A5 berukuran panjang 4,625 meter, lebar 1,854 meter, dan tinggi 1,372 meter. Audi A5, yang dimensinya berada antara A4 dan A6 itu asyik dikendarai karena mobil itu adalah model ”biasa” pertama yang digarap dengan berorientasi pada pengendara (driver oriented). Jarak as roda depan dan belakang (wheelbase) yang diperpanjang menjadi 2,751 meter membuat pengendaraan A5 menjadi lebih stabil.

Untuk menyempurnakan suspensi, di depan di pasang five-link affair untuk pengendalian dan pengendaraan yang lebih baik, dan ditempatkan langsung pada sub frame. Setir pun telah didesain ulang untuk meningkatkan rasa dan respons. Dan, itu mendukung tenaga maksimum sebesar 237 PK yang dihasilkan mesin pada 4.000 putaran mesin per menit (rpm) dan torsi maksimum 500 Nm pada 1.500 rpm.

Tidak berlebihan jika menyebut Audi A5 3.0 TDI sebagai sebuah roket di darat. Walaupun akselerasi dari 0-100 kilometer per jam 6,5 detik, biasa untuk mobil-mobil sekelasnya, daya lontarnya terasa sangat besar. Hingga sewaktu dipacu mendadak, bagian depan mobil terasa mengangkat. Tidak terasa jarum spidometer menunjukkan angka 110 kilometer per jam.

Mobil itu juga asyik digunakan meluncur dalam kecepatan rendah, sambil melihat rumah-rumah di perumahan Pantai Indah Kapuk, dengan mesin di bawah 1.500 rpm. Dan, Audi A5 bisa dikatakan cukup gesit untuk mobil yang memiliki bodi seukuran itu.

Dengan panjang 4,63 meter, Audi A5 tetap asyik dikendarai dan bermanuver. Bahkan, ketika harus memutar di jalan yang terlalu lebar pun, hal itu dapat dilakukan dengan mudah. Semua sudut di sekeliling mobil dapat dimonitor dengan baik dari kursi pengemudi dengan bantuan kaca spion tentunya. Dan, ditambah dengan sensor parkir di belakang, membuat parkir paralel dan parkir mundur menjadi mudah.

Interior Audi A5 bisa dikatakan mewah, dengan didominasi kulit berkualitas. Kursi-kursi dirancang sedemikian rupa sehingga badan terasa melekat erat di kursi. Sebagai coupe (mobil berpintu dua), kabin Audi A5 3.0 TDI cukup lapang untuk memuat empat orang dewasa.

Konsumsi bahan bakar solarnya lumayan hemat. Dengan 1 liter solar, Audi A5 3.0 TDI secara rata-rata dapat melakukan perjalanan sejauh hampir 14 kilometer. Itu suatu pencapaian yang lumayan bagus, bahkan bila dibandingkan dengan mobil berbahan bakar solar yang kapasitas mesinnya lebih kecil.
Read more >>

Jajal Audi A5 Coupe 3.0 TDI

Tawaran mencoba Audi A5 Coupe 3.0 TDI sulit dilewatkan begitu saja. Mengingat Audi A5 Coupe 3.0 TDI yang pertama kali diperkenalkan di Jerman pada Oktober 2007 itu adalah unit diproduksi untuk pasar Jerman dan khusus didatangkan untuk dipajang di Indonesia International Motor Show 2008. Itu sebabnya, jangan heran jika setir mobil itu ditempatkan di bagian kiri (setir kiri).

Model setir kanannya baru akan dipasarkan di Indonesia pada November mendatang. Buruknya kualitas bahan bakar solar di Indonesia menjadikan PT Garuda Mataram Motor hanya akan memasarkan model yang menggunakan bahan bakar bensin, yakni Audi A5 3.2 FSI.

Audi A5 3.0 Coupe TDI menyandang mesin diesel berkapasitas 3.0 Liter (2.967 cc), 6 silinder dalam konfigurasi V (V6), serta menggunakan persneling manual dengan 6 tingkat kecepatan dan dilengkapi dengan penggerak empat roda, yang pada Audi dikenal dengan nama quattro.

Untuk membuka pintu mobil menggunakan Smart Key. Mesin dihidupkan dengan menekan tombol on off engine dan menginjak pedal kopling. Jika tidak mendengarkan dengan saksama, orang tidak akan menyadari bahwa mobil itu menyandang mesin diesel.

Audi A5 berukuran panjang 4,625 meter, lebar 1,854 meter, dan tinggi 1,372 meter. Audi A5, yang dimensinya berada antara A4 dan A6 itu asyik dikendarai karena mobil itu adalah model ”biasa” pertama yang digarap dengan berorientasi pada pengendara (driver oriented). Jarak as roda depan dan belakang (wheelbase) yang diperpanjang menjadi 2,751 meter membuat pengendaraan A5 menjadi lebih stabil.

Untuk menyempurnakan suspensi, di depan di pasang five-link affair untuk pengendalian dan pengendaraan yang lebih baik, dan ditempatkan langsung pada sub frame. Setir pun telah didesain ulang untuk meningkatkan rasa dan respons. Dan, itu mendukung tenaga maksimum sebesar 237 PK yang dihasilkan mesin pada 4.000 putaran mesin per menit (rpm) dan torsi maksimum 500 Nm pada 1.500 rpm.

Tidak berlebihan jika menyebut Audi A5 3.0 TDI sebagai sebuah roket di darat. Walaupun akselerasi dari 0-100 kilometer per jam 6,5 detik, biasa untuk mobil-mobil sekelasnya, daya lontarnya terasa sangat besar. Hingga sewaktu dipacu mendadak, bagian depan mobil terasa mengangkat. Tidak terasa jarum spidometer menunjukkan angka 110 kilometer per jam.

Mobil itu juga asyik digunakan meluncur dalam kecepatan rendah, sambil melihat rumah-rumah di perumahan Pantai Indah Kapuk, dengan mesin di bawah 1.500 rpm. Dan, Audi A5 bisa dikatakan cukup gesit untuk mobil yang memiliki bodi seukuran itu.

Dengan panjang 4,63 meter, Audi A5 tetap asyik dikendarai dan bermanuver. Bahkan, ketika harus memutar di jalan yang terlalu lebar pun, hal itu dapat dilakukan dengan mudah. Semua sudut di sekeliling mobil dapat dimonitor dengan baik dari kursi pengemudi dengan bantuan kaca spion tentunya. Dan, ditambah dengan sensor parkir di belakang, membuat parkir paralel dan parkir mundur menjadi mudah.

Interior Audi A5 bisa dikatakan mewah, dengan didominasi kulit berkualitas. Kursi-kursi dirancang sedemikian rupa sehingga badan terasa melekat erat di kursi. Sebagai coupe (mobil berpintu dua), kabin Audi A5 3.0 TDI cukup lapang untuk memuat empat orang dewasa.

Konsumsi bahan bakar solarnya lumayan hemat. Dengan 1 liter solar, Audi A5 3.0 TDI secara rata-rata dapat melakukan perjalanan sejauh hampir 14 kilometer. Itu suatu pencapaian yang lumayan bagus, bahkan bila dibandingkan dengan mobil berbahan bakar solar yang kapasitas mesinnya lebih kecil.
Read more >>

Mobil Diesel Audi, Bersaing dengan Mobil Hibrida

KETIKA harga bahan bakar minyak di hampir semua negara mengalami kenaikan drastis, perhatian orang kepada mobil-mobil yang hemat bahan bakar minyak pun meningkat tajam. Itu sebabnya Audi A3 1.9 TDI e yang menyandang mesin diesel berkapasitas 1.9 Liter langsung jadi pusat perhatian. Pasalnya, mobil itu hanya mengonsumsi 4,5 liter solar untuk menempuh perjalanan sejauh 100 kilometer atau hanya menghabiskan 1 liter solar untuk menempuh perjalanan sejauh 22,22 kilometer.

Dengan mengonsumsi 1 liter bahan bakar minyak untuk menempuh perjalanan di atas 20 kilometer, dapat dikatakan bahwa Audi A3 1.9 TDI e telah memasuki wilayah mobil hibrida, yang menggabungkan mesin pembakaran dalam (internal combustion engine) yang menggunakan bahan bakar bensin atau solar dengan motor listrik. Mobil-mobil hibrida mengonsumsi 1 liter bahan bakar minyak untuk menempuh perjalanan lebih dari 20 kilometer. Uniknya, Audi A3 1.9 TDI e mencapai semua itu tanpa pengorbanan apa pun, baik dari segi gaya maupun kenyamanan. Umumnya, mobil hibrida tidak memiliki driving dynamic (keasyikan berkendara) atau hambar dikendarai, dan seperti tidak memiliki pribadi.

Huruf e di belakang A3 1.9 TDI merupakan kependekan dari efisiensi. Audi mengklaim pendekatan secara menyeluruh terhadap mobil merupakan satu-satunya jalan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak. Sekitar 12 bulan yang lalu, Audi memasukkan versi prototipe A3 1.9 TDI dalam Panasonic Solar Challenge Greenfleet Fuel Economy Class of The World Solar Challenge dan mencapai hasil yang mengejutkan, 3,3 liter per 100 kilometer atau 1 liter per 30,3 kilometer.

Dalam World Solar Challenge, mobil peserta melakukan perjalanan dari Darwin ke Adelaide melintasi permukaan jalan yang datar. World Solar Challenge memperlihatkan bahwa ternyata mobil hibrida tidak diperlukan kalau sasarannya hanya hemat dalam mengonsumsi bahan bakar minyak.

Bahwa konsumsi 1 liter bahan bakar minyak itu digunakan untuk menempuh perjalanan sejauh 30,3 kilometer per liter, itu tidak mengherankan mengingat sebagian besar peserta tidak menyalakan lampu dan penyejuk udara (AC) sama sekali. Barang-barang bawaan pun diletakkan di dalam mobil lain. Kecepatan dijaga di bawah kecepatan maksimum yang diizinkan dan sempat muncul perdebatan tentang perlu tidaknya mesin dimatikan saat mobil berhenti pada saat lampu lalu lintas merah menyala.

Beberapa peserta mengikuti World Solar Challenge dengan santai. Kecuali patuh batas batas kecepatan maksimum yang diizinkan, lainnya diabaikan, misalnya tetap menyalakan lampu dan AC serta menempatkan barang bawaan di bagasi. Hasilnya, yah, 4,6 liter per 100 kilometer.
Read more >>

Audi A4, Bermobil Sesuai Suasana Hati

Generasi baru Audi A4 menyeruak ke pasar Indonesia dengan fitur inovatif Audi Drive Select. Dengan hanya menekan salah satu tombol, Audi A4 dapat dikendarai sesuai dengan kondisi perjalanan, bahkan suasana hati pengendaranya.

Tiga pilihan fitur tersebut adalah comfort, auto dan dynamic. "Ketika tanjakan pengendara bisa mengatur karakternya, di jalan biasa atau dalam keadaan apapun pengendara dapat menggantinya pada saat berjalan tanpa gangguan apa-apa," ujar Product Trainer PT Garuda Mataram Motor Tubagus Benny Benjamin di Jakarta, Sabtu (24/5).

Audi A4 merupakan new platform dari seri A4 yang dihasilkan dari pengembangan new drive concept sehingga setiap kondisi jalanan dapat dilalui dengan mudah.

Seri ini mengalami perubahan total dari pendahulunya, seperti panjangnya yang ditambah menjadi 4.703 mm, lebar 1.826 mm serta tinggi 1.426 mm. Perubahan ini memberikan kesan besar dan luas dibandingkan sedan lain di kelasnya.

Kabin terasa lebih lega dengan fasilitas pengaturan tempat duduk secara elektrik. Namun, meski berbadan besar, bobotnya sangat ringan sehingga menunjukkan kedinamisannya dalam berkendaraan.

Audi A4 memiliki mesin 1.8 turbo FSI yang mampu menghasilkan daya sebesar 160 hp pada putaran mesin 4.500-6.500 dengan torsi 250 Nm pada putaran mesin 1.500-4.500. Kecepatan tertingginya adalah 218 km/jam. Karena mesin turbo ini menghasilkan torsi yang lebih besar, konsumsi bahan bakar lebih efisien.

Seperti yang diperoleh dari ujicoba oleh Tim A1, mobil ini hanya menghabiskan 1 liter bahan bakar untuk 14 km. Selain itu Audi4 dilengkapi juga dengan electromechanical parking brake yang memudahkan pengendaranya untuk memarkir kendaraan berbadan besar ini di mana saja.

Fasilitas infotainment-nya pun diadaptasi dari seri A8 dan A6 yang dilengkapi Multi Media Interface (MMI) dengan layar monitor di tengah serta model Radio Simphony untuk sepuluh sound system-nya.

Chief Executive Officer PT Garuda Mataram Motor Susilo Darmawan mengatakan bahwa pihaknya menargetkan seri ini terjual 100 unit hingga akhir tahun 2008, dengan daerah target Jakarta, Bandung dan Surabaya. Terkait dengan kenaikan harga BBM, Susilo menyatakan tak begitu khawatir akan dampaknya terhadap penjualan mobil ini.

"Saya tidak terlalu yakin kenaikan BBM mempengaruhi. Hampir 95 persen yang pakai Audi sudah tidak menyentuh premium," tandas Susilo. Audi A4 tersedia dalam enam warna, yaitu hitam, abu-abu, biru, merah, putih dan silver dan dijual dengan harga Rp 625 juta.

Read more >>

Eksklusivitas Supercar Pertama Audi

Berbicara sportcar, sebutlah merek-merek terkenal, semua ada di Indonesia. Mau Porsche, Jaguar, Lamborghini, Maserati, hingga Ferrari. Sampai-sampai distributor kuda jingkrak di Tanah Air tak pernah kesulitan memenuhi kuota yang diberikan prinsipalnya.

Hebatnya, di negeri asalnya baru di-launching, tak berapa lama kemudian sudah muncul di Indonesia. Seperti Audi R8 yang dipatok Rp 4 miliar-Rp 5 miliar, setara dengan Ferrari F430 dan Lambo Gallardo, didatangkan oleh importir umum Platinum Motor. Dan majalah Auto Bild Indonesia mendapat kesempatan menjajalnya.

Menyapu Lantai

Akankah R8 sama digilai seperti Ferrari, Porsche, ataupun Lamborghini? Untuk menjawabnya, mari kita tutupi logo Audi pada R8 agar penilaian yang diberikan lebih murni. Tidak terpengaruh karisma Kuda Berjingkrak, ataupun Sang Banteng. Secara penampilan, R8 memiliki karisma tak kalah dibanding sportscar asal Italia. Lihat saja sosoknya yang merunduk laksana hendak menyapu lantai. Desain lampu depan sipit dan gril single frame trapezoidal memberi kesan agresif.

Aura supercar sejati pun diperkuat dengan posisi mesin di tengah. Plus, kehadiran rangka aluminium yang membuat R8 memiliki sasis ringan, namun kuat. Tampilan belakang juga tak kalah memesona dengan lampu belakang LED berkelir merah.

Kala berada di dalam kabin, auranya sangat familiar. Tak beda jauh dengan Audi lain yang kita kenal. Setir palang tiga memiliki bagian bawah rata, sebuah ciri mobil balap sejati. Kualitas materialnya tak perlu diragukan. Pun posisi duduk yang relatif nyaman untuk mobil serendah ini.

Bersahabat

Mengemudikan R8 juga tidak susah. Dimensi kompak sepanjang 4,4 meter dan lebar 1,9 meter membuat pengemudi mana pun takkan merasa kagok, bahkan tidak akan kesulitan saat harus membawa R8 menuruni area parkir Gading Auto Center yang sempit dan curam.

Pandangan ke belakang juga sangat baik, tidak terhalang mesin seperti R8 TDI pada edisi silam. Kalaupun dirasa kurang, tersedia back sonar yang akan membantu Anda saat parkir.

Di belakang saya duduk mesin 4.200 cc V8 seperti terdapat pada RS4. Daya yang dihasilkan sebesar 420 dk sementara torsinya mencapai 430 Nm. Suara yang diteriakkannya begitu mekanis dan merdu di telinga. Jangan tanya soal performa, karena R8 mampu menuntaskan akselerasi 0-100 km/jam dalam 4,6 detik dan top speed setinggi 301 km/jam. Dan konsumsi bahan bakar di klaim 1:7,1.

R8 dibekali transmisi semi-otomatis bernama R-Tronic. Pada prinsipnya, ini serupa dengan DSG yang memiliki kopling ganda. Pengoperasiannya juga halus, membuat R8 tidak grogi saat terjebak dalam kemacetan luar kota.

Karakteristik berkendaranya malah terbilang bersahabat. Ayunan supensi terasa rigid tanpa harus membuat seisi kabin sakit punggung. Sementara, handling-nya mantap dan presisi. Jika dirasa kurang, silakan aktifkan mode Sport yang membuat respons kemudi lebih tajam dan suspensi lebih kaku.
Read more >>

New Audi A4 Kolaborasi Kecanggihan A6 dan R8

Setelah sukses dengan seri A3, A6 dan A8, PT Indomobil Sukses International Tbk selaku ATPM Audi kembali meluncurkan model terbarunya The New Audi A4 di Grand Indonesia, Kamis (22/5). Sedan premium ini hasil kolaborasi kecanggihan yang diterapkan di seri A6 dan A8. Dan di negeri Asalnya, Jerman, A4 diperkenalkan 10 September 2007 bersamaan dengan Internasional Motor Show ke-62 di Frankfurt.

Di Indonesia sendiri, Audi A4 datang meramaikan pangsa pasar nasional pada 2005. Dan yang diperkenalkan sekarang ini benar-benar total change. Seperti desain lampu utama diadopsi dari A6 dan R8 yang dilengkapi LED. Kemudian lebih hemat BBM ketimbang seri sebelumnya, yakni 10,3 km per liter untuk dalam kota dan 7,4 km per liter untuk kombinasi.

Kecanggihan A4 ini, menurut Presiden Direktur Indomobil Sukses International, Gunadi Sindhuwinata fitur-fiturnya sangat elegan, sportif dan dinamis. Bahkan transmisi yang multitronic punya tiga karakter, Auto, Dynamic dan Comfort sesuai dengan keinginan pengemudi. Sistem kerjanya elektronik, jadi pengemudi tinggal tekan tombol. "Misalnya, dynamic untuk mereka yang ingin berkendara dengan kecepatan tinggi. Kemudian comfort untuk jalan santai, di dalam kota dan auto akan menentukan sendiri karena sesungguhnya ada interaksi antara mobil dengan pengemudi," papar Gunadi, usai launching The New Audi A4 di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (22/5).

Saat peluncuran, hadir pembalap A1 Indonesia Satrio Hermanto. Ia menuturkan saat melakukan test drive di jalan tol, dengan menggunakan pilihan dynamic, suspensinya lebih kuat.

Audi A4 ditawarkan dengan dua warna, abu-abu dan hitam. Harganya dibanderol sekitar Rp650 jutaan. Gunadi optimis, angka penjualan tahun ini akan mencapai 200 unit, sesuai jumlah yang dialokasikan untuk Indonesia. "Kami targetkan tahun ini bisa terjual 200 unit. Walaupun problemnya, alokasi untuk Indonesia agak terbatas karena permintaan dunia yang sangat tinggi. Untuk batch I seri A4 ini, hingga hari ini sudah terjual 20 unit," jelas Gunadi.

Saat dipamerkan, Audi A4 meraih penghargaan sebagai Germany Most Popular Car "Our Car" Award pada April 2008 dan Europe's Auto 1 Trophy, Maret 2008.

Read more >>

Audi Q7 3.0 TDI Diesel, Sophisticated SUV

Isu mobil ramah lingkungan dan efisiensi bahan bakar merupakan topik yang sedang hangat dibicarakan. Kedua hal ini, membuat Audi yakin untuk memperkenalkan mobil diesel di pasar Indonesia. Rabu (19/3) lalu, PT. Garuda Mataram Motor selaku ATPM Audi di Indonesia kembali meluncurkan varian SUV premiumnya bernama Audi Q7, namun kali ini menggunakan mesin diesel.

Dalam sambutannya, Gunadi Sindhuwinata, President Director PT. Indomobil Sukses International Tbk. Mengatakan, "Kami melihat perkembangan ekonomi semakin baik, khususnya pasar otomotif nasional. Kami berharap Audi Q7 sebagai SUV level tertinggi, akan mendapatkan tempat yang baik di pasar otomotif nasional."

Jika dilihat secara kasat mata, desain eksterior maupun interior Audi Q7 diesel memang tidak jauh berbeda dengan versi bensinnya. Sedikit yang membedakan hanya pada velg, sound system dan fitur. Pada Audi Q7 diesel menggunakan velg berukuran 19 inci, Audi Sound System, tanpa menggunakan TV dan telepon dengan teknologi Bluetooth. Sedangkan pada Audi Q7 bermesin bensin menggunakan velg berukuran 20 inci, Bose Sound System, TV dan Audi Telephone.

Pada bagian atap, Q7 diesel dilengkapi dengan open sky system yang merupakan gabungan antara sunroof dan panoramic. Sementara, four-zone climate control memberikan kesejukan keseluruh penumpang baik di baris kedua maupun ketiga. Lainnya, terinstal Adaptive air suspension, yang memiliki 5 mode berbeda yang dapat dipilih melalui Multi Media Interface (MMI) dan selanjutnya secara otomatis akan mengatur karakteristik ataupun ketinggiannya. 5 mode tersebut antara lain Comfort, Automatic, Dynamic, "Off-road" mode dan "Lift" mode.

Berbicara mengenai dapur pacu, kali ini Audi Q7 dibekali dengan mesin 3.0 liter V6 TDI (Tubrocharged Direct Injection), plus Common Rail Fuel Injection sistem generasi ketiga dengan Piezo Injector. Yang menarik disini adalah Piezo Injector yang bertugas sebagai pengganti injektor dengan solenoid valve. Piezo valve mampu melakukan multiple injection untuk sekali pembakaran. Kuntungannya, mesin menjadi lebih responsif namun tetap mengutamakan efisiensi bahan bakar.

Kendaraan yang didatangkan langsung dari Jerman ini memiliki tenaga maksimum sebesar 233 hp pada 4.000 rpm, dan torsi 500 Nm sudah dapat dicapai pada saat putaran mesin 1.750 rpm sampai 2.750 rpm. Penggunaan material vermicular graphite cast iron, membuat bobot mesin Q7 dapat berkurang hingga 15 %, sehingga bobot untuk mesin 3.0 TDI hanya 226 kg. Berkat pengaplikasian Diesel Catalysed Soot Filter, Q7 3.0 TDI sudah memenuhi standar emisi Euro IV. Mesin V6 diesel teringan saat ini dipadukan dengan transmisi tiptronik 6-percepatan, yang memberikan pilihan fully automatic drive style atau manual drive style melalui steering wheel pedal shift.

Audi Q7 3.0 TDI juga ditunjang oleh fitur-fitur keselamatan yang terbilang lengkap yaitu 2 airbags di depan dengan dual stage activation, 2 side airbags pada bagian kursi baris pertama, 2 side airbags pada bagian kursi kedua, 2 side airbags pada bagian kursi ketiga dan 2 curtain airbags yang memanjang dari depan hingga kebelakang. Tak ketinggalan, teraplikasi pula ABS (Anti-lock Brake System), EBD (Electronic Brake-force Distribution), ASR (Anti-Slip Regulation), EDL (Electronic Differential Lock), EBA (Engine Brake Assist), HBA (Hydraulic Brake Assist) dan Hill Decent Assist, Trailer Stabilisation Control plus RSP (Roll Stability Program).

Mengenai bahan bakar, pihak Audi menyarankan agar Audi Q7 3.0 TDI menggunakan bahan bakar solar yang memiliki Cetane Number 51 yang terdapat pada Pertadex, Shell Diesel dan Petronas Diesel. Selain itu, dalam keadaan darurat mobil ini juga bisa minum solar biasa yang dijual oleh Pertamina, namun Anda harus menambahkan zat additive seperti octane booster.

Audi Q7 3.0 TDI masuk ke pasar indonesia dengan harga Rp. 1.525 miliar (On the Road Jakarta), lebih murah sekitar Rp. 400 jutaan dibandingkan dengan versi bensinnya. Secara keseluruhan terdapat 8 warna eksterior yang ditawarkan, namun saat ini yang baru masuk ke Indonesia baru ada 6 warna yaitu putih, biru, emas, hijau metallic, hitam dan silver. Pihaknya menargetkan penjualan Q7 3.0 TDI per tahun sebanyak 24 unit. Mampukah Q7 bersaing dengan kompetitornya? Kita lihat saja score penjualan di akhir tahun ini.


Audi Q7 3.0 TDI Diesel


HargaRp 1.525 milyar
Dimensi (PxLxT)5.086mm x 1.983mm x 1.737mm


Mesin3.0 TDI Quattro
Kapasitas2.967cc
Tenaga Maksimum233hp @ 4.000 rpm
Torsi Maksimum500Nm @ 1.750 rpm - 2.750 rpm
0 – 100 km/jam9,1 detik
Kecepatan maksimum210 km/jam
Ukuran Ban265/50 R19

Read more >>

4otomotif modifikasi