Honda Jazz Bertenaga Sangar

Dari sisi bodi, Honda Jazz VTEC 2006 milik Teddy Haliman tidak ada yang istimewa. Maklum, aliran yang dikedepakan adalah racing style. Maka yang ditonjolkan pada kaki-kaki dan dapur pacu. Pantas, ketika mengikuti lomba Jazz Tuning Contest 2008

lalu berhasil menyabet dua gelar Hottest Wheel dan Undercarriage.

Layaknya persyaratan mobil balap, untuk urusan bodi, spoiler depan dan belakang serta side skirt wajib hukumnya. Bukan untuk gaya-gayaan, melainkan untuk meningkatkan daya cengkeram. Malah, pada spoiler depan diberi bibir dengan sayap bermotif kevlar.

Karena aliran yang dianut racing style, jelas sisi paling menonjol yang harus dilirik adalah kaki-kakinya. Di sini, Dalvin, bos CK Motorsport yang jadi komando tim modifikasi, memutuskan menggunakan sokbreker adjustable damper J,s Racing CRUX. Keistimewaannya, as sokbreker dapat diatur ketinggiannya, "Sehingga jarak main sokbreker tetap optimal walau per yang dipakai sangat ceper."

Untuk sistem suspensi dipilih merek Swift, per universal yang memang untuk balap dengan komposisi spring rate depan dan belakang. Ban dipercayakan pada merek Achilles berkompon keras untuk membalut velg SSR type C ukuran 15. Peranti deselerasi ikut di-upgrade dengan memakai Project u 4 pot mini dengan piringan cakram berdiameter 282 mm.

Sementara itu, penghenti laju pada bagian belakang dengan model teromol bawaan standar masih dipertahankan. Slang-slang rem standar diganti dengan yang berbahan teflon braided.

Sekali lagi, karena tema modifikasinya balap, mesin juga ikut disentuh. Kondisi standar jelas akan memengaruhi penilaian. Tenaga VTEC L15A didongkrak dengan bantuan turbo buatan HKS berikut oil cooler plus Peggyback dastek Type Q+. "Dengan boost 0,4 bar saja tenaga bisa melonjak menjadi 170 dk," papar Dalvin.

Dengan tenaga sebesar itu, bagaimana keamanan pengemudinya? Ruang dalam dipasang roll bar dan penguatan sasis dengan memakai perangkat merek Cusco, J's Racing dan, Fk Garage seperti strut bar depan dan belakang. Masih ada lagi seperti under brace, anti-sway bar (stabilizer), dan engine bar.

Kelebihan lain dari Jazz ini adalah dari segi keamanan, yakni dengan dipasangnya side inner brace yang berfungsi memperkuat sasis bagian samping depan. "Meminimalisir flex (gerak) sais depan dengan tengah dan meningkatkan steering feel," Dalvin menjelaskan.

Pantas saja kalau Honda Jazz milik Teddy Haliman menggondol dua trofi.
Read more >>

Si kecil Daihatsu Tanto Dengan Interior Yang Lega

Dari sekian banyak mobil-mobil impor atau asli dari Jepang yang meramaikan IIMS 2008 lalu, Daihatsu menampilkan retro-klasik, seperti Coo, Tanto, Move,OFC-1 dan Convertable kecil. Namun yang paling menarik Tanto.

Dari segi penampilan, minivan ini dapat dikatakan sederhana. Pasalnya, sosoknya kecil dan berhidung pesek dengan postur boxy. Dimensinya sangat kompak, yaitu panjang 3.396 mm, lebar 1.475 mm dan tinggi 1.725 mm.

Namun,begitu pengunjung melonggok interiornya dan ketika membuka pintu mobil, kontan terpukau. Ternyata interior Tanto luas untuk ukuran bodinya.

Cara membuka pintu sebelah kirinya juga unik. Beda dengan yang di kanan. Ketika kedua dibuka ke arah berlawanan, minivan ini tampak lega. Penumpang masuk dengan leluasa lantaran tidak ada pilar di tengah. Termasuk mereka yang menggunakan kursi roda. Jok penumpang dapat digunakan sebagai meja!

Daya tarik lain dari Tanto, mesinnya bersahabat dengan kantong mengingat harga bahan bakar yang makin mahal. Sumber tenaga Tanto berkapasitas 660 cc, 3 silinder, 12 katup, DOHC yang dilengkapi dengan turbo intercooler. Sayangnya, Daihatsu tak merinci tenaga yang dihasilkan minivan ini.

Namun yang pasti, menurut pihak Daihatsu, banyak konsumen Indonesia kesemsem dengan Tanto. Bahkan ada yang langsung ingin bayar dan begitu pameran usai langsung dikirim ke rumah. Padahal, harga mobil ini untuk ukuran kantong orang Indonesia tidaklah murah, yaitu di atas Rp 160 juta.
Read more >>

Michael Schumacher Test Ferrari California

Meski sudah pensiun dari arena balap F1, Michael Schumacher masih dibutuhkan Ferrari. Makanya, pada lomba-lomba tertentu Schumi – sebutan akrabnya – acap berada di pit kubu kuda berjingkrak itu. Selain memberi motivasi kepada kedua pembalap, mantan juara dunia F1 tujuh kali itu punya tugas lain, yakni menguji dan memberi masukan terhadap mobil baru pabrikan mobil Italia itu, Ferrari California.

Bagi suami Corinna ini, dipercaya untuk menguji mobil bikinan Ferrari bukan baru pada California. Sebelumnya, ia sudah mengetes Ferrari Anzo dan 599 GTB. Dengan begitu, ayah Gina Maria dan Mick ini tercatat sebagai tester permanen, baik di lintasan balap maupun di jalan raya. Termasuk terhadap Ferrari California yang Jumat (24/7) lalu menjalani pengujian terakhir di sirkuit milik tim F1 itu di Fiorano, Italia.

“Saya bisa bilang bahwa keterlibatan saya dengan proyek Ferrari 430 Scuderia sejak dari permulaan sampai sudah jadi mobil,” bilangnya usai uji coba California. “Meski California dan 430 Scuderia sangat berbeda, keduanya menawarkan berkendara yang menyenangkan, kendati unik sebab warisan karakter sebagai mobil sport tetap dipertahankan pabrikan dari Maranello ini,” lanjut Schumi.

Ferrari 430 Scuderia, menurut Schumacher merupakan model yang ekstrem dengan fokus utama pada kehandalan performa. Sebaliknya, California yang lebih mengarah ke grand touring, tapi desain interior yang nyaman menempatkannya berada pada level tertinggi dan enak dikemudikan di berbagai kondisi jalan.

Bersamaan dengan pengujian California, Schumi juga mendatangi dealer Ferrari di Maranello dan menjelaskan perihal perbedaan dua mesin 8 silinder. “Mereka merancangnya untuk keperluan yang berbeda. Seperti 430 Scuderia ditujukan buat seorang yang sangat menginginkan karakter sejati Ferrari walau harus diraih di luar jalan raya (trek).

“Tidak demikian dengan California, yang dirancang untuk keperluan sehari-hari dan berakhir pekan,” papar Schumi. Jadi, lanjutnya, hanya Ferrari yang betul-betul bisa memunculkan dampak emosi. Dan ketika melakukan akselerasi, Schumi menembus waktu 4 detik dari 0 sampai 100 km/jam.

Ferrari California akan menampakkan dirinya buat umum pertama kali di Paris International Motor Show, 2 Oktober mendatang.

Read more >>

Honda Civic Type S Limited dari Italia

Honda Italia memperkenalkan Civic Type S limited edition, Sabtu (19/7). Seandainya PT Honda Prospect Motor (HPM) selaku ATPM Honda Indonesia memasarkan tipe standar saja, bisa dipastikan bakal digandrungi anak-anak muda karena desain bodinya lebih aerodinamis dari Honda Estilo.

Honda Civic tipe S tiga pintu standar ini muncul pertama kali di pameran mobil internasional di Inggris (British International Motor Show), Juli tahun lalu. Platform type S coupe ini memakai lima pintu sehingga dimensinya sama persis, kecuali suspensi ditata ulang dengan memakai pegas dan damper baru.

Menggunakan ban ukuran 17 inci ditambah desain saluran isap udara di depan yang besar, membuat tongkrongan tipe S lebih kekar. Bahkan, manuver di tikungan dengan kecepatan sedang, kestabilan tetap terjaga lantaran dilengkapi peranti Vehicle Stability Assist (VSA).

Civic Type S ditawarkan dalam dua versi. Yang pertama adalah model standar yang di dalamnya terdapat cool box, remote audio control dan airbag. Tipe lainnya, Type S GT, dengan panoramic glass roof, cruise control, lampu kabut, kaca spion elektrik, dan automacit wiper.

Lantas, apa keistimewaan Honda Civic Type S limited edition dari Italia itu? Dari tongkrongan lebih elegan lantaran menggunakan velg ukuran 18 inci, ditambah emblem Fireblade. Masih pada eksterior, bumper depan dan belakang dirancang ulang, termasuk rongga udara di bawah bumper yang seperti diberi penyangga (lebih berbentuk sayap) dan diffuser di bagian bawah. Begitu juga bumper bagian belakang.

Warna yang disediakan Type S limited ini adalah hitam, merah, dan perak. Ketiganya mengusung mesin diesel 2.2L CTDi bertenaga 140 hp dengan transmisi manual 6-speed.

Read more >>

4otomotif modifikasi